
Beberapa hari berlalu...
Sudah berjalan 3tahun Rumaysha bekerja di butik milik keluarga Laila. Rumaysha di percaya untuk menjadi assisten Mama Laila selaku pengelola Butik.
Rumaysha dipercaya sebagai assisten bukan karna sahabat dari anak Bu Aisyah, Mama Laila. Tapi karena Rumaysha punya kemampuan mendesain dan pernah belajar tata busana di lembaga milik pemerintah secara gratis bahkan dapat transport dan makan siang. Kecerdasan Rumaysha juga menjadi salah satu faktornya.
Tak jarang pelanggan yang datang di hadiahkannya lukis hena fun, sebagai bentuk promosi atas bakat terpendamnya.
Hari ini Rumaysha sendirian di butik, mba Laras izin pulang tadi setelah dzuhur. Rumaysha sedang sibuk mencari2 sesuatu di bawah meja kasir. Tiba-tiba ada yang mengucapkan salam, setelah suara pinta terbuka.
"Assalamualaikum.." seorang pemuda celingkan mencari-cari penghuni butik tersebut.
"Dugh..!" "Awww!!!" Rumaysha mengaduh kesakitan. Kepalanya kepentok meja hingga Jus alpukat yang baru saja di pesan hampir tumpah.
Seketika Hanan menoleh ke arah suara yang mengaduh. Timbullah kepala berlapis kain lebar berwarna dusty pink dari balik meja kasir.
"Wa'alaikumsalam.." jawab Rumaysha nyeringis sambil mengelus-elus kepalanya yang terasa sakit.
Di lihatnya seorang pemuda mengenakan Koko kurta lengan pendek dengan celana sirwal di atas mata kaki lengkap dengan topi abu-abunya.
"Mungkin pulang sholat Jum'at" Rumaysha membathin
"Eh.. mas nya mau ambil forto polio desain ya? Sebentar ya aku lagi cari yang 1 lagi" lanjutnya sambil sambil mengibaskan gamisnya.
1jam yang lalu Bu Aisyah memberi pesan bahwa adik iparnya akan datang ke butik untuk mengambil forto polio desain gaun pengantin. Beberapa hari ini Bu Aisya tidak datang ke butik karna kurang sehat, kelelahan usai kondangan hajatan di Bandung.
Hanan melangkah mendekat.
"Hey.. Lo Rumaysha si ninja Hatori kan?" Hanan menjentikkan jarinya dan menunjuk ke arah gadis berhijab lebar yang ada di hadapannya.
"Sonong ini banget nih cowok panggil aku Ninja Hatori" Rumaysha membatin. Tetiba mengingatkan seseorang, teman SMPnya.
Rumaysha mengernyitkan dan menatap lekat sosok pemuda bertubuh tinggi tegap itu, seakan otaknya mengobrak-abrik file memori ingatannya. Yaa, nama kartun zaman dulu itu pernah di sematkan pada dirinya saat SMP oleh seorang siswa yang duduk tepat dibelakang kursinya.
"Kamu.. Ha.. nan..?!" Telunjuk gadis berhijab itupun mengarah kepada pemuda yang berada di depan meja kasir. Gadis itu belum percaya pertemuannya dengan teman SMP yang sangat menyebalkan ini.
"Kenapa dunia begitu sempit Ya Allooh?"batin Rumaysha
Pemuda itupun tersenyum senang sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali, karna gadis dihadapannya masih mengingat namanya.
"Kemarin Laila cerita banyak tentang Lo. Ternyata bener Lo temen sekelas gue si ninja Hatori" Ujar Hanan tanpa di tanya.
Mendengar julukan itu masih ada, membuat raut wajahnya berubah sebal. Sambil mengumpat pemuda di hadapannya dalam hati.
"Sekarang Lo beda banget, kacamata Lo yang bikin gua gak kenal Lo" pemuda itu masih saja nyerocos.
"Ya jelas laaah aku banyak berubah, udah 23 tahun masa aku masih kaya anak SMP aja... Kamu juga banyak berubah" Rumaysha menimpali tak mau kalah, matanya memperhatikan tubuh tinggi pemuda itu tanpa melihat wajahnya.
"Iya dooong, Gue tambah ganteng kan!?" Alis matanya di gerak2an ke atas, dengan netranya mengarah netra milik Rumaysha.
Rumaysha merasa jijik melihat tingkah Hanan yang ternyata sifatnya masih sama.
"Kepedean banget.." batin nya
"Ya jelas kamu ganteng orang kamu cowo, masa mau di bilang cantik!" Jawab Rumaysha ketus.
