
Pada malam hari dengan suasana gerimis ada seorang anak sedang merenungkan kejadian pagi tadi dikamarnya yang berlantai 2 dengan gaya rumah adat jawa campur modern. Anak itu berambut andercut warna hitam berwajah
pas-pasan tinggi 145 cm di usia 12 tahun, dia bersekolah tingkat SD, dia bernama Yanto. Kesokan harinya Yanto bangun dengan muka masam dan rambut acak-acakan. Dia pun turun tangga dengan sempoyongan. Ada Ibunya yang sedang memasak di dapur.
“ cepat mandi sana, sudah bau… “ kata Ibu sedang memasak.
“ iya Bu… “ jawab Yanto. Yanto pun melaksanakan perintah Ibu.
Beberapa menit kemudian, Yanto sudah mandi dan sudah berseragam sekolah SD. Yanto pun berjalan ke dapur dan duduk dikursi depan meja makan yang tersedia berbagai lauk yang lezat. Ibunya duduk dibagian depan tempat duduknya Yanto.
Ibunya menghela napas.
“ kenapa kamu selalu bersedih??... “ Ibu memulai percakapan di meja makan. Karena Yanto Ayahnya telah meninggal dunia, Yanto semakin frustasi. “ pasti kamu masih sedih karena kepergian Ayahmu…? “
Yanto tiba-tiba berhenti . Lalu melanjutkan makannya.
Setelah makan, yanto langsung pamit dan berangkat sekolah dengan menggunakan sepeda BMX warna merah dengan jok warna biru, stang warna silver. Yanto mengendarai sepeda dengan kencang. Lewati jalan berbelok dan juga jalanannya tidak halus. Yanto harus bersabar untuk melewati jalanan yang rusak ini. Sesampainya disekolah, Yanto pun duduk dengan wajah masam. Tiba-tiba ada 3 anak yang menghampirinya.
“ kenapa mukamu masam..??? ” Tanya Andi – di adalah teman baik Yanto.
“ iya… kenapa?? “ Tanya Iko dia adalah teman masa kecil Yanto.
“ nggak apa-apa… “ Jawab Yanto.
“ beneran nggak papa…?? “ Tanya Abdul – dia adalah teman dekat Yanto.
“ iya nggak papa…. “ Jawab Yanto. Tiba-tiba ada guru yang masuk kelas Yanto.
“ assalamu’alaikum “ Ibu guru memberi salam ke anak kelas Yanto – dia adalah guru kelas Yanto yang baik hati.
“ wa’alaikumsalam bu guru..!!! “ Jawab anak-anak kelas.
Pelajaran pun dimulai setelah anak-anak kelas menjawab salam. Isirahat tiba dan anak-anak pun keluar kelas dengan riangnya, sedangkan siYanto dibawa oleh segerombolan anak jagoan di sekolah ke belakang sekolah untuk dipukuli. Ada orang misterius yang seperti mengikuti segrombolan itu dari belakang.
“ hahahahaha…. “ Jagoan itu memukuli Yanto – bernama juher dan kawan-kawan. “ ayo…!!! Lawan aku ayo..!! hahahaaa…!!! “.
BOOOMMM!!
Ada asap yang tiba-tiba muncul tepat dibelakang Jagoan itu. Seseorang muncul dari balik asap dan menyerang segerombolan anak Jagoan itu dengan cepat. Orang misterius itu menatap wajah Yanto dan menghampirinya. Yanto pun ketakutan dan berlari menjauhi orang tersebut. Orang misterius itu melempar benda aneh yang membuat
Yanto pingsan.Beberapa lama kemudian, Yanto bangun dari pingsannya. Yanto kaget setelah bangun dari pingsannya karena dia bangun ditempat yang tidak dia kenal. Tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya. Ternyata orang misterius yang kemarin – seorang laki-laki berambut mohwak badan ideal dan tinggi – yang telah membuatnya pingsan.
“ kamu sudah bangun ya.. “ kata orang misterius.
“ ka..kamu siapa..?? “ Tanya Yanto.
“ Aku adalah Frank, kamu ada di PJ – petualang jawa – dibagian kamar anggota “ jawab Frank.
“ kenapa Aku dibawa kesini….?? “ Tanya Yanto.
“ karena kamu mempunyai potensi untuk menjadi pahlawan “ jawab Frank “ dan kamu sudah dimasukkan serum hiro ke dalam tubuhmu… “
“ lalu apa kekuatanku… “ Tanya Yanto lagi.
“ kau akan mengetahuinya nanti “ jawab frank singkat “ baik kembalilah… “ Frank menunjukkan telapak tangannya dan Yanto tiba-tiba ada dikamarnya.
“ ha…??? “ Yanto kebingungan.
Yanto masih bingung dengan apa yang dialaminya tadi. Yanto pun duduk santai di ranjangnya dan ingin rebahan sejenak dikasur. Tiba-tiba Ibu membuka pintu kamarnya.
“ loh kamu udah pulang toh…?? “ Tanya Ibu.
“ udah dari tadi kok… “ jawab Yanto “ Ibu saja yang nggak sadar kalo aku sudah pulang “
“ ooo yaudah… “ lalu Ibu pergi keluar kamar siYanto.
“ fuuiihhh…untung Ibu nggak tau kalo aku tiba-tiba teleport kesini… “ Yanto menghela napas.
Yanto pun melanjutkan rebahannya dikasur. Sore pun tiba, Yanto dihampiri teman-temannya kerumahnya untuk pergi mengaji bersama. Yanto pun langsung bersiap-siap untuk mengaji dan berangkat menuju mushola dengan mengucapkan salam kepada Ibunya sebelum beangkat.