Siyanto

Siyanto
MISSION



REVIEW:


            Keesokan harinya Yanto pun seperti biasa mandi dan bersiap-siap untuk sekolah seperti biasa tapi dengan perasaan yang sangat berbeda. Lalu Yanto duduk dimeja makan dan memakan sarapan yang berada diatas meja makan dengan lahap. Kemudian Yanto berangkat menggunakan sepeda BMX warna merah miliknya dengan perasaan gembira. Sesampainya disekolah, Yanto langsung dihampiri 3 orang jagoan disekolahnya. Yanto menatap ketiga orang jagoannya dengan pandangan membara. Ketiga orang jagoan pun pergi meninggalkan Yanto karena perasaan takut.


NOW:


Lalu Yanto pun langsung masuk kedalam kelasnya dengan hawa yang berbeda dari sebelumnya. Ketiga teman Yanto pun mendekati Yanto dengan bingung dan bertanya-tanya.


“ tumben kamu kayak berani banget… “ ucap Abdul.


“ iya tumen banget. Biasanya kau murung..?? “ Iko bertanya-tanya.


“ biasa aja… “ ucap Yanto.


“ kamu kayaknya jadi bahan omongan dikalangan cewek tuh….. “ celetus Andi.


Yanto menatap gerombolan cewek disebelah kiri barisan tengah kebelakang yang sedang mengobrol. Bu Guru tiba-tiba masuk dengan mengucapkan salam kepada muridnya.


“ assalamu’alaikum anak-anak..!! “ salam Bu Guru.


“ wa’alaikum salam Bu Guru… “ jawab anak-anak didalam kelas.


Bu Guru pun memulai pelajaran seperti biasa. Disaat belajar ada makhluk misterius yang sedang memata-matai dari jarak jauh dengan menggunakan kekuatannya.


“ hahaha ternyata kau masih ada keturunan ya… “ ucap makhluk misterius tersebut “ sepertinya akan ada revolusiku untuk memusnahkan umat manusia. Dan aku akan bekuasa dibumi ini… tapi aku harus waspada dengan bocah keturunan Andrew Nikolas ini… aku harus mengamitinya terlebih dahulu…. “ makhluk itu – bernama cooles – melanjutkan pengamatanya dengan menggunakan kekuatannya.


            Yanto merasakan ada yang mengintainya. Beberapa jam kemudian bel istirahat berbunyi. Teman-teman sekelas dengan Yanto keluar kelas secara bersamaan. Yanto hanya duduk dikursinya. Beberpa menit kemudian jam istirahat telah habis dan anak-anak masuk kekelas masing-masing unuk melanjutkan pembelajaran seperti biasa. Kemudian ada sesuatu hal aneh dengan Gurunya sekarang yang sedang menundukkan kepalanya. Gurunya menunjukkan wajah dengan mengangkat kepalanya, ternyata dia adalah Frank.


“ apa… kenapa dia ada disini…?? Kenapa dia menjadi Guru dikelasku “ Yanto bergumam.


“ kenapa Yanto…?? “ Tanya Iko yang duduk dibangku sebelah kiri Yanto.


“ nggakpapa kok… “ jawab Yanto singkat.


“ ooohh…. “ Iko menanggapi.


Frank mengajarkan pelajaran bahasa inggris. Frank ternyata lancar mengucapkan kata-kata dalam bahasa inggris. Anak-anak memperhatikan dengan seksama, kecuali dengan Yanto yang masih bingung.


“ hei kamu, yang lagi melamun…!!! “ ucap Frank.


 “ iya ada apa… “ Yanto menanggapi dengan nada sedikit geram.


Frank mendekati Yanto dan tangannya untuk memberikan barang aneh kepadanya secara diam-diam. Ternyata itu adalah alat komunikasi jarak jauh.


“ ingat Yanto misimu… “ Frank berbisik.


Yanto mengangguk.


            Frank pun melanjutkan pelajarannya sampai jam pelajaran bahasa inggris selesai. Guru yang lain masuk dan melanjutkan pelajaran yang berikutnya. Beberapa jam kemudian bel pulang berbunyi kencang, anak-anak pun pulang kerumah masing-masing kecuali Yanto. Yanto pergi ke mushola tempat ia mengaji. Dia pun menelusuri setiap sisi namun tidak ada monster yang muncul. Yanto pun melihat rawa-rawa dibelakang masjid dan mengeceknya. Saat mengecek Yanto tiba-tiba ada sesuatu yang mengikatnya dan menariknya ke arah rawa tersebut.


“ uuugghhh…!!! “ Yanto terkejut.


Yanto masuk ke rawa, untung rawa tersebut dangkal sekali. Tiba-tiba ada monster yang muncul bentuk badan seperti manusia tetapi kakinya seperti lintah maupun ular dengan lender warna hijau dan menjijikkan.


“ hahahaha…!!!!! “ monster itu tertawa.


“ berisik… “ Yanto memukul wajah monster tersebut dengan tangan berapinya.


“ aaaaaarghhh…!!! “ monster itu teriak kesakitan dan terpental jauh.


Monster itu hancur perlahan-lahan dari kepala sampai ekor yang menjijikkan.


            Yanto pun berjalan pulang dengan mengabari Frank lewat alat komunikasi yang diberikannya. Yanto berjalan pulang dengan tenang. Sesampainya dirumah, Yanto membuka pintu dan mengucapkan salam.


“ assalamu’alaikum “ Yanto mengucapkan salam.


“ wa’alaikum salam” Ibunya menjawab salam.


Yanto segera naik dan masuk kedalam kamarnya juga mengunci kamarnya. Dia hanya melakukan aktivitas seperti biasa yaitu rebahan dikasurnya. Sore telah tiba teman-temannya seperti biasa menghapiri rumah Yanto dan mengajaknya untuk pergi mengaji.