The Bad Love

The Bad Love
eps 4



Eps 4


" Kenapa kakimu di gibs? " Tanya Bryan yang fokus mengemudi.


" Apa pedulimu dengan kakiku, bukan urusan mu" Jawab Airena.


Tak lama Bryan menghentikan mobilnya, membalikkan badannya mengambil paper bag di belakang kursinya dan menyerahkan kepada Airena.


" Ini apa?" Tanya Airena.


" Besok pakailah setelah pulang sekolah, sore aku jemput "


" Hah?" Tanyanya gak mengerti.


Bryan langsung kembali ke setirnya dan melanjutkan perjalanan. Sesampainya di rumah Airena, dia langsung pergi. Airena mengintip paper bag yang dia pegang, sebuah gaun berwarna hitam biru.


Nih orang kenapa suruh pakai ini tanyanya kebingungan.


***Besoknya.


Airena langsung merembahkan tubuhnya di atas kasur, gibs di kakinya sengaja di lepas, meskipun Sofie sedikit khawatir dengan kakinya. Dia pun melihat gaun yang terpajang di lemari nya, gaun dari Bryan.


Apa aku gak usah pakai ya?


Tangannya langsung mengambil iPhone , meriksa pesan baru masuk. Tak lama sebuah pesan muncul dari orang yang gak di kenalnya.


Sejam lagi aku datang, Bryan horisson


WHAT!!! dari mana dia tau nomor ku. Dengan cepat dia langsung mengambil gaunnya dan melihat kecermin, lumayan juga bajunya pas di tubuhku. Tak lama seseorang mengetuk pintu.


" Masuk" Teriak Airena yang sibuk mencari alat make up nya.


Sofie masuk ke kamar Airena melihat Airena yang mengunakan gaun selutut, Airena yang terkejut melihat siapa yang masuk langsung memerah.


" Airena, kamu cantik banget dengan gaun itu, kamu beli di mana? " Tanya Sofie.


" Ngg... Bukan urusan tante, lihat alat make up aku gak. Duh... Udah lama aku gak dandan kayak gini "


" Hmm... Gimana tante yang dandanin? "


Airena ingin menolaknya tapi karena waktu nya mepet dia pun menerima tawaran tante yang dia benci. Saat mau di make up, Sofie terlihat kaku melihat wajah mulus dan cantiknya Airena. Duh... Sayang juga kalau mendandaninya suara hati Sofie yang masih melihat wajah Airena.


" Tante gak usah kaku, gak papa terserah tante mau di apain wajah aku asal jangan tebal" Jawab Airena cuek.


" Oo.. Okey " Jawab Sofie.


Make over wajah di mulai.


***


Bryan telah sampai di rumah Airena, rambut nya tersisir rapi dan jas nya yang rapi membuat beberapa pelayan rumah mengintip di balik pohon. Tak lama sebuah mobil datang, keluar seorang gadis dengan barang belanjaan yang banyak melihat ke Bryan.


" Kamu siapa? Ngapain di sini? " Tanya Sarah melihat pria tampan berada di depan rumahnya.


Dia gak tau kalau aku calon kakaknya tanya Bryan dalam hati.


" Oh.. Aku ingat, kamu yang di jodohin sama si nenek lampir ya, si Airena. Lumayan juga dia dapat cowok tampan kayak kamu. " Celetuk Sarah sambil berkacak pinggang.


Wajahnya penuh lipstik merah rambutnya di potong pendek banget bahkan airline di matanya tebal.


" Ya, sayang aja ada yang suka sama dia. Dia gak suka fashion, bahkan wajahnya biasa aja. " Comen Sarah.


Bryan mengambil iPhone nya di saku , tak lama pintu rumah terbuka. Matanya gak berkedip sama sekali melihat Airena dengan gaun yang dia pilih, wajahnya yang dipoles sedikit membuat nya tambah cantik, rambutnya yang di sanggul dan beberapa aksesoris terlihat menawan. Sarah pun sama kagetnya melihat kakak tirinya yang begitu bercahaya. Sofie yang di sampingnya langsung tersenyum puas dengan hasil yang dia buat.


