
Selama pembelajaran berlangsung, suasana kelas begitu damai dan hening, guru killer yang mengajar tadi kembali mengajar di kelas 12 IPA 1. Guru yang terkenal dingin dan galaknya ini bernama pak Tino, ia mengajar dua mata pelajaran yaitu Biologi dan Kimia. Tidak heran kalau pak Tino sering mengajar di kelas ini.
Pak Tino yang masih menjelaskan materi pelajaran dengan panjang lebar, membuat semua murid bosan mendengarkan penjelasannya yang menurut mereka terlalu berbelit-belit. Terlebih lagi waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang, dan suasana kelas yang panas pun menambah kejenuhan para siswa.
Kebanyakan dari mereka tidak mendengarkan penjelasan dari pak Tino, ada yang terus melihat jam tangannya dengan harapan bel istirahat kedua segera berbunyi, ada yang menahan rasa kantuknya, dan lebih parahnya lagi para siswa yang duduk dibelakang sibuk memakan cemilan yang mereka bawa dari kantin waktu istirahat pertama, tentunya tanpa sepengetahuan pak Tino.
Hanya ketua kelas, dan Naury yang masih kuat mendengarkan penjelasan dari pak Tino. Naury sedang mencatat poin-poin penting dari penjelasan pak Tino dengan sangat teliti dan juga rapi. Sedangkan teman di sampingnya sudah tidak sadarkan diri, Kirana tidur dengan posisi kepalanya bersandar pada tembok dan wajahnya ditutupi oleh buku pelajaran.
Naury tentu hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena untuk pertama kalinya melihat orang yang tidur pada saat seseorang menjelaskan materi, menurut Naury itu tindakan yang tidak terpuji.
Kalau saja Kirana masuk asrama mungkin tindakannya saat ini akan membuat petaka bagi dirinya sendiri.
Naury terus mencatat, walaupun tidak menoleh ke arah pak Tino sama sekali, pendengarannya dan otaknya yang tajam mampu mengingat setiap kata yang pak Tino ucapkan.
Kriiing...Kriiing...Kriiing!!
Bell istirahat kedua telah berbunyi, semua murid di kelas itu bersorak kegirangan. Pak Tino terlihat menghela nafasnya dengan kasar.
"baik pembelajaran hari ini bapak akhiri sampai disini" ucap Pak Tino sebelum keluar dari kelas.
Seluruh murid-murid pun telah berbenah, menaruh semua buku pelajaran dan alat tulis ke dalam tas mereka masing-masing. Begitu juga dengan Naury, sedangkan Kirana yang terlihat masih setengah sadar, mengucek-ngucek matanya. Kirana menoleh ke arah Naury, sembari menutup mulutnya karena menguap.
"tidurmu nyenyak?" tanya Naury menggoda Kirana.
Kirana hanya mengangguk, ia masih mengumpulkan kesadarannya agar dapat berbicara dengan Naury.
"apa ada tugas dari guru killer?" tanya Kirana dengan penuh semangat.
Naury yang masih sibuk memasukkan buku pelajaran dan alat tulisnya ke dalam tas pun menoleh ke arah Kirana, ia pun mengernyit.
"gini nih anak generasi jaman sekarang, guru menjelaskan dia malah tidur, mau jadi apa nanti kau?" ceramah seorang Naury kepada Kirana.
Kirana kembali menutup mulutnya karena menguap "sudah selesai ceramahnya?" tanya Kirana dengan santai.
Naury tidak menghiraukan, ia merogoh tasnya dan diambilnya ponsel dan buku catatan miliknya, lalu diberikan kepada Kirana.
"ini buku catatanku, semua yang pak Tino tadi jelaskan sudahku catat kau tinggal menyalinnya, ku beri waktu sehari untuk mencatatnya, besok kau harus sudah mengembalikan buku catatanku ini, aku harus pergi ada sesuatu yang harus aku lakukan, dan kalau jam pelajaran selanjutnya aku tidak kembali bilang kepada ketua kelas bahwa aku ada urusan diluar kelas oke! bye" ucap Naury menjelaskan kepada Kirana.
Kirana yang kebingungan hanya menganggukkan kepalanya tanpa bertanya balik kepada Naury, ia bahkan tidak sempat bilang terima kasih kepada Naury, yang sudah berlalu meninggalkan Kirana yang masih duduk mematung mencerna penjelasan dari Naury.
.....
Naury nampak berjalan dengan santainya menyusuri koridor sekolah hingga sampai di tempat tujuannya, yaitu gudang sekolah yang terlihat terbengkalai. Naury terus mondar mandir di koridor tepat diseberang gudang. Agar tidak ada yang curiga ia sesekali berhenti lalu berdandar pada tembok koridor sembari memainkan handphone-nya.
Setelah dirasa aman dan murid-murid lain sudah sedikit yang menyusuri atau berlalu lalang di sana, Naury pun langsung bergegas menuju gudang tersebut.
