
Maher sudah sampai dirumah 2 jam yang lalu kemudian langsung
mengambil HPnya di lemari dan mengaktifkannya.
“Audi sudah sampai dirumahnya belum yah?” kata Maher sambal
mengetik nomor Audi
“sms aja kali yah”
Maher
Assalamualaikum, Audi udah sampai belum?
1 menit
2 menit
3 menit
Audi
Waalaikumsalah belum kak, masih dijalan
Maher
Hati hati yah. Pulang sama siapa?
Audi sengaja membalas 6 menit kemudian
Audi
Abang aku kak.
Maher
Salamin yah sama calon kakak ipar
Maher membalas secepat kilat.
Audi
iya kak.
Audi memblas 9 menit kemudian.
Maher
Nanti malam ada rencana gak? Ke Alun alun yuk
Cukup lama Maher menunggu balasan Audi. Sedangkan Audi sengaja
membalas dengan selang tiga menit tiap pesan wkwkwkkw.
Audi
Ok kak.
Maher
Nanti aku jemput yah
Audi
jangan kak, kita ketemu di Alun-Alun aja. Tetanggaku punya anjing galak.
melihat sms Maher yang ingin menjemputnya, Audi membalas secepat kilat.
sedangkan Maher, hanya senyum senyum melihat balasan Audi yang tidak masuk akal.
**
Setelah Sholat Isya, Maher sudah siap siap berangkat ke Alun
Alun padahal tujuan utamanya adalah mengajak Audi makan di taman kota. Karna
dimalam hari, taman kota berubah menjadi wisata kuliner namun taman kota dan
Alun Alun hanya di berjarak seberang jalan dan orang orang sudah terbiasa
dengan sebutan Alun Alun meskipun yang mereka maksud adalah taman kota.
Sama halnya dengan Maher, Audi juga sudah bersiap siap
dengan ketiga kakaknya. Setelah memarkir mobil, Maher menguhubungi Audi
menanyakan apakah sudah sampai atau belum.
Tuuuut ….
Assalamualaikum, Halo. Audi
Waalaikumsalam, kamu dimana? . Maher
Dekat stand penjual mie ayam kak. Kak Maher dimana? .
Audi
Maher celingak celinguk mencari Audi dan setelah memastikan
jika yang dilihatnya adalah Audi, Maher berjalan mendekat.
Pake baju pink yah? . Maher
Iya kak. Audi
Yaudah aku kesana. Maher
Setelah Maher mendekat, dia pun menyapa Audi dan dalam hati merasa bahwa salahsatu dari list
kencannya atau target yang ditetukan teman-temannya akan terlaksana. Tapi
tunggu dulu, kok didekat Audi ada tiga laki laki dan sangat kentara jika mereka
datang Bersama karna mereka bertiaga berdiri dekat Audi.
“Hai ” sapa Maher
“Hai kak. Kak maher sama siapa?” balas Audi dengan senyum
“sendirian aja” Jawab Maher sambil menjukkan raut wajah
bingung melihat tiga laki laki didekat Audi
“ooooooh iya kenalin kak ini Abang-abang Aku. Abang Gibran,
Abang Malik sama Abang Ridwan.” Audi menjawab kebingungan Maher
“Aku ajak sekalian supaya ramai kan kalau banyak yang ikut
jadinya rame trus seru, gak canggung. Lagian mereka juga sudah lama tidak
pernah kesini jadi aku ajakin aja sekalian” tambah Audi lagi sambil menahan
tawa
“aaaaah iya. Kenalin kak, Maher kakelnya Audi di pesantren”
Maher hanya iya iya aja sambil menyalami Abang Audi satu persatu.
“Gibran”
“Malik”
“Ridwan”
Buseeeet kakaknya cowok semua lagi bakalan canggung
banget nih mana kakaknya ngeliatinnya kayak gini banget, nih bocah dapat ide
dari mana sih pake ngajak kakaknya segala? Hadeeeh
Batin Maher
Akhirnya mereka memesan mie ayam yang memang terkenal di
wisata kuliner tersebut.
“ Maher udah kelas berapa?” Gibran mengawali percakapan
“Kelas XII kak” jawab maher
“Waaah bentar lagi tamat dong. Mau lanjut dimana?” tanya
Gibran lagi
“Insya Allah semoga lulus maunya lanjut di UK kak di
Birmingham” jawab Maher lagi
“Aamiin semoga lulus yah. Kok jauh banget mau ke Inggris?”
Tanya Gibran lagi sedangkan Ridwan dan Malik hanya menyimak
“Soalnya Inggris itu dream country kak, salahsatu wishlist
pengen banget kuliah disana trus ke old traffold sama Stamford bridge.”
Ternyata Abang-abang Audi tidak seseram keliatannya.
“Sama dong kayak Audi dia juga mau kuliah disana nantinya
malahan udah bikin list mau ngapaian aja di Inggris nanti dari SMP tapi kalau Audi mau kuliah di Edinburgh katanya supaya punya
kesempatan ketemu Pangeran Philip” Ridwan menimpali ucapan Maher
“Serius kamu mau kesana? Semoga ya. Tapi apa hubungannya
University of Edinburgh sama Pangeran Philip? ” Maher takjub. Bagaimana mungkin
dia punya dream country yang sama dengan Audi.
“Loh, kan gelarnya Duke of Edinburgh. Nyambungin aja kak ”
jawab Audi
“jadi kalau mau ketemu Pangeran William, kuliah di Cambridge
University secara gelar dia Duke of Cambridge? ” tanya Maher sambil menahan
tawa
“Approximately”
“hahahahhaah ada ada aja ” sesaat Maher lupa sama taruhannya
sama teman-temannya. Dia hanya merasa nyaman ngobrol dengan Audi dan
kakak-kakaknya.
“niatnya nanti mau beasiswa atau mandiri?” tanya Ridwan pada
Maher
“Beasiswa Adam kak” jawab Maher
“oooooo” padahal dalam hati, Ridwan baru pertama kali
mendengar Lembaga beasiswa yang satu ini.
“eh udah jam 9 pulang yuk nanti dicaariin Mama karna Audi
masih dibawah umur ” Akhirnya mulut besi Malik terbuka.
“eh iya kak.” Maher bangkit dan hendak membayar mie ayam
daan es jeruk yang mereka pesan.
“gak usah. Biar Abang aja yang bayar. Uangnya kamu tabung aja
buat ketemu Frank Lampard ” Gibran
mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan uang.
“eh, makasih kak.”
Dan mereka pun berpisah di parkiran.