" Ah Bryan maaf agak telat airena, kakinya sedikit sakit tapi udah baik kan gimana cantik bukan? " Tanya sofie ke Bryan.


Ya elah... Jangan puji aku... Deg-degkan lagi nih. Bilang Airena dalam hati. Bryan langsung mendekati nya dan mengulurkan tangannya.


" Iya tante Airena cantik, saya izin bawah Airena " Ucap Bryan.


" Oh... Tentu, tante gak akan menahan nya. "


" Aku pergi dulu" Bilang Airena


Tanyanya menerima uluran Bryan dan masuk ke mobil, mobil pun tancap gas menghilang dari gerbang keluarga weber.


***


Mereka berhenti di sebuah hotel bintang lima yang sangat terkenal di kota mereka.


" Eh ngapain kesini? " Tanya Airena.


" Ada pertemuan sesama perusahaan, papa kamu akan ada di sini dan orang tuaku jadi aku di suruh bawa kamu kesini sambil perkenalkan sama keluarga ku" Bilang Bryan yang melepas sabuk pengaman.


Airena merasa gugup, karena dia hanyalah anak sekolah menengah atas. Bryan udah turun duluan dari mobil, dan melihat Airena yang belum turun dari mobil. Nih bocah kenapa sih? Keluhnya dari luar mobil.


Tak lama Airena keluar menghela nafas, Bryan langsung mengarahkan tangannya menunjuj suruh masuk, mereka langsung masuk ke lift. Airena menundukkan kepalanya, papanya gak pernah mengajaknga ke acara perusahaan kayak gini yang sering di ajak pasti sarah entah apa alasannya papanya gak pernah ngajak dia yang jelas papa bilang kalau kamu ikut papa bisa marah ke semua orang di sekitarnya. Tiba-tiba lengan Bryan menyenggol nya membuatnya melihat ke arah Bryan.


" Rangkul lenganku" Bilang Bryan.


" Eh? " Heran nya.


" Ini perintah " Bilang Bryan yang mulai dingin. Wajahnya terlihat pendiam dan dingin, perlahan Airena merangkul lengannya sedikit gugup. Tak lama pintu lift terbuka, orang-orang melihat lift terbuka lansung melihat. Bryan sangat terkenal di semua kalangan, mereka sedikit terkejut melihat seorang yang terkenal dingin membawa gadis yang sangat cantik dan menawan. Terlihat dari pojok melambaikan tangan kepda mereka, Airena melihat papanya yang terbengong melihat putrinya yang berbeda.


" Selamat sore semua nya " Bilang Bryan.


" Ah, ini pasti putri Hans, Airena. Wah, dia sangat lah cantik jelita. Hans, kenapa kamu gak pernah membawanya setiap acara? " Puji mrs. Clara, istri dari Michael horisson.


" Karena kalau aku membawanya bisa-bisa ada yang menganggu putriku" Jawab Hans sambil tersenyum melihat putrinya yang cantik, mengingat kan dia pada wanita yang dia sayang.


" Parasnya mirip dengan Rena, dia memang permata yang harus tetap bersih sampai pemiliknya datang mengambil nya. " Ucap Michael, ayah Bryan.


" Hahaha, benar Michael. Dia memanglah permata yang aku punya. " Jawab Hans.


" Nah, karena semuanya di sini gimana kita bicara kan tanggal pernikahan yang pas" Ajak clara.


" Gimana kalau kita adakan acaranya bulan depan? Kan 2 pekan lagi Airena akan ada ujian penaikan kelasnya " Usul Hans, dua mengerti bahwa putrinya mendahului sekolah dari pada yang lain.


" Aku minta minggu depan kami menikah "


Bilang Bryan dengan tenang