The Bad Love

The Bad Love
eps 1



Mata hitam Airena seperti mata panda, dia pun berjalan di lorong kelas. Beberapa siswa-siswi ada yang menyapanya ada juga yang melihatnya, seluruh penjuru sekolah tau Airena. Dialah idol yang berprestasi dan juga terkenal dengan kenakalan nya. Beberapa guru ada yang menyerah dengan dirinya, dan ada juga yang bangga. Meskipun kesel dengan sikap Airena, sesampai di kelas dia memutuskan meletakkan tasnya di bawa kepala nya dan dalam sedetik di tertidur. Tak lama datang siswa dengan rambut di cat unggu mendekati nya, jarinya menekan kepala Airena yang tertidur. Teman yang duduk di sampingnya memukul tangan sahabat nya, sambil melotot.


" Shh... Ai sedang tidur,lihat matanya bengkak dan hitam gitu" Ucap Laura, sahabat perempuan Airena.


" Huh! Dia pasti habis nangis semalaman sampai gak tidur, dasar bocah" Cemberut koisu, sahabat Airena juga.


" Kamu gak bareng dengan Matthew? "


" Eh... Bukannya dia udah datang? "


" Belum, aku gak lihat dia dari tadi"


" Kemana ya? Aku udah ke rumahnya tadi, tapi ibunya bilang dia udah pergi dari pagi buta" Bingung koisu sambil menggaruk kepalanya.


Tak lama seseorang lari dengan cepat dan menarik koisu membuat dirinya seperti tameng pelindung. Wajahnya terlihat tegang dan ketakutan.


" Matthew... Lepasin, bajuku jadi kusut" Ngeluh koisu sambil berusaha melepaskan pegangan Matthew.


" Gawat, Lissa. Mengejarku, padahal udah berangkat pagi buta tapi masih aja ketemu sama dia" Bilang Matthew.


" Matthew... Matthew... My prince. " Terdengar suara dari luar kelas, gadis dengan rambut di urai dan wajahnya penuh dengan make up tebal masuk ke kelas dengan genit dan girang mencari Matthew.


" Ihhh... Pergi sana" Usir Matthew yang terlihat jijik dengan perempuan itu.


" Aishh, Matthew my prince gak boleh gitu. Aku sangat mencintaimu "ucap Lissa dengan nada manja.


Matthew dengan cepat lari kembali menghindar dari kejaran Lissa. Hingga sebuah pukulan meja membuat mereka berhenti, mata Airena menunjukkan kemarahan besar membuat koisu dan Laura terkejut.


" Kalian gak tau, aku sedang tidur. Jadi kalau kalian mau berisik.... SILAKAN KELUAR!! " marah Airena membuat Lissa yang ketakutan keluar, Matthew langsung menghela nafas dan melihat tatapan dingin Airena yang menunjukkan dia mau nyari mati olehnya.


" Airena sorry, aku gak tau kamu tidur di kelas"


" Hah,.. Mengganggu tidurku saja, berapa menit lagi masuk? " Tanya Airena yang mengusap wajah dan merapikan ikatan rambut nya.


" Semenit lagi, kamu kenapa gak tidur semalam? " Tanya Lissa menyerah kan kacanya.


"Ada pikiran, koisu ntar kita ada latihan lagi? " Tanya Airena.


" Kata mr. Tamaki hari ini beliau akan ada urusan mungkin di tunda" Jawab koisu.


Bagus, aku minta si sombong ketemuan hari ini, bilang nya dalam hati.


***


Jam istirahat


Airena memutuskan untuk di kelas dan melihat iPhone nya mencari kontak Bryan, terlihat dia aktif 15 menit yang lalu.


Me: woy, om singkat aja aku mau ketemu selesai sekolah di cafe biasa. Ada yang ingin ku bicarakan soal perjanjian kemarin.


***


Kantor perusahaan horisson.


Tumpukkan berkas memenuhi meja Hansel asisten Bryan, sama dengan Bryan yang matanya selalu menghadap layar monitor nya. Tak lama iPhone nya berdering. Semua pesan masuk, saat melihat nama nya dia langsung tersenyum.