Insting Naury mengatakan bahwa ada yang tidak beres di gudang itu, seperti ada sesuatu yang membuatnya terus memikirkan dan ingin menyelidiki gudang tersebut. Naury akhirnya sampai dengan hitungan detik di depan gudang dan dibukanya knop pintu gudang tersebut.
Naury memaksa untuk masuk, namun pintu gudang itu terkunci, dan ia pun mencari cara agar ia dapat masuk ke dalam gudang.
kriing...kriiing...kriiing!!!
Bell masuk kelas kembali berbunyi, Naury segera mencari tempat persembunyian terlebih dahulu agar tidak ada yang mengetahui keberadaannya di gudang itu. Ia bersembunyi di bawah meja dekat gudang yang ditutupi kain hitam panjang sampai ke lantai.
Naury dapat mengintip beberapa orang yang melewati koridor itu dari lubang kecil kain hitam tersebut. Ia menunggu beberapa saat, dan setelah semua murid sudah memasuki kelas, dan dianggap sudah tidak ada orang lain lagi yang berlalu lalang di dekat gudang Naury pun keluar dari tempat persembunyiannya. Namun dewi fortuna mungkin berpihak padanya saat ini, dibawah kain hitam tersebut terdapat kunci yang ia duga adalah kunci gudang itu.
Naury segera mengambil kunci tersebut lalu kembali ia membuka pintu gudang itu.
"binggo!" ucap Naury dengan senangnya.
Sebelum memasuki gudang itu, Naury menyapu sekitar tempat dengan pandangan waspada, agar tidak ada sepasang mata pun yang melihatnya memasuki gudang tersebut.
Setelah dirasa cukup aman, ia segera memasuki gudang, tidak lupa ia mengambil kunci gudang yang bergelantungan di knop pintu.
"mari kita lihat benda menakjubkan apa yang ada disini" ucap Naury dengan penuh keyakinan bahwa ia akan mendapatkan sesuatu dari tempat itu.
Naury menyapu isi gudang tersebut, memandang setiap detail gudang yang penuh akan debu dan barang rongsokan yang mungkin sudah didiamkan disana selama beberapa bulan, diambilnya sarung tangan hitam miliknya dari saku rok yang ia kenakan lalu ia mulai melancarkan aksinya dengan mengobrak abrik isi dari gudang tersebut.
Barang-barang yang tertata rapi kini telah berserakan di lantai, tidak peduli berapa banyak debu yang mengotori sarung tangannya dan rambutnya yang kotor akan sarang laba-laba. Naury terus mencari sesuatu yang dianggapnya istimewa.
Setelah beberapa lama ia mencari namun tidak ada satu pun barang yang istimewa, hanya tumpukan barang-barang yang tidak layak dipakai lagi. Namun disaat ia memindahkan sebuah kardus kosong, ia menemui sebuah laci yang gagangnya berwarna hitam bersih tanpa adanya debu sedikit pun, akibat ditutupi oleh kardus tadi.
ia sangat penasaran apa isi dari laci itu, sehingga ia pun memutuskan untuk membukanya.
Naury menyeringai dengan senyum gembira "sudahku bilangkan filingku selalu benar, sesuatu yang mereka anggap tidak penting ternyata ada sesuatu yang sangat istimewa berada di dalamnya" kini senyuman Naury mirip seperti joker, tentunya sangat menyeramkan.
Diambilnya barang istimewa tersebut lalu dimasukkan ke dalam celana pendek yang ia kenakan.
Setelah mendapatkan sesuatu yang ia inginkan, Naury langsung membereskan kekacauan yang ia buat di gudang tersebut, diletakkannya semua barang-barang yang ia jatuhkan ke lantai ke tempat semula. Ingatan Naury sangatlah tajam, sehingga semua barang-barang tersebut nampak seperti sedia kala. setelah membereskan kekacauan itu Naury langsung pergi meninggalkan gudang tersebut, namun tentu dengan tingkat kewaspadaan yang cukup tinggi. Ia menoleh ke arah luar gudang meyakinkan dirinya bahwa tidak ada seorang pun yang melihatnya.
Setelah dirasa cukup aman Naury pun mengunci kembali gudang itu dan diletakkannya kunci itu ditempat semula. Naury pun langsung lari terbesa-gesa agar tidak ada yang mencurigainya.
Namun sayang ada sepasang mata yang melihat Naury dari kejauhan, seorang pria menggunakan kemeja putih dan celana panjang hitam berdiri melihat Naury keluar dari gudang tersebut. Pria itu menggunakan kaca mata hitam dengan kedua tangannya bersidekap di dadanya lalu melontarkan senyuman sinis ke arah Naury yang sudah hampir tidak terlihat lagi.
****Benda apa yang dibawa oleh Naury dan siapa pria yang melihat Naury itu?
Apakah ada kaitannya dengan benda yang dibawa oleh Naury?
Penasaran?
Yuk ikuti terus ceritanya dengan menekan tombol "favorite"😊****