Stay With Qur'An

Stay With Qur'An
Hijrah Itu Cinta



..."berhijrah lah,...


lalu nikmati proses dan kuatkan progres"


Hijrah Itu Cinta, perpindahan dari rasa biasa menuju pengorbanan yang luar biasa.


Sebagaimana Siti Khadijah yang rela menyedekahkan seluruh harta kekayaan nya untuk membanting setir pemboikotan warga Makkah. Ia memeluk agama Islam tanpa terbesit ragu. Ia menyatakan diri sebagai pemeluk Islam pertama dan senantiasa menghibur nabi di kala sedih.


Kehadiran dan pengorbanan nya paripurna. Kepergian nya menyiksa air mata.


Hijrah Itu Cinta, sebagaimana penerimaan Zaid bin Haritsah yang menyambut hangat Islam tanpa memilah Milah. Ia singkirkan keyakinan lama, demi keyakinan baru yang masih terasa asing saat itu. Walau di kucilkan, di hina, atau di rendahkan sebagai ancaman,namun ia tetap bertahan.


Hijrah itu Cinta, Sebagimana Ali bin Abi Thalib kecil yang mengenal cinta sejati di usia dini. Rela berjuang di masa muda, tak gentar pada ujian yang sering membuat orang dewasa Ketar ketir, namun ia tetap bertahan.


Hijrah Itu Cinta, Sebagimana cinta Abu Bakar As Shiddiq pada sahabat nya yang mulia, Rasulullah. Mampu mengantarkan nya pada hakikat cinta sebenarnya, yaitu Allah SWT. Ia tak ingin jatuh cinta seorang diri, lalu merangkul keluarga kecil dan para sahabat lain nya untuk memeluk agama yang sama yaitu Agama Islam. Meninggalkan kehidupan duniawi sebelumnya, menjadi lebih sederhana.


Hijrah Itu Cinta, Sebagimana Zubair bin Awwam yang rela menerima kemarahan sang paham dan menerima penyiksaan usai menyatakan dirinya sebagai seorang muslim, sebab ia telah memeluk agama Islam. Walaupun di masukkan ke dalam karung tikar dan di bakar, tak menyulut kan semangat nya hingga menjadi yang pertama menghunuskan pedang di jalan Allah SWT.


"Abu bakar Ash-Shiddiq berada di surga, Umar berada di surga, Utsman berada di surga, Thalhah berada di surga, Zubair berada di surga," Sabda Rasulullah Saw.


Hijrah Itu Cinta, Sebagimana hijrah nya Abdurahman bin Auf dari harta dunia menuju harta surga. Dia lah lelaki kaya raya yang tak pernah silau karena harta, namun berusaha keras untuk menghabiskan seluruh harta kekayaannya di jalan Allah SWT, namun tak pernah jatuh miskin juga. Dialah lelaki tampan dan dermawan yang pernah menyedekahkan 700 ekor unta termahal jenis Rahilah untuk kaum fakir dan miskin, beserta barang barang, alas dan pelana unta nya.


Hijrah Itu Cinta, Sebagimana Sa'ad bin Abi Waqqash yang Sudi menukar cinta kepada ibunya menjadi cinta kepada Allah SWT. Ia kibaskan perintah sang ibu yang sangat di sayangi nya itu. Demi ajaran baru yang masih asing kala itu. Ia berada pada barisan keponakan nya, Rasulullah, dari pada bertahan pada barisan sang ibu yang ia cintai dan barisan berhala berhala ibu nya. Walau di tentang, ia tak bergeming. Dia lah calon penghuni surga, dengan doa doa yang selalu di ijabah.


Hijrah Itu Cinta, Sebagimana Thalhah bin Ubaidillah yang rela mengorbankan seluruh hidupnya demi Islam dan Rasulullah Saw. Agar bersinar lah Islam keseluruhan dunia dan tak berhenti pada satu ujian saja yaitu perang Uhud, ia jadikan diri nya sebagai tameng sang nabi. Ia jadikan tangannya sebagai perisai nabi, agar Rasulullah tak tertancap panah, walaupun semua jari jari tangan nya putus karena pertahanan nya. Ia menyatakan diri sebagai Syahid pada peperangan berikutnya yaitu perang Jamal, demi menjemput janji Rabb nya,yaitu surga.


Hijrah Itu Cinta, untuk menciptakan sebuah sejarah dan peradaban di balik nya , Sebagimana dahsyat nya hijrab Nabi dan sahabat dari Makkah yang di sesaki oleh orang ambisi, menuju kota Madinah hingga berhasil membangun peradaban dan mencatatkan Madinah sebagai salah satu kota berpengaruh sepanjang masa.


Lantas, mengapa kita mesti ragu berpindah dari yang karena manusia menjadi karena Allah SWT.