
REVIEW:
Markas itu berwarna biru dan putih dengan banyak teknologi-teknologi seperti komputer, layar lebar, dan juga agak ramai disana. Frank membawa Yanto ke sebuah ruangan. Ruangan itu berisi obat-obatan lengkap, komputer, meja persegi panjang,dan secarik kertas misi untuk Yanto.
“ ini misi untukmu.....! “ ucap Frank memberikan secarik kertas.
Yanto membuka surat itu dan membacanya.
“ apa...!! membawakan jantung monster langit bawah 1.....??! “ ucap Yanto kaget setelah membaca tulisan yang ada di secarik kertas yang diberikan Frank.
“ iya...itu saja....” balas Frank “ sekarang kembali dan lakukan misi itu.... “
Seketika Yanto langsung berada di kamarnya. Yanto otomatis lemas, karena Yanto belum tahu ciri-ciri Langit bawah 1. Tetapi Yanto hanya bisa pasrah dan merebahkan diri di kasur miliknya.
NOW:
Hari kelulusan pun tiba, guru-guru, wali murid dan murid duduk di kursi yang di sediakan. Acara perpisahan hari ini terdapat penampilan-penampilan pada awal acara dan wisuda atau perpisahan kelulusan SD kelas 6. Acara wisuda kecil berjalan dengan sangat lancar dan meriah. Yanto pulang bersama Ibunya dengan berjalan kaki. Sesampainya dirumah, Yanto izin kepada ibunya untuk pergi bermain di luar rumah. Yanto sebenarnya ingin menyelesaikan misi dari Frank. Saat Yanto keluar rumah, Yanto bertemu dengan teman-temannya untuk bermain bersama. Dan Yanto pun pasrah lalu mengikuti ajakan teman-temannya.
“ kita mau main apa...?? “ tanya Yanto.
“ sebenarnya kita mau menjelajahi suatu tempat Yaitu rumah kosong Yang sangat luas dan besar seperti rumah orang kaya.....nah...!! kami ingin menjelajahinya. Sekalian ujinyali....hehe...!! “ jawab Andi.
“ iya benar itu....!! “ balas Abdul.
“ iya benar sekali....!! “ balas Iko juga sambil mengangguk.
‘ pas sekali.....!! ‘ pikir Yanto.
“ oke tunggu apa lagi.....? ayo...!!! “ Andi langsung melesat menggunakan sepeda gunungnya.
“ ayo....!! “ ucap Abdul dan Iko menaiki sepeda ontel milik Abdul sedangkan Iko menumpang dengan Abdul.
“ baiklah.... “ ucap Yanto sembari mengambil sepeda BMX merah miliknya di dalam rumah lalu melesat kencang menyusul temannya.
Sesampainya dirumah tersebut, Yanto dan kawan-kawan menatap rumah tersebut dengan rasa penasaran. rumah tersebut dipenuhi dengan lumut, tumbuhan merambat, dan tanaman lainnya. Gentengnya bocor dan rusak, pintu rusak sebelah, tembok retak, cat luntur, dan plafon yang bolong. Yanto langsung antusias memasuki rumah kosong itu dan meninggalkan teman-temannya di luar.
“ eh....e..eh... jangan tinggalin dong....!! “ ucap kawan-kawan menyusul Yanto.
Kawan-kawan berlari menuju Yanto dan kaget bahwa di dalam ruangan tersebut terdapat barang-barang perabotan rumah yang ditinggalkan, seperti sofa rusak, jam besar, meja yang sudah hancur, lemari kayu yang sudah rusak, dan alat makan rusak lainnya yang berserakan. Di dalam ruangan seperti agak becek dan agak gelap.
“ wih....ko serem ya.... “ ucap Iko merinding.
“ i...i...iya cuy..... “ ucap Andi.
“ biasa aja sih.....masa cowok nggak berani.... “ balas Yanto.
Iko pun terdiam saat mendengar ucapan Yanto dan berusaha melawan ketakutannya.
Yanto berjalan menuju ruangan berikutnya, terdapat tangga melingkar yang menuju ke lantai 2. Yanto langsung menuju teman-temannya yang masih berada di ruangan yang pertama.
“ teman-teman di ruangan itu ada tangga yang menuju lantai atas.....!! kita naik yuk...! “ ajak Yanto.
Teman-temannya hanya bisa mengangguk, padahal mereka sendiri yang mengajak Yanto pergi di rumah kosong ini dan menjelajahinya.
Saat menaiki tangga tersebut, seperti ada Yang mengikuti Yanto. Yanto pun merasakan hawa keberadaannya. Setelah sampai di lantai atas tiba-tiba hawa keberadaannya hilang. Yanto pun merasakan hal Yang aneh. Di lantai atas ini lebih gelap dari lantai bawah, untungnya Yang membawa senter kecil untuk menyinari ruangan yang sebenarnya senter kecil itu untuk menjalankan misi.
“ bagaimana dengan ini....lantai atas ini sangat luas dibandingkan lantai bawah....!! “ ucap Yanto.
“ luas sekali.....tapi tetap ini lebih menyeramkan dari yang di lantai bawah..... “ ucap Abdul makin merinding.
Angin tiba-tiba menerpa Yanto dan kawan-kawannya. Kawan-kawannya bersembunyi dibalik tubuh Yanto.
