
Apel sore adalah hal rutin yang dilakukan santri agar tidak
ada yang telat pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat maghrib. Setiap
melaksanakan apel, perwakilan masing masing asrama wajib melaporkan jumlah penghuni asrama,
melaporkan berapa santri yang sholat, santri yang halangan, santri yang sakit
dan santri yang pulang.
Setelah apel, semua santri menuju ke masjid dan membawa
Al-Qur’an, buku tulis dan kitab yang sesuai dengan jadwal pengajian rutin tiap
malam.
Selesai sholat maghrib, para santri pun duduk berbaris
kebelakang sesuai dengan aturan yang sudah di tentukan. Santri kelas VII MTs banat (santri perempuan)
menempati tempat duduk bagian depan dan seterusnya sampai kelas XII Aliyah
duduk paling belakang untuk mengawasi adek adek kelas yang tidak memperhatikan
pengajian. Hal yang sama juga berlaku untuk santri banin.
“Bismillahirrahmanirrahiim, jadi karna malam ini adalah
pengajian pertama kalinya untuk santri baru, jadi saya mukaddimah dulu, mungkin
ada di antara kalian yang masih belum terbiasa dengan kebiasaan disini yang
berbeda dengan kebiasaan kalian dirumah. Mulai dari sholat wajib yang dilakukan
secara berjamaah, sholat duha yang harus dilakukan setiap pagi, menyetor bacaan
qur’an tiap hari, belum lagi dikelas ada hifdzan(menghafal Al-Qur’an) tapi itu
semua pada dasarnya untuk kebaikan Ananda sekalian, semua pasti ada hikmahnya
yang mungkin belum bisa ananda rasakan sekarang. Mungkin untuk sekarang terasa
berat untuk dijalankan, mungin terasa sangat terpaksa mungkin diawali dengan
keluhan. Kenapa seperti itu? Karena kalian belum terbiasa. Bagaimana caranya
supaya terbiasa? Ya harus di mulai, harus paksakan dulu dan yang paling penting
harus ikhlas menjalaninya. Apabila kalian sudah ikhlas, Insya Allah disitulah
kita akan dapat berkahnya. ”
*kok ucapan pak Amirul seolah olah untuk aku yah?* batin
Audi sambil memperhatikan pengajian.
Pengajian masih berlangsung dan semua santri, khususnya
santri baru menyimak setip ucapan pak Amirul didepan.
“eh, perasaan aku aja atau memang kak Maher liatin kamu
terus?” Mhyta bertanya ke Audi sambal bisik bisik.
“makanya jangan pake perasaan” Audi membalas ucapan Mhyta
sambal berbisik juga
“Aku udah liatin dia dari tadi. Matanya gak pernah lepas
dari kamu” Akhirnya Mhyta menulis di bukunya karna takut ketahuan sama kakel
XII Aliyah di belakang.
“Ya trus kenapa klo dia liatin aku?” Audi membalas ucapan
Mhyta dengan menulis di buku pengajian juga.
“kalau menurutku yah, dia suka sama kamu” tulis Mhyta lagi.
“Impossible. Aku masih baru banget kaleee disini. Baru satu
pekan juga” tulis Audi lagi
“ya gak ada hubungannya sih. Kemarin aja kamu ditemani ke
kantin sama ke ruangan pa Rifki” Balas Mhyta lagi
“Intinya, it’s impossible” tulis Audi lagi
“Possible” tulis Mhyta lagi
“Impossible” balas Audi lagi
“Tsummassalam Assalamu alakikum warahmatullahi wa barakatuh”
pak Amirul menutup pengajian tanpa mereka berdua sadari.
menggelar sejadah.
Setelah pengajian dilanjutkan dengan sholat isya setelah
itu, santri Kembali ke asrama masing masing dan ke dapur untuk makan malam.
Pulang dari dapur pesantren, Audi mendengar namanya dari
kejauhan setelah berada didepan asrama, Audi dipanggil oleh Rafikah santri
kelas XII Aliyah tang bertugas sebagai seksi keamanan di masjid selama
pengajian.
“Audi, nanti ke Aula pertemuan Aspuri (asrama putri) yah dan tolong panggilakan
Mhyta juga ” kata Rafikah sambil mengecek kertas ditangannya.
“iya kak, berdua aja ya kak?” Audi memastikan
“iya. Kan yang melanggar Cuma kalian berdua” kata Rafikah
lagi
“melanggar apa ya kak? Perasaan saya tidak pernah melanggar
deh ” Audi berpikir kapan tepatnya dia melanggar
“hmmmm sebelum kalian berdua surat suratan kan kalian bisik
bisik dulu. Dengar gak tadi pak Amirul bilang apa dipengajian? ” balas Rafikah
lagi
“dengar dong kak, aku juga catat sampai satu halaman penuh”
kata Audi dengan bangganya
“intinya, kalian surat suratan dan tidak memperhatikan
pengajian sampai akhir. Udah masuk sana jangan lupa panggil Mhyta juga ” kata Rafikah sambal merapikan
kertas ditangannya.
“iya kak. ”
**
“Mhytaa … taaa … mhyt… Allaku Akbar malah main HP. Kita di
sanksi tau gara gara surat suratan. Kamu sih pake bisik bisik trus lanjut tulis
surat” Audi mulai menarik tangan Mhyta supaya bangun
“itu hal biasa dalam dunia silat” jawab Mhyta asal
“what do you mean? Udah cepetan kita disuruh ke aula
pertemuan aspuri” Audi menuruni tanggal ranjang Mhyta.
Ranjang yang digunakan disini adalah ranjang tingkat dan
untuk Audi sendiri lebih memilih di ranjang bawah.
“termyata Cuma kita
berdua yang dari Aliyah hahahahah” Mhyta duduk didepan Rafikah
“Iya. Itu karna Cuma kalian berdua yang cerita pada saat
pengajian” Rafikah mulai mode serius
“maaf kak. Tadi Cuma penasaran aja sama something dan
kebetulan Audi duduk dekat aku” balas Mhyta
“hmmm. Jadi Sanski kalian adalah, membersihkan MCK besok
siang dan sekalian buang sampahnya” kata Rafikah sambil menuliskan sesuatu dikertas.
“iya kak. Satu hari aja kan kak?” Audi ingin memastikan
“iya satu hari aja, tapi kalau mau lebih dari satu hari juga
gak apa apa. Oh iya kamu hati hati aja sama Maher atau santri banin yang
menurut kamu agak aneh. Jangan di ladenin” Rafikah berdiri dari duduknya siap
siap keluar
“kenapa kak?” Audi tidak mengerti maksud Rafikah
“udah, keluar yuk. Jangan lupa sankskinya yah”
Rafikah keluar terlebih dahulu dari aula pertemuan Aspuri.