
membuat ia risih, dimana sebelum ada Naury, Kirana tidak pernah menjadi pusat perhatian dan ia selalu menyendiri membuatnya dikucilkan di kalangan teman-temannya. Namun, ia juga sangat berterima kasih kepada Naury karenanya ia bisa makan dikantin dengan sangat puas dan juga merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang teman.
"Hei Naury, kau baru kan mengenalku. Kenapa langsung mentraktirku?" Celetuk Kirana, dengan menggebrak novel yang tadi berada di depan matanya dan dibantingnya ke atas meja.
Naury yang sedang mengutak atik ponselnya pun terkejut, namun masih berkutik dengan ponselnya.
"Anggap saja tanda terima kasih karena kau sudah menunjukkan ruangan kepsek kepadaku." Naury melihat Kirana sekilas dan melemparkan senyum lalu kembali berkutik di depan layar ponselnya.
Mereka berdua sibuk dengan urusan mereka masing-masing, dan tanpa disadari pesanan yang mereka pesan sudah datang. Satu mangkuk berisi bakso untuk Naury serta segelas es teh dan satu mangkuk berisi soto ayam lengkap dengan air putih untuk Kirana, sudah siap disajikan di atas meja dan siap untuk disantap.
"Ah aku lapar" Celetuk Kirana
"Ya, makanlah dan kalau kau mau pesan lagi pesan saja" Sahut Naury.
Kirana hanya menggeleng, karena tidak enak dengan Naury sambil menyantap soto ayam dihadapannya yang masih panas. Naury tertawa pelan.
"Jangan merasa tidak enak seperti itu, kita kan teman, katanya sedang berhemat, jadi manfaatkanlah kebaikanku ini" Ucap Naury
"Karena kau temankulah, membuatku tidak akan mau memanfaatkan kebaikanmu, cukup sesekali saja." Sahut Kirana dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Tidak apa, anggap aku memaksamu." Sahut Naury sambil memotong bakso yang ukurannga lumayan besar.
"Hhm baiklah, terima kasih." Ucap Kirana pasrah dan tidak mau berdebat dengan gadis itu.
"Aku tahu siapa kau, jangan membuat masalah dengan temanku apa lagi denganku atauku pastikan akan mematahkan kedua tanganmu." Batin Naury.
Ia tidak mengetahui, bahwa ada yang lebih berbahaya lagi dibandingkan dengan tatapan intens dari laki-laki itu. Ya, tentu saja para penggemar gila dari laki-laki itu.
"Hah akhirnya habis juga." Ucap Naury, sembari mengelap mulutnya dengan tisu makan.
"Kau lambat sekali makannya." Goda Kirana sambil tertawa cekikikan.
"Ini kau bilang lambat?
Mungkin cara makanmu kali seperti orang kerasukan" Ejek Naury tidak mau kalah dengan Kirana.
Beberapa menit mereka ngobrol santai di kantin, tidak terasa bel sekolah sudah berbunyi, menandakan pelajaran selanjutnya akan segera berlangsung. Mereka pun beranjak dari kantin menuju kelas.
Namun baru mereka akan beranjak dari tempat duduk, mereka disapa oleh seorang laki-laki, bukan disapa lebih tepatnya dicegat untuk tidak masuk kelas. Laki-laki itu tak asing bagi Kirana, namun nampaknya mereka berdua tidak menyukai laki-laki itu. Mereka memang memiliki kemiripan.
**Maaf bab ini sudah Firebird hapus setengah karena Author Firebird ingin menyempurnakan/memperbaiki novel ini mohon pemaklumannya ya teman-teman setia pembaca
Tapi jangan khawatir ceritanya masih berlanjut kok☺ semoga kalian suka dengan cerita yang aku buat dan selalu setia dengan cerita-cerita Firebird**!!!!!