“ hi........serem...kok ada angin?!? “ ucap Andi kaget.
‘ kenapa ada angin...?? padahal tidak ada celah di lantai atas ini sampai menyebabkan angin Yang cukup kuat tiupannya...? ada apa ini....?!! ‘ pikir Yanto.
Tiba-tiba Yanto merasakan hawa keberadaan yang kuat di belakangnya – dan di belakangnya terdapat teman-temannya yang sedang bersembunyi di balik dirinya – dan tiba-tiba ada serangan mendadak. Yanto dengan sigap menangkis serangan yang membuat senternya terjatuh.
“ kalian ambil senter dan pergi dari sini.....!!! “ perintah Yanto.
Mereka pun mengambil senter dan berlari menuju keluar rumah.
“ cepat keluar dari sini.....!!!! “ perintah Yanto sambil berteriak.
Kawan-kawannya berhasil keluar dari rumah tersebut.
Kini sekarang hanya terdapat 2 orang saja yang berada di rumah tersebut. Monster itu tiba-tiba berdiri dan mengangkat tangannya lalu mengepalkannya yang membuat angin berhembus sesisi ruangan. Yanto pun bersiap-siap.
“ beraninya kau melawanku langit bawah 1.....ternyata memang benar....terdapat bocah yang memiliki kekuatan yang tidak biasa. Hah...... “ monster itu menurunkan tangannya “ mari kita bersenang-senang.....!! “ monster itu dalam sekejap sudah berada di depan Yanto dan menyerangnya.
DUIIIISHHHH
Yanto menangkisnya dan memukulnya dengan keras dan bertubi-tubi. Monster itu terlihat masih kuat dan melontarkan pukulan angin pusar miliknya.
WRUUUUUUUUUSHHHH
Yanto berhasil terpental sehingga membuatnya berdarah di bagian kepala dan sekujur badannya.
“ bagaimana rasanya......enak bukan... “ monster itu mengangkat Yanto dan memukulnya sekali lagi.
WRUUUUUUUUUSHHHH
Yanto pun terpental jauh untuk kedua kalinya.
Saat monster itu mendekati Yanto, Yanto langsung melontarkan pukulan magma berduri panas dan membuat matanya tiba-tiba memancarkan cahaya merah api.
CROOOOOTSSHHH
Perut monster itu bolong dan meleleh. Monster itu pun kalah dan tak lupa Yanto sempat mengambil jantung Langit bawah 1 saat melontarkan pukulan terakhir.
Yanto pun lega dan menuju keluar rumah.
Teman-temannya kaget saat melihat Yanto berdarah dibagian kepala dan sekujur badannya. Yanto pun langsung ingin pergi pulang ke rumah dan membersihkan sebelum Ibunya tahu bahwa Yanto berlumuran darah. Setelah membersihkan darah, Yanto langsung menghubuni Frank dan memberi tahu kepadanya bahwa ia sudah menyelesaikan misi. Frank pun datang ke kamar Yanto menggunakan teleportasi dan mengambil jantung Langit bawah 1 lalu pergi tanpa perkataan sekalipun. Yanto pun merasa lega dan rebahan untuk mengembalikan energinya.
Keesokan harinya, tiba-tiba datang Andi kerumah Yanto. Yanto terbangun dari tidur dan masih acak-acakan. Lalu Yanto beranjak dari ranjang dan mengintip dari jendela kamarnya yang menuju langsung ke halaman depan rumahnya.
“ eh…Yanto ada yang ingin ku bicarakan “ ucap Andi.
“ oh……..eeeemmmhh…..hoaaammm…..iya bentar lagi tunggu “ balas Yanto.
Yanto pun bergegas ke lantai satu dan membukakan pintu rumah sekalian membuka jendela yang ada.
“ nanti siang aku mau pindah rumah… “ ucap Andi mendadak yang membuat Yanto seketika melotot.
“ apa…!! “ balas Yanto kaget “ kenapa dadakan sekali…!! “
“ karena bapakku mau pindah tempat kerja cabang ke pusat yang berada di Jakarta “ jawab Andi.
“ lah…terus kamu sudah mengabari Abdul dan Iko…?!? “ tanya Yanto.
“ sudah sih….. “ jawab Andi singkat.
“ bagaimana responnya…..??! “ tanya Yanto lagi.
“ ya….dia agak tidak terima kalau aku pindah….. “ jawab Andi lagi.
“ ooh…..hmm… “ balas Yanto.
“ Yanto….hmm….sejak kapan kamu mendapatkan kekuatan itu….?? “ tanya Andi.
“ hah....!! “ Yanto kaget “ hmm......itu sih.....rahasia...hehe “
“ ya sudah..... “ ucap Andi “ kalau begitu aku pulang dulu ya.....mau siap-siap soalnya.... “
“ ya sudah....hati-hati di jalan oke.....! “ ucap Yanto.
“ ya dadah......!! “ Andi pergi.
‘ pagi-pagi sudah mendengar begituan......jadi merasa kehilangan. Walaupun sudah lulus, tetapi tetap saja tidak mau kehilangan teman yang ku kenal..... ‘ pikir Yanto “ hah..... “ Yanto menghembuskan napas.