"Si ninja Hatori gak berubah galaknya" batin Hanan
Hanan melirik Jus alpukat di atas meja kasir, segera ia sambar dengan gerakan cepat.
Netra Rumaysha membelalak,
"Astaghfirullah..." Tangannya kalah cepat dengan tangan Hanan.
"Buat gue ya.. haus banget niiih!! Gue duduk ya!" Ujar Hanan sambil menuju sofa dekat meja kerja.
Memori mereka seakan 1, mengingat kejadian saat di SMP dulu. Hanan sering kali menyambar makanan atau minuman yang dibawa Rumaysha dari kantin.
"Tenang aja.. nanti gue pesenin lagi sekalian pulangnya ya.. sekarang beneran gue haus banget. Tadi dari masjid di telpon suruh buruan ke kesini." Jawabnya enteng. Entah kenapa tingkah seperti itu bisa dilakukannya pada Rumaysha, padahal dengan yang lain tidak pernah seperti itu.
"Tapi kamu itu gak sopan.. itu kan punya aku. Seenggaknya izin dulu, aku bolehin atau engga? Kamu ini udah dewasa buka anak SMP lagi"
Omel Rumaysha, seperti sedang mengomel pada adik nya saja.
"Tapi bolehkan!" Ujar Hanan setelah menyedot beberapa kali.
Tatapan Rumaysha terlihat sekali sangat geram dengan tingkah Hanan yang kekanakan menurutnya. Dan membuang muka.
"Assalamualaikum.." pintu terbuka, suara Laila memecah hening ruangan itu.
"Wa'alaikumsalam!" Jawab kedua orang yang sedang berseteru, kompak
Rumaysha membalikkan badannya, melanjutkan pencarian nya yang tadi tertunda.
Laila melihat tingkah Rumaysha yang tak biasanya. Kemudian mengalihkan tatapannya pada oom mudanya mengintimidasi.
"Jus alpukat" jawab Hanan tanpa berdosa.
"Kenapa dengan jus alpukat?" Tanya Laila makin penasaran.
Rumayhsa menyerahkan 2 forto polio yang sudah di temukan ke atas meja. Mata Hanan menatap 2 benda itu dan mendongak menatap gadis yang sedang ngambek.
"Lucu sekali mukanya"Batin Hanan sambil menahan tawa dibibirnya sekuat tenaga.
"Ini forto polionya. Udah sana pulang! Jangan lupa gantiin Jus alpukat aku!"
"Gue di usir nih, ceritanya?" Celetuk Hanan
"Kalian berdua kenapa sih? Baru kenal ko udah tegang begini?" Laila penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
Rumaysha tidak menjawab, sudah kadung kesal mencapai ubun-ubun. Kalau bukan karna rasa malu, sudah ia rebut kembali jus nya.
Dan kembali ke meja kerja, berusaha meredam kesalnya terhadap Hanan.
"Omm.. Lo apain temen gue Sampe bertanduk gitu?" tanya Laila
"Gue cuma ambil jus alpukat doang, nanti gue ganti ko! Dianya aja yang esmosian" Jawab Hanan sambil meraih 2 benda yang harus di bawa pulang, sambil menyedot jusnya hingga tandas.
"Yaelah May.. cuma jus doang, bisa beli lagi"
"Bukan karna jus yang dia minum, La. Tapi karna adabnya yang kurang sopan, kebiasaan buruk nya sejak SMP gak hilang. Dia main ambil ambil jus alpukat aku tanpa izin." Jawab Rumaysha dengan wajah kesalnya.
"Apa? Dari SMP?" Laila melotot tak percaya.
"Udah-udah.. ngebahasnya lain kali aja. Sekarang Lo ikut gue beliin jus alpukat. Gue mau pulang" Hanan menarik tangan Laila untuk mengikutinya.
"Kyaa..!" Pekik Laila
"Oh ya makasih ya juz!" Hanan berhenti sebentar di depan pintu dengan senyum bermaksud meledek Rumayhsa.
Gadis berhijab itu tidak menghiraukan Hanan. Kembali mengecek pembukuan hari ini. Karna setiap jum'at ia harus memberikan laporan kepada Bu Aisyah.
"Ya Allooh kenapa ketemu temen model kaya gitu lagi siiih? semoga dia bukan jodoh aku.." kedua tangannya menutup semua bagian wajahnya.
*******
Novel ini cuma waktu isengnya Author saja. Semoga bisa menghibur Reader🙏😁