
Fanny meletakkan ranselnya di atas meja, hari ini adalah hari pertama ia akan memulai melaksanakan challenge dari Rifa. Yah kesibukkannya bertambah satu, mengawasi balok es.
BRUUK!
Rifa membanting tas ranselnya di atas meja, membuat Fanny menatapnya lalu tersenyum.
"Kenapa?" Fanny memulai pembicaraan, Rifa duduk di bangku sebelah Fanny dengan kasar.
"Sebel gue." jawab Rifa singkat.
"Oh." balas Fanny, Rifa menatap Fanny dengan tatapan mata kesal.
"Just OH!" kesal Rifa, Fanny mulai membuka bulu pelajarannya. Berusaha tetap fokus walaupun manusia disebelahnya sedang kacau.
"Terus, gua harus apa?" tanya Fanny tak berdosa, membuat kekesalan Rifa menjadi tingkat dewa.
"Tanya, kenapa kek! Siapa yang bikin lo kesel kek! Atau apa gitu.." Rifa melepaskan emosinya, Fanny melirik Rifa yang tengah dilanda emosi.
"Oh, Fa! Lo tau artinya ini apaan?" Fanny menyodorkan buku pelajarannya, bukannya mendapatkan jawaban, Fanny justru mendapatkan tatapan horor dari Rifa.
"Heh, canda kali. Santuy!" Fanny menepuk bahu Rifa, "Gua tau kok, pasti ada hubungannya ama si Dani temennya balok es itu kan?!"
Tatapan horor Rifa hilang seketika, berubah menjadi ekspresi wajah yang lesu. "Ho o, kemaren gue mulai nyoba PDKT. Gue follow akun Instagramnya, tapi nggak di konfirm!" jelas Rifa panjang lebar, Fanny merogoh saku rok abu-abunya, mencari keberadaan ponselnya.
"Nih!" Fanny menyodorkan ponselnya pada Rifa, "Coba pake akun Instagram gua." saran Fanny. Rifa meraih ponsel Fanny, membuka aplikasi Instagram.
"FANNY!!" pekik Rifa, membuat Fanny tak sengaja mencoret bukunya. Baru saja Fanny hendak bertanya Rifa sudah mengeluarkan kalimatnya.
"Baru juga gue follow, masak ig lo dah di follback!" kesal Rifa menunjukkan layar ponsel Fanny, "Mana di like semuanya lagi." kesal Rifa, Fanny berusaha tenang, tak ingin sahabatnya bertambah kesal.
"Bagus dong! Tinggal lo dm, suruh follback akun lo." saran Fanny, dengan segera Rifa melakukan saran dari sahabatnya.
"Eh ada pengumuman di mading tuh!!" teriak seseorang di lorong kelas, Fanny menengok, melihat kerusuhan yang terjadi.
"Apaan sih Fa?" Rifa hanya mengendikkan bahunya tak tahu. Fanny bangkit dari duduknya, meninggalkan Rifa yang masih asik dengan ponselnya.
"Ada apaan si?" tanya Fanyy pada adkel yang ikut melihat mading.
"Ada lomba kak, tapi nanti ada seleksinya. Lomba cerdas cermat klo nggak salah." jelas adkel tersebut.
"Oh, lomba doang." saut Fanny.
"Tapi semua jurusan boleh ikut Deng kak!" imbuhnya dan berlalu pergi, Fanny menggigit bibir bawahnya, berfikir.
🌟🌟🌟
Fanny menyuap satu sendok batagor ke mulutnya, menatap Rifa yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Udah di follback?" Fanny berusaha mengintip, Rifa menyembunyikan ponselnya. "Hmm.." Fanny tersenyum menggoda.
"Udah!" pekik Rifa senang.
"Tuh, coba kalo nggak pake bantuan gua." tutur Fanny bangga, Rifa memajukan bibirnya.
"Iya-iya, makasih Fanny! Makanan lo gue bayar deh." ucap Rifa senang.
GUBRAK!
Kericuhan terjadi di meja kantin sebelah mereka, membuat Rifa menatap meja sebelah.
"Ngapain diliatin?" tanya Fanny sambil menyuapkan batagor ke mulutnya. Rifa memegagang pipi Fanny, langsung mengarahkan wajah Fanny ke meja sebelah. Sadar siapa yang diliatnya Fanny segera membuang wajah.
"Fa! Cabut aja kuy!" Fanny menatap Rifa serius, Rifa yang tak mandengar jelas apa yang dikatakan Fanny hanya memandang ke arah Fanny.
"Fanny ya!" sapa seseorang di sampingnya, Fanny menoleh, mendapati Dani yang menatapnya.
"Eh iya, ketemu lagi." Fanny menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dani yang duduk di samping Farrell pindah tempat ke samping Fanny, membuat Fanny menatap Rifa.
"Gue mau nanya." Dani berkata serius, "Lo dulu nilainya pernah tuh diatas anak MIPA, lo ikut lomba nggak?" Fanny menjilat bibirnya, bingung akan menjawab apa.
"Belum tau sih, emang lo ikut?" Fanny bertanya balik, Dani malah menggaruk kepalanya.
"Ya kali gue ikutan, kalo ikut pun paling udah ke eliminasi ma si Farrell tu!" kesal Dani.
Keeliminasi sama Farrell? Berarti dia ikut? Fanny melirik ke arah Farrell yang tengah memakan es krimnya.
"Oh, lagi pula kalo lo ikutan si Rifa kayaknya bakalan ikut juga tuh!" tambah Fanny, Rifa yang menyadari kalimat Fanny langsung melempar Fanny dengan gulungan tisu.
"Eaaaa! Dani nieeee..!" goda teman-teman Dani, membuat Dani kembali duduk di tempatnya semula.
"Iya ni Fan! Tadi aja ada yang mau follback ignya pake nanya segrup!" mendengar itu Dani menunjukkan tinjunya. Meja Farrell pecah dengan keramaian, membuat Fanny tersenyum tipis.
Oke, gua bakalan ikutan lomba gara-gara lo Rel! Fanny melirik Farrel yang tersenyum tipis.