Simply Love

Simply Love
Hari Pertama dikelas



Hari Pertama Masuk Kelas..


Tidak ada yang istimewa dihari pertama masuk kelas menurut


Audi. Padahal, jika di SMA 17 mungkin Audi sudah menikmati saat saat jadi siswa


kelas X yang selalu digombal sama kakak kelas, mulai punya crush, mulai sibuk


balas chat dari secret admirer dan sederet keseruan lainnya.


“Aku duduk sebangku sama kamu, boleh?” Zahrana datang


membawa buku dan tempat pensil.


Satri disini memang sangat jarang memakai tas dengan alasan


ribet.


“Boleh. Tapi ini aku duduk didepan meja guru loh, soalnya


aku nggak suka duduk dibelakang. Selain malas ribut sama teman teman yang


memang sudah mengincar tempat itu, aku juga jadi nggak bisa liat papan tulis


secara jelas”. Audi piker tidak akan punya teman duduk karna kebiasaannya ini.


“no problem. Aku juga suka duduk didepan kok” balas Zahrana


“Audi ya?” Irwan mulai berkenalan dengan semua penghuni


kelas dengan gayanya yang tengil


“iya ” Audi membalasnya dengan senyum


“kamu itu kalau diam kayak sinis jutek cuek tapi kalau sudah


senyum, manis banget ya ampun. Sering sering senyum dong” lagi lagi Irwan


dengan gayanya yang tengil


Audi membalas ucapan Irwan dengan tatapan sinis.


“eh guys pak Munawir sudah datang, Allahu akbar baru masuk


kelas udah dapat Matematika aja” Mhyta datang dengan hebohnya.


“ya elah Matematika doang. Heboh banget sih si Mhytos” Irwan


“paansih minggir. Awas ya kalua kamu gangguin aku selama


pelajaran” Mhyta memukul lengan Irwan menggunakan buku


“Mhyta sama Irwan kok bisa akrab begitu ya? Padahal kan


waktu MTs kelas  mereka pisah” Audi


bertanya kepada Zahrana


“Katanya sih mereka dulu pernah dekat. Tapi karna ada


something, jadi mereka udah nggak dekat lagi tapi sekarang merek malah kayak


berantem terus” jawab Zahrana


“kok kamu tau?” kadang Audi berfikir darimana Zahrana tau


info info seperti ini.


“ya kan kalau aku naik ke ranjangnya si Mhyta dia suka


ceritain beberapa hal tentang teman teman banin yang lanjut ke Aliyah” jawab


Zahrana.


“oooooh” Audi hanya ber ooh ria


Karakter Audi yang cuek sama keadaan sekitar membuatnya


kadang ketinggalan info yang (tidak) penting seputar teman temannya.


sangat tinggi tentang orang orang di pesantren, Audi justru tidak ingin tahu


apa apa soal orang orang di pesantren baik yang kasat mataa maupun yang tidak


kasat mata.


“Her, Audi tuh” Wilda, kakel yang memaharahi Audi kemarin


soal tanda tangan.


Flashback


*” Audi, orangnya yang mana? Ada nggak? ”Wilda memegang


kertas tanda tangan Audi dan memaggilnya.


Audi angkat tangan


“Maju kedepan” Wilda mulai meniggikan sedikit suaranya.


“Feeling aku udah nggak enak nihh pasti mau dimarahi gara


gara tanda tangannya tidak full”. Batin Audi sambal jalan kedepan.


“Kamu Audi? Gini yah, salahsatu tujuan kami kasi tugas


cari tanda tangan seperti ini tuh supaya kalian bisa kenal atau tau sama guru


guru, pemabina, staff sama kakak kelas kalian tapi kok malah di palsukan gini


sih tanda tangannya” wilda mulia emosi.


“Nah kan, ku bilang juga apa hadeeeh pasti aku disuruh


nangis nih, tapi gimana yah? Aku nggak bisa nangis kalau kayak gini. Kapan


selesainya sih ini” Batin Audi sambil melihat Wilda Kembali menegur beberapa


adek kelas dan teman temannya sambal memegang kertas tanda tangan.


Selanjutnya hanya terdengar suara suara kakak kelas yang


menegur adek adek kelas yang menurut mereka melakukan kesalahan.


“OMG why why why” Audi benar benar sudah bosan berdiri


sambil melihat beberapa adek MTs yang mulai nangis.


Wilda dan yang lain masih bicara kemana mana sampai


akhrinya … surprise kita cuma bercanda maaf yah adek adek bla bla blab bla di


akhiri dengan kakel berdiri berjejeran dan para santri baru maju untuk salaman.


“duh bentar lagi sampai didepan kak Maher, nangis ngga


yah? Tapi aku benar benar tidak bisa nangis. Hmm tapi karna kak Maher udah baik


banget tiga hari ini, aku nangis deh lagian dia agak mirip suho exo” batin Audi


sambal menyalami kakel didepannya.


“Hei Audi, hahahaha maaf yah. Aku bentak kamu tadi” Maher


mengatupkan tangannya didada


“iya kak nggap apa apa ” huaaa hahahhaa air mataku yang


berharga benar benar jatuh. Batin Audi sambal menyeka air matanya


“nih tissue” kata maher sambil mengeluarkan sebungkus


kecil tissue dari kantongnya.


Flashback off


* **