Sweet

Sweet
Ch 5 - Little Paradise & Eria Derzeis



Tidak sia-sia kami rela lelah berjalan demi tempat indah ini, Di tempat ini pohonya masih sangat rindang dan udaranya juga sangat segar terlebih lagi suara kicauan burung yang sangat merdu menambah keindahan tempat ini.


Regard menjelaskan sambil duduk di bawah pohon “Franz tempat ini bernama Little


Paradise, Seperti namanya tempat ini memang seperti surga kecil yang ada dunia


karena keindahannya”


Mukaku berkaca-kaca mendengar hal itu “Terimakasih Regard karena telah membawa kami ke


tempat ini, Tetapi kau tahu darimana ada tempat indah seperti ini?”


“Ah kalau itu karena aku dulu pernah diajak ayahku ke sini sewaktu aku masih kecil” Jelas Regard


“Yasudah, sekarang tolong bantu aku Regard untuk menggelar tikar sebagai alas dan Elde jika nanti kami sudah selesai menggelar tikar tolong lansung siapkan makanannya, soalnya aku sudah lapar hehe”


“Siap laksanakan” Elde


“Ok bro” Regard


Beberapa menit kemudian kami selesai menggelar tikar dan setelah makanan siap kami langsung menyerbunya


Tergeletak lemas karena kekenyangan “Hahh hari ini sungguh menyenangkan sekali, Terimakasih Elde, Franz, Aku tidak akan pernah melupakan momen ini”


“Iya Franz aku juga sangat bahagia sekali, Semoga di suatu hari kita bisa bersama seperti saat ini lagi” Elde dengan harapannya


“Yah apapun itu pokonya kita nikmati hari ini dengan bersantai dan bersenang-senang” Regard


Hari ini benar-benar menyenangkan kita bertiga bisa berkumpul bersama di tempat indah yang jauh dari perkotaan. Setelah bersenang-senang kami harus meninggalkan surga kecil ini karena waktu sudah semakin sore


“Franz apakah kau belum bangun? Ini sudah siang” Teriak ibu sambil menggendor pintu kamar


“Ahh sebentar bu, Aku cuci muka dulu sekalian pakai seragam” Bangun dari tempat tidur dengan panik


“Nanti kamu di antar Eria-San saja ya, Daripada telat lagi” Perintah ibu


“Yaudah iya bu”


Setelah kemarin aku bersenang-senang  tampaknya kesialan akan menghampiri ku lagi. Hari ini aku bangun kesiangan karena terlalu kelelahan oleh karena itu aku tidak bisa berjalan kaki ke sekolah, Sebenarnya aku tidak ada masalah dengan Eria-San namun karena jalan kaki sudah seperti hobi bagiku selain itu aku juga tidak terlalu dekat dengan Eria-San akibatnya terjadilah situasi canggung seperti saat ini


“Akhirnya aku bisa mengatarmu Franz, aku telah lama menunggu momen seperti ini” Ucap Eria-San


sambil menyetir


“Maaf telah menunggu” Jawabku


karena itu hobi mu kan?” Tebak Eria-San


“Wah benar”


“Hahaha kau benar-benar mirip dengan ayahmu Franz, Dulu ayahmu juga sangat hobi jalan kaki


padahal ayahmu dulu punya sepeda” Eria-san sangat senang karena berhasil


menebak


“Eria-san apakah dulu kau teman dekat ayah? sehingga sampai bisa menegetahui hobi ayah” Tanyaku


dengan penasaran


“Kalau itu sudah tentu apalagi saat kami dulu berada di militer, kami sudah seperti saudara


karena saking dekatnya” Jelas Eria-San


Aku terkejut mendengar ucapan Eria-san “Kalian dulu berada di militer? Aku malah baru tau


sekarang soalnya ayah tidak pernah memberitahu aku soal itu”


“Asal kau tahu Franz dulu ayahmu sempat ditawari menjadi meteri pertahanan namun ayahmu


menolak”


“Kenapa ayah menolak tawaran itu?” Aku semakin penasaran


“Ayahmu menolak karena dulu terjadi suatu masalah” Jelas Eria-San


“Ada masalah apa?”


“Kalau itu akan ku jelaskan nanti, karena kita sudah sampai di sekolah”


“Kalau begitu akan ku tunggu nanti!, Terimakasih Eria-San karena telah mengantarku”


“Sama-sama”


Walaupun sudah di antar Eria-San nampaknya aku tetap saja masih telat, Ketika aku melawati


gerbang sekolah aku melihat dua orang yang tidak asing sedang di hukum


“Elde dan Regard kalian juga telat masuk sekolah?” teriak ku karena terkejut