Sacred Hoops

Sacred Hoops
PROLOG



Bulan merah pertanda perang, semua awan gelap telah lepas dari sarangnya memakan banyak jiwa, aura negatif membuat mereka semakin kuat, mereka tertawa seakan telah memakan makanan lezat. Mereka para petarung berpakaian gelap dengan senjata kayu dipinggang tidak akan menang, mereka meraung karna jiwa mereka telah dihabisi, ketua mereka justru lari, kembali ke dalam gerbang suci, menyelamatkan diri dan seorang wanita yang sedang hamil, mereka berdua harus bangun kalau ingin hidup, penjaga gerbang tidak mengizinkan mereka masuk ke dalam gerbang suci karna mereka adalah seorang petarung.


“Tapi dia sedang hamil, anak ini harus di selamatkan” teriak pria itu, wajahnya sudah dipenuhi keringat, sedangkan wanita itu sudah tidak sanggup untuk berdiri karena menahan rasa sakit di perutnya. Seorang nenek berbaju putih panjang keluar dari gerbang suci, mengenakan gaun putih tanda kesucian.Penjaga berjaga agar nenek itu tidak melewati batas alam gelap.


“Saya membawa pesan dari Dewa Morfeus, darah yang mengalir akan membawa kemenangan namun salah satu diantara kalian akan menanggung beban berat, kembali lah ke dunia nyata” katanya menaruh tangannya keatas, mengucapkan ramalan. Gerbang suci seketika tertutup.


☼⸙○


Petir berpendar, angin masih ribut dibawah cahaya bulan merah, mereka mengincar sampai kedunia nyata, anak itu akan lahir.


“Kita butuh bidan” kata pria itu keluar dari rumah, diluar sedang badai, dia mengenakan jaket abu-abunya. Wanita itu menahannya untuk pergi.


“Mereka mengamuk diluar, kau akan mati” kata wanita itu menahan rasa sakit pada perutnya.


“Semua akan baik-baik saja, ini untuk bayi kita” jawab pria itu lalu keluar dari rumah.


Angin semakin bergemuruh kencang, seakan tertawa dengan perilaku pria itu, namun mereka sampai di rumah dengan selamat, rumah yang dipenuhi gantungan bundar berbulu. Wanita itu berteriak sekencang mungkin tapi mereka berdua selamat, terdengar suara tangisan bayi dari dalam.  Pria itu terlihat senang tapi diluar tampak marah, pria itu harus mengambil resiko jika ingin istri dan bayinya selamat.


“Untuk apa?” tanya wanita itu, walaupun dia sudah tahu maksud pria itu.


“Kalian akan selamat” jawab pria itu menggenggam tangan wanita itu.


“Tidak, kau akan mati” jawab wanita itu menangis.


“Aku ini kuat, semua akan baik-baik saja besok pagi, ingat nama belakangnya harus sama denganku” kata pria itu menyakinkan wanita itu sambil tersenyum, lalu mengambil cincin hitam pada jari wanita itu, wanita itu masih menangis tapi menatap wajah putra nya dia tidak bisa melawan.


“Jadilah petarung yang kuat” kata pria itu pada putra kecilnya, lalu keluar menghadang badai besar, seketika badai itu berhenti, tidak ada tanda-tanda siapa yang memenangkan pertarungan, hanya tersisa jaket abu-abu yang menjadi kenangan bagi wanita itu.


☼⸙○


Percayalah ini adalah takdir yang sudah ditetapkan, saat lawan belum mati berarti akan ada pahlawan yang akan menghentikan dikemudian hari, dalam duniaku tidak ada yang namanya kebetulan yang ada hanya kita mengikuti rencana yang sudah ditentukan yang terlihat seperti kebetulan, maksudku kau akan menjalani hari seperti orang pada umunnya namun seorang pemimpi akan menjalani hidup sesuai rencana yang seharusnya ditujukan padamu saat umurmu sudah cukup, jadi ucapkan selamat tinggal pada hidup seperti orang pada umumnya, kau tidak akan bisa mengelak karena akan sulit bagimu dan pastinya demi keselamatanmu juga, aku menceritakan pengalaman hidupku yang sebenarnya, semua kekacauan yang kau tanggung akan terbiasa jika kau lakukan setiap hari dan dari semua pertarungan yang kau lakukan akan menjadi pengalaman hebat yang pantas untuk kau banggakan kepada orang-orang yang tidak sepertimu.


-Patrick McFlurry-