
" Jadi gimana, apa kamu setuju dengan perjanjian ini " Ucap seorang pria dengan jas mewah dan kacamata hitam agar identitas nya tidak di ketahui, dihadapannya seorang gadis dengan seragam sekolah menatap kertas di depannya dan meletakkan kembalikan.
"... Bisa om kasih waktu kepadaku untuk memutuskan, aku sedang sibuk untuk persiapan ujian kenaikan kelas." Bilangnya sambil meminum milk shake vanila yang mulai habis.
" Aku mau jawaban mu sekarang, aku gak ada waktu untuk bertemu lagi. Kerjainku padat jadwal ku telah penuh besok" Kesalnya melihat bocah ingusan ini yang asik menikmati minuman nya. Setelah tegungkan terakhir, gadis ini langsung mengambil tasnya dan berdiri.
" Kalau om gak ada waktu gak anggap aja aku gak menerima nya" Bilang gadis itu sambil meninggal pria ini. Tinggal beberapa langkah mendekati pintu,
" Kalau kamu menolak nya bagaimana dengan Nyonya Reina dan Tuan Hans yang akan kecewa dengan keputusan mu, aku hanya ingin mempermudah pernikahan ini. .. Ya kalau kau menolak akan bagus untukku dan mungkin akan di nikahin dengan yang lebih kejam dari diriku" Saran Bryan Horisson.
Airena Weber langsung terdiam mendengar perkataan pria sombong ini, di langsung membalikkan badan dan berkacak pinggang.
" Woy,om. Jangan sok tau, yang nentuin ke depannya Tuhan bukan om, dah, bye" Bilang airena. Dia pun keluar dari cafe , dan berjalan meninggal nya. Bryan menghela nafas dan tersenyum sinis.
Lihat aja Airena kamu bakal menerima perjanjian ini bilang Bryan dalam hati nya.
***
Airena melihat pemandangan jalan di sore hari selesai latihan dia telah di jemput oleh supir pribadi papanya. Sesampainya di rumah,
" Airena.. Airena.. " Panggil papanya.
Kakinya berhenti melangkah dan berbalik, seorang pria umur paru baya tapi wajahnya seperti pria 41 menatapnya dengan tatapan menujukan ada masalah antar anak dan papanya.
" Ikut papa ke ruangan kerja"
Airena menghela nafas berat langsung mengikuti papanya dari belakang. Ruang yang besar di penuhi dokumen penting dan kertas yang numpuk di isi oleh 2 orang ,sang anak dan sang bapak.
" Bryan menelpon ke papa, kamu menolak pertunangan kalian betul"
" Kenapa kamu menolak nya? Dia itu anak dari ceo horisson yang terkenal dan kaya raya kamu tau" Bilang Tuan Hans Weber.
" Aku gak mau nikah, umur aku baru mau masuk 18 tahun pa, kalau papa mau nikahin aku agar perusahaan papa makmur nikahin aja Sarah dengan nya."
" Kamu ini anak kurang ajar. Sikap mu sama dengan wanita sialan itu."
" Jangan kamu sebut nama mama dengan wanita sialan, salahkan sikapku kayak gini karena kelakuan papa selingkuh dengan perempuan menjijikkan itu" ucap dingin Airena sambil membalikkan badannya dan pergi.
" AIRENA... AIRENA... PAPA BELUM SELESAI " teriak papanya yang marah besar.
Saat dia keluar terlihat seorang wanita anggun yang melihatnya dengan tatapan bertanya dan penuh kasih sayang.
" Airena, kamu udah pulang. Ada apa kamu dengan Hans? Sampai kedengaran ke dapur" Tanya Sofie, ibu tirinya. Airena menghela nafas kesal,mendekati sofie dan menyilangkan kedua tangan nya.
" Ini bukan urusan mu, tante sofie yang sangat ku benci" Bilangnya, Airena langsung naik ke lantai 3 tidak peduli ibu tirinya yang memanggilnya.saat dia mau memasuki kamarnya, Tiba-tiba Sarah gadis yang beda 1 tahun dengannya tertawa.
" Hahaha, sungguh rumit ya hidupmu Airena" Bilang sarah sambil tersenyum licik kepadanya. Airena menatap tajam ke sarah membuat sarah sedikit ketakutan.
" Dialah anak setan, kau gak ada hubungan nya dengan ku" Bilang nya dengan dingin.
Airena langsung masuk ke kamar nya dan menguncinya.
" WOY!! SADAR DIRI JADI ORANG, SEMUA KERUSAKAN INI DISEBABKAN OLEH MU AIRENA... INGAT ITU" teriak Sarah yang marah-marah di depan pintunya.
Airena memegang dadanya yang sangat sakit membuatnya susah menarik nafas. Air matanya mulai mengalir di pipinya, baginya kehidupan ini benar-benar menyakit hatinya. rasanya ingin menghilang dari kehidupan ini ucap Airena dalam hati.
" ma.. mama... i miss you... i wanna be with you, ma" bisik Airena.