
Hari pertama MOS...
*hopefully, today is my day
ya Allah semoga hamba kuat sampe kelas 3 Aliyah. ya Allah semoga mama tergerak hatinya supaya hamba boleh pindah sekolah* belum 24 jam di pesantren, Audi sudah berdoa supaya bisa pindah sekolah.
sebenarnya bukan tanpa alasan Audi tidak menerima kenyataan sekolah di pesantren tapi Audi lulus di salahsatu SMA terfavorit di kotanya. SMA 17. Siapa sih yang tidak senang jika diterima di sekolah seperti SMA 17? apalagi Audi lulus murni bukan karna tetangga tantenya kenal sama tetangganya kepala sekolah SMA 17. tapi yasudahlah jika mama dan Daddy sudah buat keputusan, semoga ada hikmahnya.
.
.
.
Setelah sarapan, Audi dan teman temannya mengecek kembali barang barang yang akan dibawa ke aula karna salahstau aturan yang dibacakan oleh Nurul semalam, tidak dibolehkan kembali ke asrama dengan alasan apapun.
🌸🌸🌸
Di Aula ...
"waaaa banyak banget" Audi pertama kali melihat jumlah santri di aula langsung takjub.
Pesantren tempat Audi sekolah adalah salahsatu pesantren terkenal di negeri ini santrinya berasal dari seluruh penjuru negeri tapi terkenal juga dengan sistem masuk yang sangat susah dan meliputi berbagai macam test.
"iiiis itukan MTs. kamu nggak liat celananya? kalau yang Aliyah sebelah sana nggak sebanyak MTs, palingan cuma 30 orang" zahrana yang entah bagaimana caranya sudah tau jumlah santri laki laki kelas 1 Aliyah.
"excuse me, can i sit next to you?" tiba tiba datang Kaka kelas panitia MOS yang Audi baca di name tagnya "Maher Al Fatih".
"namanya juga usaha. kok malah pake bahasa Indonesia sih. ngasih contoh yang baik dong ke adek kelas supaya mereka terbiasa nantinya. ingat ya dek, selama 3 bulan disini kalian boleh pake bahasa Indonesia tapi setelah itu, kalian cuma boleh pake 2 bahasa Inggris sama Arab. kakak sih mahir banget didua bahasa itu. jadi klo ada kesulitan, ke kakak aja ya, Audi" Maher menjelaskan panjang lebar.
"sana sana iiiih. tuh ustadz hafiz sudah datang mau isi materi" Nurul melihat ke arah ustadz hafiz yang berjalan menuju kursi dipanggung aula.
.
.
.
"oke adek-adek, kertasnya digilir kebelakang yah". Panitia MOS membagikan kertas yang berisi nama-nama panitia MOS,guru,pembina dan satpam pesantren.
"ditangan kalian sudah ada kertas yang berisi nama nama kami, nama guru, nama pembina dan pak satpam, tugas kalian adalah mancari tanda tangan dari semua nama yang ada disitu, paham yah? di kumpulkan 2 hari lagi".
"huruf katanya gak bakalan aneh aneh tapi ini? mending pake kantong kresek deh daripada minta tanda tangan kayak gini pasti nanti kakelnya jual mahal, suruh ini itu " Audi lagi lagi mengeluh.
"kayaknya sih gitu, tapi aku udah tau nama nama mereka. sebagian sih tapi gampanglah at least udah tau beberapa" Melly si peringkat 3 waktu tes.
"balik yuk. udah sore nih" mhyta mengajak balik.
"eh mhytos" Irwan salah satu santri laki laki yang melanjutkan sekolahnya ke Aliyah setelah tamat di Mts pesantren ini.
mhyta hanya menaikkan kepalan tangan.