
REVIEW:
Yanto pun melanjutkan rebahannya dikasur. Sore pun tiba, Yanto dihampiri
teman-temannya kerumahnya untuk pergi mengaji bersama. Yanto pun langsung
bersiap-siap untuk mengaji dan berangkat menuju mushola dengan mengucapkan
salam kepada Ibunya sebelum berangkat.
NOW:
.
Diperjalanan menuju mushola Yanto menceritakan kejadian tadi ke teman-temannya.
“ bagaimana kau bisa teleport…?? “ Tanya Iko.
“ mungkin saat frank menunjukkan satu telapak tangannya…?? “ jawab Yanto.
“ mungkin-mungkin… “ kata tamannya serentak.
Yanto dan kawan-kawan pun sampai di mushola tempat ia mengaji. Mushola itu kecil berbentuk persegi, cat warna hijau dan 3 kubah kecil, 1 kubah sedang berwana emas diatas musholanya. Ia pun bertemu dengan pak ustad dan memulai belajar mengaji seperti biasa. Beberapa menit kemudian Yanto dan teman-temannya selesai mengaji, Yanto dan teman-temannya pulang. Dipertengahan perjalanan pulang, Yanto merasakan sesuatu yang aneh didepan gang buntu yang harusnya dia lewati.
“ teman-teman kalian duluan saja… “ kata Yanto.
“ kenapa??? “ Tanya andi.
“ nggak papa. Sudah sono..!! “ Yanto menyuruh teman-temannya.
“ yaudah…. “ jawab teman-temannya.
Teman-temannya pun meningalkan siYanto didepan gang buntu. Yanto pun masuk gang buntu tersebut. hal yang tidak terduga terjadi disisni. Yanto tiba-tiba seperti mendapatkan kekuatan yang sangat besar. Tiba-tiba muncul monster dari balik tembok diujung jalan buntu, dengan bentuk seperti manusia, berkulit pucat, badan besar berotot, botak dengan wajah yang menyeramkan, dengan kuku tajam dijari-jari tangan.
“ uuugh..!!! “ Yanto terkejut dengan apa yang dilihatnya.
“ hei kau manusia, sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya?? “ Tanya monster tersebut.
“ siapa kau sebenarnya..!?! “ keberanian tiba-tiba muncul dalam diri siYanto.
“ apa mungkin yang kau maksud adalah ayahku…?!! “ Tanya Yanto.
“ mungkin benar…tapi ayahmulah yang menjadi penyebab tuanku hampir mati…!!! “ monster itu tiba-tiba menyerang Yanto dengan cakarnya.
SRING….
Monster itu menyerang Yanto dengan kuku-kuku tajamnya. Yanto pun menghindar dari serangan monster tersebut.
Yanto merasakan kekuatan besar dikedua tangannya. Tiba-tiba kedua tangan memunculkan hawa panas yang luar biasa, lalu kedua tangan menjadi tangan api. Kemudian Yanto muncul didepannya dan memukul monster tersebut dengan bertubi-tubi. Monster tersebut terpental ke dinding tempat dia muncul dan monster itu hancur berkeping-keping. Kedua tangan siYanto yang berapi itu menghilang. Yanto sepertinya sudah mulai terbiasa dengan kekuatannya.
“ apakah ayah ada hubungannya dengan monster ini…??? “ kata Yanto.
Hari mulai gelap, Yanto pun segera menuju rumahnya dengan sangat cepat berkat kekuatan yang dimilikinya. Yanto pun segera masuk kedalam rumah dengan mengucapkan salam.
“ assalamu’alaikum… “ Yanto masuk dengan mengucapkan salam.
“ wa’alaikum salam “ Ibunya menjawab salam Yanto.
Yanto pun segera masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu dari dalam. Yanto duduk diranjang sambil memikirkan apa yang dikatakan oleh monster tersebut. Dalam renungannya Yanto terkejut karena tiba-tiba ada frank muncul didepannya. Frank muncul dengan berpakaian kemeja warna biru tua bergaris-garis berwarna putih dan memakai dasi berwarna hitam.
“ dasar…kau mengagetkanku “ ucap Yanto agak kesal.
“ maaf…Aku kesini untuk melihat perkembangan kekuatanmu “ Frank duduk disamping kiri Yanto “ kau kenapa…? " tanya Frank.
“ tidak apa-apa “ jawab Yanto.
“ sepertinya kau sudah lebih kuat ya….. “ kata Frank.
“ ya seperti itulah… “ kata Yanto.
“ ok “ Frank berdiri “ dan satu lagi yang ingin aku sampaikan, yaitu misi untuk mengalahkan monster dekat mushola yang sering kau datangi “
Frank pun menghilang secara tiba-tiba. Yanto pun melanjutkan aktivitas sebelum tidur seperti biasa.
Keesokan harinya Yanto pun seperti biasa mandi dan bersiap-siap untuk sekolah seperti biasa tapi dengan perasaan yang sangat berbeda. Lalu Yanto duduk dimeja makan dan memakan sarapan yang berada diatas meja makan dengan lahap. Kemudian Yanto berangkat menggunakan sepeda BMX warna merah miliknya dengan perasaan gembira. Sesampainya disekolah, Yanto langsung dihampiri 3 orang jagoan disekolahnya. Yanto menatap ketiga orang jagoannya dengan pandangan membara. Ketiga orang jagoan pun pergi meninggalkan Yanto karena perasaan takut.