
Juli 2011,,,
"nggak ma. aku nggak mau"
kata audi ketika mama memutuskan untuk menyekolahkannya di pesantren disaat Audi sudah janjian sama teman teman SMP nya untuk melanjutkan sekolah di SMA yang cukup bergengsi di kotanya.
Bahkan Audi sudah membayangkan memakai putih abu abu sambil jalan di koridor sekolah. aaaaah masa SMA ..
" sekolah di pesantren atau tidak sekolah?. sekolah di pesantren itu bagus nak, kamu cuma mikir untuk belajar. nggak mikir lagi untuk hal lain"
kata mama masih dengan nada lembut.
"tapi nggak bebas. nggak mau" . kata audi lagi masih berharap mama berubah pikiran.
"loh memangnya kamu mau bebas ngapain?. keputusan mama sudah bulat pokoknya kamu sekolah di pesantren. nanti malam Ahmad bawa formulirnya ke sini".
ancaman yang sebenarnya merugikan Audi sendiri. sebenarnya Audi termasuk anak yang pintar dan selalu berada di jejeran 3 besar itu pula yang membuat dia diterima di SMA yang bergengsi di kota itu.
"terserah, yang rugi juga bukan mama" .
mama kayaknya nggak mempan sama ancaman Audi.
🌸🌸🌸
Dan benar saja, setelah sholat magrib Ahmad bawa formulir pendaftaran. Ahmad ini sepupu Audi yang sekolah di pesantren jadilah mama minta tolong sama dia buat ambil formulir.
formulir di isi malam itu juga dan di kembalikan keesokan paginya, 3 hari kemudian tes dan Lima hari setelah tes pengumuman dan Audi masuk dalam lima besar yang semakin membuat mama sama Daddy merasa kalau Audi cuma asal mogok belajar. Tapi kita liat aja kedepannya.
cerita di mulai,,,,,