
Seorang sahabat berencana mendatangi rumah Umar bin Khattab untuk mengadukan kelakuan istrinya, Ia jenuh di omelin terus terusan, maka curhat pada sahabat adalah keputusan yang tepat. Ia butuh masukan tentang balasan apa yang harus di lakukan pada sang istri.
Langkah kaki nya menyusuri halaman rumah Umar bin Khattab,belum juga mengetuk pintu, langkah kaki nya tiba tiba berhenti. Sayup sayup namun terdengar jelas, ia mendengar suara Omelan istri Umar bin Khattab yang sedang memarahi Umar.
"aduh, saya datang kesini untuk mengadukan istri ku. Tapi ternyata Umar pun punya masalah yang sama seperti ku."batin nya.
Ia segera memutar arah haluan badan nya 180 derajat, berniat ingin pulang. Namun sayang, tiba tiba Umar bin Khattab mendapati dan memanggil nya.
"oh,eh...Aku ingin mengadukan istri ku ke pada mu. Hanya saja, saya tak sengaja mendengar engkau di omelin istri mu.Maka dari itu, saya memutuskan untuk pulang ." jawab nya dengan gugup dan gelagapan.
Dengan bijak, Umar bin Khattab pun berkata:
"Aku memaafkan istri ku karena hak hak nya pada ku.
Pertama, istri ku itu tabir antara aku dengan neraka, keberadaan nya menenangkan hati ku melakukan yang haram. Kedua, Istri ku itu bendahara untuk ku, saat aku keluar rumah, ia menjaga nya. ketiga, istri ku pemutih kain ku yang mencuci pakaian ku. ke empat, istri ku itu perempuan yang menyusui anak ku. kelima, istri ku itu pembuat roti dan tukang masak bagi ku."
mendengar ucapan Umar bin Khattab, sahabat tadi membenarkan dalam hati dan merasa lega.
"Istri ku persis dengan istri mu, karena engkau memaafkan istri mu maka aku pun memaafkan istri ku."
Umar bin Khattab, lelaki tegas Yang langkah kaki nya membuat setan terbirit ketakutan. Ia yang paling gentar melawan musuh, tak ada rasa takut sama sekali dalam kamus hidup nya. Sosok nya tegas, membuat siapa saja segan. Namun siapa sangka, suatu hari di hadapan istri ia tertunduk diam dan mendengarkan. sebab dalam nya ilmu beliau,luas nya iman, hingga ia tahu benar menempatkan segala emosi. Tegas pada yang mesti di tegasi. Bersabar pada hal hal yang harus di maklumi.
Umar bin Khattab lelaki yang tak segan menjulurkan pedang, ingin menghunus kaum kafir yang berniat merusak agama Islam.
Hingga membuat musuh ketar ketir mendengar nama nya di sebut. Namun siapa sangka, ia membungkam tanpa membalas saat di omelin.
Ia tahu menempatkan rasa marah dan sabar pada tempatnya. Itu lah sebaik baik nya sifat cerdas. Tak sembarang marah, dan tak asal sabar. Ia menakar semua pada porsi nya.
Umar bin Khattab lelaki tegas Yang saat mendapati seorang kafir berkata kasar pada nabi, ia segera naik pitam padahal bukan ia yang di marahi.
Tak Sudi ia mendengar manusia lain menyakiti hati nabi . Wajah nya memerah, emosinya memuncak, lali menarik kerah baju lelaki yang berkata kasar itu, dengan niat memberi nya pelajaran. Namun, ia terdiam di omelin sang istri. Bukan berarti tak sanggup melawan, hanya saja ia tahu zona untuk membalas dan zona untuk terdiam.
"maka, disebabkan Rahmat Allah SWT lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu."(QS.Ali'Imran/3:159)