Sky Fighters

Sky Fighters
25. Mutant



Pembagian Tim Setiap Jet Fighter


Alvin Hansen x Athena Adelina (Flying Fox)


Gerald Davin x Karla Katherine (The Shadow)


Rion Anderson x Irene Jeanne (Dark Wings)


Francoise Richard x Karine Andromeda (Little Falcon)


Axel Rafael x Veronica Paulina (Night Hunter)


Alvin dan Francoise berjalan menyusuri hutan untuk mencari keberadaan kedua peneliti tersebut. Dengan mengikuti titik koordinat yang dikirimkan oleh kedua orang peneliti tersebut. Akhirnya Alvin dan Francoise berhasil menemukan mereka berdua


"Hei, kalian baik-baik saja?" Tanya Alvin


"Yah! Kami baik-baik saja, ayo cepat pergi dari sini!" Jawab seorang peneliti yang tampak sudah cukup tua


"Bagaimana denganmu?" Tanya Francoise pada peneliti yg satunya


"Aku juga baik-baik saja!" Jawab peneliti satunya yang tampak berusia 25 an awal


Mereka lalu berlari secepat tenaga untuk mencapai ke Jet Fighter. Namun di tengah perjalanan, tiba-tiba saja peneliti yang sudah tua itu mengalami serangan jantung dan langsung jatuh seketika


"Hei, kau tidak apa-apa?" Tanya Peneliti yang masih muda tersebut


"Yah, aku baik-baik saja, hanya sedikit pusing" Jawab peneliti yang sudah tua tersebut


Francoise melihat ada luka di telapak tangan peneliti yang sudah tua tersebut, luka itu mirip seperti luka gigitan manusia. Ia lalu berjalan sedikit menjauh dari mereka dan memberi tau Athena untuk menyiapkan obat bius


"Ayo, kita harus bergegas sekarang!" Ucap Alvin seraya membantu peneliti yang sudah tua tersebut untuk berjalan


Setelah menempuh jarak kurang lebih 1,5 km, akhirnya mereka sampai di Jet Fighter dan Athena yang sudah menunggu dengan gelisah pun akhirnya merasa tenang


Di dalam Jet Fighter, Athena langsung memberikan suntikan bius dengan dosis sedang kepada kedua peneliti tersebut dengan dalih, bahwa suntikan itu hanya untuk meredakan kegelisahan dan trauma serta memberikan efek menenangkan. Usai memberikan suntikan bius tersebut, kedua peneliti tadi langsung pingsan seketika, lalu Alvin memborgol tangan keduanya


"Kapten, kami sudah melakukan semuanya sesuai perintah, dan kami akan segera kembali" Ujar Alvin melalui alat komunikasinya


"Copy, silahkan kembali" Balas Anthony


"Fran, kenapa kau bisa tau jika orang tua itu terinfeksi?" Tanya Alvin


"Aku menyadarinya ketika orang tua itu terkena serangan jantung tadi, dan ia terus berusaha menutupi luka gigitan itu" Jawab Francoise


"Teliti juga ya kamu" Celetuk Athena memujinya


Sesampainya di Sky Air Base, kedua peneliti tadi langsung dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut


Malam hari pun tiba, hujan kembali turun, namun tidak begitu deras, hanya saja rasanya malam itu ada sesuatu yang buruk akan terjadi


"Entah kenapa aku merasakan firasat buruk soal ini" Gumam Alvin seraya mengingat keadaan peneliti yang terluka tadi


Dan benar saja, apa yang ditakutkan Alvin, akhirnya terjadi. Alarm markas Sky Air Base berbunyi dengan kerasnya. Semua orang di Sky Air Base panik usai mendengar rumor bahwa ada orang yang berubah menjadi monster dan sedang mengacak-acak laboratorium penelitian


Suasana menjadi chaos tak terkendali, ditambah Sky Air Base yang tiba-tiba kehilangan kendali dan bergerak menuju daratan bumi seperti hendak jatuh


Personil Sky Fighter pun langsung menuju ruang kendali, dan ternyata di sana mereka tidak menemukan kapten mereka, dan dua bawahannya


"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Karine panik


"Jika terus seperti ini, Sky Air Base dalam bahaya!" Ujar Karla


"Tapi kita juga tidak bisa melakukan apa-apa! Karena kita tidak tau bagaimana cara mengoperasikan Sky Air Base ini!" Sahut Athena


"Lagipula ruang kendali ini juga bukan ruang kendali utama yang digunakan untuk mengemudikan Sky Air Base sepenuhnya!" Ucap Axel


"Duh! Apa yang harus kita lakukan sekarang?!" Ujar Veronica panik


"Lebih baik kita segera pergi dari tempat ini! Kita harus menuju ke Hanggar sekarang!" Ucap Alvin


"Ya, Alvin benar!" Sahut Irene setuju


"Ayo pergi!" Ajak Francoise


Mereka lalu berlari dengan susah payah menuju hanggar karena kondisi Sky Air Base yang terus terkena turbulensi dan guncangan yang hebat


Sesampainya di Hanggar, mereka terkejut bahwa beberapa Jet Fighter seperti Little Falcon dan Night Hunter sudah tidak ada di tempatnya bahkan Jet Fighter The Shadow sudah rusak akibat terkena reruntuhan dari bagian-bagian milik Sky Air Base. Yang tersisa hanyalah Jet Fighter Flying Fox dan Dark Wings


"Sepertinya yang tersisa hanya Jet Fighter milik Irene dan Alvin!" Ujar Veronica


"Kalau begitu ayo kita bergegas!" Ajak Francoise


Alvin, Athena, Axel, Veronica dan Karla pergi menaiki Jet Fighter Flying Fox. Sementara Irene, Francoise dan Karine menaiki Dark Wings


Ketika hendak lepas landas, Irene merasa gugup, karena biasanya yang menerbangkan Dark Wings adalah rekannya, yaitu Rion. Maka dari itu Francoise yang mengambil alih untuk menerbangkan Jet Fighter Dark Wings tersebut


"Irene, jangan memaksakan diri, biar aku saja!" Ujar Francoise


"Baiklah, terimakasih Fran" Ucap Irene


Kedua Jet Fighter tersebut akhirnya berhasil lepas landas dari dalam Sky Air Base


Ketika sudah berada di luar Sky Air Base, dari dalam Jet Fighter, mereka semua melihat bahwa beberapa bagian tubuh dari Sky Air Base sudah mulai hancur akibat beberapa ledakan dan turbulensi yang diterimanya. Perlahan namun pasti, Sky Air Base mulai menukik tajam ke bawah


"Sebenarnya apa yang sedang terjadi? kenapa bisa menjadi chaos seperti ini?" Gumam Karla pelan


"Athena, bisa kau akses kamera pengawas di Sky Air Base, mungkin masih ada beberapa yang berfungsi" Pinta Alvin


"Tentu!" Jawab Athena


Athena mulai mengotak-atik layar monitornya dan mencari beberapa kamera pengawas yang dapat diakses. Dan akhirnya ia menemukan beberapa tampilan rekaman dari kamera pengawas di Sky Air Base. Ketika melihat rekaman video dari kamera pengawas tersebut. Hal yang mengerikan dan tak pernah terbayangkan pun terlihat dengan jelas pada rekaman kamera pengawas tersebut


To be continued