
Rumaysha Aleyya, terlahir dari keluarga sederhana namun kurang harmonis. Ayahnya yang temperamental tak segan melayangkan tangannya kepada anaknya yang merengek meminta sesuatu atau keinganannya yang tak terpenuhi. Namun Rumaysha kecil merasa beruntung karna memiliki ibu yang Sholihah, penyabar dan penyayang. Ia memiliki 1 Kaka laki-laki dan 1 adik perempuan. Rumaysha dan kedua saudaranya tak pernah berani meminta uang Sekolah atau infaq mengaji kepada sang Ayah, karna pasti hanya mendapat kemarahan Ayahnya saja.
Sang Ayah yang hanya bekerja serabutan, membuat sang Ibu terpaksa ikut memikul beban kebutuhan keluarga. Meninggalkan Rumaysha kecil sejak kelas 5 SD bekerja sebagai buruh pabrik sebagai Cleaning Servis. Karna kondisi keluarga yang seperti itu, menjadikan Rumaysha kecil menjadi pribadi yang pendiam tak pernah melawan jika di bully teman2nya
Ketika Rumaysha beranjak remaja, duduk di kelas 2 SMP, gadis mungil itu mengutarakan niatnya kepada sang Ibu untuk menutup aurat walaupun dirinya belum mendapatkan Haid.
".. pakai jilbabnya nanti aja kalau sudah lulus SMP, tanggung beberapa bulan lagi naik ke kelas 3. Uang ibu gak cukup kalau harus membeli seragam sekolah yang panjang semua" dengan sangat menyesal sang ibu harus mengatakan keadaan yang pahit saat ini.
"Ibu gak perlu beli seragam sekolah kok.. Maysha udah pinjem seragam MTs nya Leni yang udah gak kepake, Bu" Jawab Rumaysha dengan matanya yang berbinar dan senyumnya yang mengembang untuk meyakinkan sang Ibu.
Mata ibu membulat berkaca-kaca, dan menghembuskan napas beratnya seraya tersenyum haru. "Baiklah.. Sholihah ku.."
Tangan kanannya memeluk tubuh putrinya, dan tangan kirinya menutup mulutnya menahan tangis agar tak bersuara.
"*Maafkan ibu, nak.. Ibu belum mampu membelikan seragam baru. S*emoga Allooh memberkahimu, nak!" Batin Ibu berkata.
Rumaysha tumbuh menjadi remaja yang ceria dikala bersama teman-temannya, namun pemalu ketika ditunjuk ke depan kelas untuk menampilkan karya-karya nya. Nilai sekolahnya tak pernah di ragukan meski ia tak pernah mendapatkan bimbingan ketika di rumah.
Hingga ia masuk ke SMP Negri favorit di kecamatan, dan masuk kelas favorit khusus siswa-siswi berprestasi. Terkadang perasaan minder selalu menghantuinya, teman-temannya kebanyakan berasal dari keluarga berada terlihat dari tas dan alat tulis yang mereka pakai. karna sepatu sekolah termasuk seragam sekolah, jadi bentuk dan warnanya sama.
Ketika di rumah waktunya habis untuk mengerjakan pekerjaan rumah sebagai pengganti sang Ibu yang bekerja di luar rumah. Sering kali ketika mengerjakan PR sekolah sampai larut malam, ia mengerjakan PR di ranjangnya karna ia tidak memiliki meja belajar seperti teman2nya.
"Nak.. belajar yang benar ya. Awas kalau ketauan pacaran, Ibu kawinin nanti. Ibu sudah bersusah payah cari uang, biar kamu nanti jadi orang sukses, gak kaya Ibu yang sekolah cuma sampai kelas 3 SD" Ibu mewanti-wanti Rumaysha remaja agar serius belajar.
"Iya Bu.. Maysha gak bakal pacaran ko.." jawabnya singkat sambil melanjutkan tugas sekolahnya.
Sejak itu, gadis berambut lurus sepinggang berjanji pada dirinya sendiri, dia gak mau pacaran sebelum lulus sekolah karna takut "di Kawinin". Ia ingin menggapai cita2 terlebih dahulu, ingin mengeluarkan keluarganya dari kemiskinan.
******
Kini gadis berhijab itu pun tumbuh dewasa, usianya sudah menginjak 23th. Tubuhnya yang mungil dengan tinggi badan rata2 perempuan Indonesia 150cm, penampilannya yang khas Rok line A dan baju kurung serta kacamata minus 3.00 sangat mudah di kenali.
Rumaysha yang dikenal murah senyum dan mudah bergaul, kini bekerja paruh waktu sebagai admin di Laila Boutyque milik orang tua Sahabatnya. Setiap hari Senin sampai Jum'at bekerja dari jam 8pagi hingga jam 3sore. Bakda Ashar Ia mengajar TPA di masjid sekitar rumah, karna Rumaysha memang sangat menyukai anak2.
Dalam benaknya, anak-anak ini tidak boleh terkontaminasi dengan hal-hal buruk disekitar lingkungan ini. Dalam do'nya selalu memohon kepada yang Penguasa Alam agar hidupnya selalu bermanfaat untuk orang lain.
Di hari Sabtu Ia kuliah di Universitas Swasta ambil jurusan Mipa semester 4, jam ekstensi khusus pekerja. Biaya kuliah yang ia kumpulkan sendiri dari hasil kerjanya selama 2tahun dan Bea siswa dari Pemda.
"Wahai Allooh Robb ku yang Maha Penyayang, Yang Maha Penggenggam Jiwa, Ridhoilah setiap langkahku, Jangan biarkan hatiku berpaling darimu. Ampunilah segala Dosaku dan dosa kedua orang tuaku.. Aamiin"
kedua tangan yang berbalut mukenah menangkup wajahnya, Do'a yang selalu di panjatkan seusai Sholat.
****
Assalamu'alaikum reader.. Ini adalah karya pertamaku. Mohon sarannya 🙏🥰