Sudah ku duga, dia pasti akan membahas perjanjian kemarin ucap Bryan dalam hati.


Tangannya menekan tombol bel, tak lama Hansel masuk.


" Ada ada tuan? " Tanya Hansel.


" Nanti siang aku ada urusan , aku minta tolong urusin dokumen yang ada di meja ku ini ntar selesai kirim ke rumah ku." Bilang Bryan.


" Eh... Bukankah anda ada jadwal sama nona scarlet ntar siang? " Tanya Hansel.


Ah... Sialan aku lupa dengan scarlet.


" Oh...bilang ke dia aku ada urusan sebentar. Aku mau pergi dulu sekarang " Bilang Bryan sambil mengambil jasnya.


" Gak usah aku mau sendiri"


Dia pun pergi menuju parkir mobil mewah yang terparkir mulus, dia pun langsung tancap gas meninggal kantor.


***


Bel sekolah telah berbunyi, semuanya telah keluar kelas. Tinggal Airena, Laura, Matthew dan Koisu.


" Hey, gimana kita ke cafe di dekat taman kota, ku dengar di sana kuenya enak " Ajak Matthew.


" Maaf aku ada urusan setelah ini" Tolak Airena sambil mengendong tasnya.


" Emang ada urusan apa? " Tanya Laura yang berjalan di sampingnya.


Duh, jangan sampai mereka tau urusan ini suara dari hatinya.


" Ah, ini papa minta tolong tadi pas jam istirahat suruh ke kantornya" Asal jawab Airena sambil menurunin tangga.


" Waw tumben biasanya kamu gak suka di suruh ke kantor" Ucap koisu heran.


Saat keluar gedung Airena melihat kumpulan siswi di depan gerbang, Laura , koisu dan Matthew terlihat ingin tau juga. Mereka pun mendekati kumpulan tersebut saat melihat Airena langsung mundur beberapa langkah. Seorang pria bersandar di mobilnya dengan kacamata hitam, itukan Bryan ucapnya dalam hati.


" Eh... Kayak gak asing orangnya. Seperti sering muncul di internet" Celetuk Matthew.


Bryan langsung mendapati Airena yang sembunyi di belakang bahu Koisu yang tinggi.


Bryan langsung menyamparinya, membuat Siswi-siswi di sekitar ter bengong. Sialan dia kesini lagi.


" Permisi , saya mau menjemput Airena " Bilang Bryan membuat 3 sahabat nya ini kebingungan.


Airena masih gak mau melihat Bryan yang jadi sorotan mata teman-teman.


"Ayo, Airena" Ajak Bryan.


" Aku pake taksi aja, duluan aja" Tolak Airena.


Bryan langsung menariknya menuju mobil dan memasukinya ke mobil. Mobil pun langsung


Meninggal kan sekolah.


" Ngapain sih ke sekolah segala? " Protes Airena yang sebel dengan tindak Bryan.


" Aku gak ada waktu ke cafe, aku sekalian nganter kamu pulang kita bicarakan di sini aja" Bilang dingin Bryan.


Airena langsung melipat kedua tangannya ke dada.


" Apa yang ingin kamu bicarakan? " Mulai Bryan bertanya.


" Tentang perjanjian kemarin.... Aku akan menerimanya, tapi aku mau tetap lanjut sekolah. " Bilang Airena yang memandang pemandangan jalan kota.


" Baiklah, ambil kertas perjanjian di belakang tinggal kamu tanda tangani ".


Airena langsung menatap Bryan, segitu doang ucap dalam hatinya. Tangannya mengambil pulpen di tasnya dan menandatangani kontrak tersebut.


" Berhenti di sini" Bilang Airena.


Tapi Bryan tak mengabulkan nya dia tetap melajukan mobilnya, Airena langsung me melototi nya.


" Hey, aku minta berhenti" Kesal Airena.


" Gak. Calon istri ku gak boleh kenapa-napa sebelum pernikahan kita"


What the hell kesel nya mendengar perkataan Bryan.


Dalam hati Bryan penuh kemenangan baginya.


***