
“Apakah perjalanan ini masih jauh? Aku sudah lelah sekali” Keluh Elde karena perjalanan belum juga sampai
“Lebay banget ah, Baru juga berjalan sekitar 4km udah ngeluh” Ejek Regard
“Ya kalau kamu sih wajar belum lelah soalnya kamu kan laki-laki”
Dalam perjalanan itu kami melewati sebuah daerah kumuh, Karena aku penasaran aku menanyakan hal ini ke Regard
“Regard daerah apa ini? Kenapa kumuh sekali seperti tidak terurus”
“Ini adalah Perkampungan Arm dan memang daerah ini tidak di urus pemerintah”
“Kenapa daerah ini tidak di urus?, Padahal mereka membutuhkan bantuan pemerintah” tanyaku dengan sangat penasaran
“Karena biasanya orang yang tinggal disini adalah orang yang tidak mampu membayar kebijakan schwierig, Orang-orang itu boleh tinggal disini tanpa membayar kebijakan schwierig dengan syarat pemerintah tidak mengurus daerah ini dan mereka tidak boleh keluar dari sini” Jelas Regard
“Kalau begitu orang yang tinggal disini sama saja bunuh diri”
“Iya benar”
“Tetapi disini tidak ada penjagaan dari militer ataupun kepolisian, Bukankah mereka bisa dengan mudah keluar dari sini?”
“Franz perhatikanlah tangan mereka dengan seksama, Ditangan mereka terdapat tato untuk membedakan mereka dengan masyarakat biasa”
Ketika aku sedang mendengar penjelasan Regard aku melihat seseorang yang tidak asing “Elde, Regard tolong kalian tunggu sebentar, Aku melihat seseorang yang tidak asing disini’
“Baik Franz” Jawab Elde
Aku langsung menghampiri orang itu “Hai, Kau nona yang kemarin kan?”
Nona itu terkejut “Ah iya tuan, terimakasih telah membantu kami”
“Kenapa kau terlihat sedih begitu? Selain itu kemana anak kecil yang bersamamu kemarin?”
“Adikku telah tewas dibunuh oleh polisi kemarin, Itu terjadi karena kemarin kami berdua
ketahuan saat sedang membeli makanan untuk yang lainnya”
Seketika aku sangat marah saat mendengar itu “Polisi b*ngs*t benar-benar pemerintahan idiot\,
Orang yang hanya ingin makan dibunuh begitu saja tanpa rasa belas kasihan”
“Sudahlah tuan aku juga salah karena mencoba keluar dari tempat ini, Padahal sudah tahu resiko
nya”
“Tidak ada yang salah dengamu atau orang-orang yang tinggal disini, yang salah adalah
pemerintah!, Tenang saja nona aku berjanji akan merubah dunia ini”
tuan siapa?”
“Namaku Franz Elder, Nona maafkan aku, aku harus segera pergi dari sini karena temanku sudah
menunggu”
“Iya tuan Franz”
Waktu sudah semakin siang aku segera kembali ke tempat Elde dan Regard untuk melanjutkan
perjalanan
“Maaf teman-teman kalian sudah menungguku terlalu lama”
“Ah tidak kok” Jawab Elde dengan muka tersenyum
“Kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan ini”
“Siap” Elde dan Regard menjawabnya dengan serentak
Sudah hampir setengah jam kami berjalan tetapi kami belum juga sampai padahal hari sudah semakin siang
“Regard apakah tempatnya masih jauh?”
“Sebentar lagi kita sampai” Jelas Regard
Karena aku bosan menanyakan sesuatu kepada mereka “Ngomong-ngomong kenapa kalian berdua suka
ribut setiap bertemu? Bahkan kalian sudah suka ribut sejak kita masih kecil”
Elde langsung menyahut pertanyaan ku “Karena Regard orang nya nyebelin”
Tak terima dengan jawaban Elde, Regard mengejek Elde“Lah kamu malah jauh lebih nyebelin udah gitu
cerewet lagi”
“Tuh kan udah mau berantem aja padahal cuma gara-gara pertanyaan seperti itu, Tapi menurutku
kalian itu cocok loh”
“Cocok apanya?”Jawab elde yang terlihat marah
“Enggak jadi”
“Sudah Franz lupakan pertanyaan itu, Sekarang kita sudah sampai di tempat tujuan”
"Wahh tempat ini indah sekali" Berbicara dalam hati