Stay With Qur'An

Stay With Qur'An
Jangan sedih Allah Maha Melihat



Seorang laki laki berkulit hitam,kecil, keturunan Afrika lahir di pinggiran kota Makkah pada tahun 43 sebelum hijrah ia adalah Bilal bin Rabah.


Ayah nya bernama Rabah dan ibu nya bernama Hamamah, seorang wanita yang memiliki kulit hitam. Bilal tumbuh besar di keramaian kota Makkah sebagai hamba sahaya milik keluarga Bani Abdul Dar.


Ketika ayah nya Bilal bin Rabah meninggal dunia, Bilal pun di serahkan kepada seorang pembesar kaum Quraisy yang bernama Umayyah bin Khalaf.


pada tahun tahun berikutnya,muncul adegan ,dimana majikan dan budak ini akan berseteru tentang iman yang di menangkan oleh budak nya (Bilal bin Rabah).


Kota Makkah menerbangkan kabar tentang agama baru yang masih asing di telinga penduduk kota, yaitu Islam. Ajaran ini mengenalkan bahwa hanya ada satu Tuhan yang patut di sembah, Allah SWT.


Karena dia lah pencipta langit dan bumi. Kemurnian ajaran ini pernah pula di bawakan oleh bapak nabi sebelum nya, Ibrahim as, yang telah mendirikan Ka'bah.


Karena di sampai kan oleh seorang lelaki yang tulus, terkenal jujur dan memiliki sifat sifat mulia lain nya. maka kacaulah kondisi kota yang awal nya sibuk menyembah tuhan tuhan nya.


Sebenarnya mereka percaya pada ucapan laki laki baik itu,hanya saja di lain pihak, mereka akan merasa rugi pada bisnis dan kehidupan mewah yang selama ini telah di nikmati . Sekaligus, masih ada rasa congkak dihati mereka sebagaimana iblis yang taat pada Allah SWT, namun congkak di hadapan manusia.


Agama Islam pun langsung viral di perbincangkan, dan sekelebat menyusup ke pendengaran Bilal bin Rabah. Tanpa kata tapi dan nanti, Bilal pun memeluk agama Islam karena menemukan ketenangan dan kebenaran disana.


Tapi sayang, majikan nya yang bernama Umayyah mengetahui kabar masuk Islam nya Bilal bin Rabah. Merah padam wajahnya, lalu bergegas mendapati Bilal untuk menyiksanya.


Berbagai ancaman dan penyiksaan melayang pada Bilal. Ia di siksa tanpa ampun bagai bukan seorang manusia. Semula ia di pukuli hingga babak belur, namun Bilal tak bergeming tetap pada keyakinan nya.


Kemudian Bilal di seret secara paksa melewati pasar kota, di ikat pada tanah menghadap sinar matahari yang gersang tanpa di beri makan atau pun minum, hingga kelaparan dan kehausan.


Saat matahari tepat di atas kepala,dimana panasnya telah membuat Padang pasir seperti panasnya neraka dunia, Bilal pun di pakai baju besi. sehingga panas nya berkali kali lipat dari sebelumnya. Sungguh, malangnya Bilal bin Rabah.


Namun tak ada kata yang terlontar dari bibir nya, selain kata " Ahad...Ahad...Ahad..." yang membuat Umayyah semakin putus asa dan semakin menjadi jadi dalam menyiksa Bilal bin Rabah. Umayyah pun mencambuk Bilal dengan cemeti, lalu menaruh sebongkah batu besar pada dada budak kecil itu hingga tulang iga nya patah dan sulit bernafas.


"Sampai kau mengakui dewa dewa sebagai Tuhanmu, baru akan ku bebaskan." perintah Umayyah kesal.


Jasad mu milik tuhan,tetapi hatimu milik Tuhan.


Allah pun mendatangkan pertolongan pada Bilal bin Rabah melalui Abu Bakar As Shiddiq yang mendengar kabar penyiksaan Bilal bin Rabah di padang pasir. Dengan cepat, Abu Bakar As Shiddiq mendatangi mereka berdua untuk membeli Bilal bin Rabah dan membebaskan dari perbudakan.


Umayyah pun menawarkan harga Bilal bin Rabah secara gila gilaan. Ia meminta 10 Dirham emas, yang langsung di sanggupi oleh Abu Bakar As Shiddiq.


Dengan begitu, terbebaslah Bilal dari perbudakan Umayyah bin Khalaf. Ia telah merdeka dan menjadi seorang manusia seutuhnya, sekaligus sebagai seorang muslim yang awal awal memeluk Islam.


Jangan bersedih Bilal, Allah maha melihat.....


"Dan janganlah kamu bersikap lemah dan jangan (pula ) bersedih hati."


(QS.Ali'Imran 139)


"Jangan lah bersedih karena mereka," dan " jangan lah bersedih sesungguhnya Allah selalu bersama kita."


(QS.At Taubah 40)


Ia tak akan menyia nyiakan imam di dada, iman yang telah mengubah hidup seseorang dari sebelumnya.


Dia, laki laki yang pernah menjadi budak, berkulit hitam, berpostur kecil, di pandang rendah tanpa harga, bahkan di siksa tanpa rasa manusia, namun karena iman di dada, Allah SWT mengangkat derajatnya. Sampai detik ini namanya masih membumi,jasad nya tenang di alam Barzakh.namanya telah terpampang di pintu surga sebagai calon penghuninya.


Sementara mereka yang pernah menganiaya adalah laki laki yang berkuasa di dunia, glamor dan hidup mewah, seta mencicipi berbagai keindahan dunia. Namun karena jauh dari Allah, hidup nya berujung sengsara.


"Lalu di adakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah Dalamnya ada Rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa."


(QS. Al Hadid:13)