
Sore Sabtu ini Rumaysha pulang kuliah lebih awal karna dosen statistik berhalangan hadir. Gadis berhijab Krem itu berjalan keluar kelas bersama 2orang temannya sambil bercanda. Berjalan menuju gerbang Kampus.
Hari ini Rumaysha sudah pamit pada ibunnya bahwa malam ini dirinya akan menginap di rumah Laila. Karna orang tua Laila sedang pergi kondangan ke Bandung hajatan sodaranya. Dan itu permintaan Laila.
1 jam perjalanan dari kampus menuju rumah Laila di kawasan Kelapa Gading. Turun dari angkot dan membayar sejumlah uang kepada sopir angkot. Sesampainya di pos satpam komplek, berhenti sebentar mengambil benda pipih di dalam tasnya dan memberikan pesan kepada Laila bahwa dirinya sudah di Pos Satpam.
Usai itu, pandangannya menangkap gerobak hijau bertuliskan ES Cendol Elizabeth
'Wah.. ada es cendol Elisabet.. mampir dulu ah' Rumaysha membantin dengan mata berbinar. Dilangkahkan kakinya mendekati gerobak yang di maksud.
"Pak.. 2 bungkus ya diplastik" ujar gadis itu dengan senyumannya yang khas.
"Siap neng..!" Jawab si Abang cendol membalas senyuman Rumaysha.
Belum juga tangan si Abang cendol menyendokkan centong kedalam panci cendol, terdengar suara yang menyela pesanannya. Sebuah motor CBR berhenti perlahan tepat di depan gerobak.
"Pak.. cendol nya 1 ya di gelas.. sekarang ya pak udah haus banget niiih"
"Siap, mas ganteng.. tapi saya bikinin punya Eneng ini dulu ya, mas!" Jawab si Abang cendol menunjuk ke arah Rumaysha yang duduk di kursi plastik khusus pelanggan.
Pemuda itu mengalihkan pandangan nya ke arah Rumaysha yang sedang asyik chatt bersama Laila.
"Mba boleh kan saya duluan 1 aja, gak lama ko.!" Pinta seorang pemuda yang masih berada di atas motor.
Merasa suara tersebut mengarah padanya, gadis itu mendongakkan kepalanya. Terlihat seorang pemuda berjaket hitam biru tanpa di retsleting bagian depannya memperlihatkan kaos putihnya, dengan posisi helm full face di lengan kiri nya yang masih memegang stang motor. Rambut berantakan karna saat melepas Helmnya dan wajah putihnya tampak lelah, terlihat seperti menempuh perjalanan jauh, pikir gadis itu.
"Gak papa, neng?" Tanya si Abang cendol
"Oh silahkan" jawabnya singkat tanpa ekspresi. Dan pandangannya kembali pada layar ponselnya.
"Makasih ya, mba!" Ujar sang pemuda sambil menyuguhkan senyum terbaiknya tanda tulus berterima kasih pada gadis berhijab di hadapannya yang tak mengabaikan keberadaan nya sekarang.
"Ya ampuuun nih cewek cakep tapi mukanya lempeng bange." Si pemuda membatin menerka2 pribadi si gadis yang tengah duduk di samping gerobak. Dengan melirik sedikit kesamping.
"Ya.. sama-sama..!" Tiba2 menjawab sambil menyunggingkan senyum sedikit. Mengagetkan lamunan Hanan.
Tak lama 1 gelas cendol di sodorkan ke arah pemuda yang masih bertengger di motornya.
"Ini mas cendolnya"
"Ooh terima kasih, pak" jawab pemuda berjaket hitam dan meraih gelas berisi es cendolnya, dengan segera melahap pesanannya untuk segera menghilangkan dahaganya.
" sama2, mas..." jawab laki2 paruh baya.
"Neng, ini cendolnya 2 bungkus ya"
"Oh ya.. berapa semuanya, Pak?" Tangan Rumaysha merogoh tasnya mencari dompet. Segera mengeluarkan uang kertas 50.000an
"12.000 neng"
Rumaysha menyodorkan uangnya
"Gak ada kebaliannya neng.."
"Yaaaah.. engga ada lagi pak.. uang saya tinggal 1, tinggal ini doang" gadis berkaca mata minus pun memasang wajah memelas berkata jujur.
Percakapan yang di dengar jelas oleh telinga Hanan, tatapannya berpindah dari gelas cendol ke arah 2 orang yang sedang berbicara.
"Mas, punya uang receh engga?" Tanya si Abang es cendol.
"Biar saya yang bayar cendolnya mba ini, pak. sebagai bentuk terima kasih" Jawab Hanan sambil melanjutkan suapan cendolnya.
"Eeeh.. gak usah mas..." sergah Rumaysha menolak.
"Gak papa mbak.. mba udah rela pesanannya saya salip. Siapa tau mba juga udah haus banget kan." Jawab Hanan disela2 suapan cendolnya.
"Eeeh.. gini aja pak, saya ke rumah teman saya dulu ya, pak.. nanti saya kesini lagi. Saya hutang dulu gak papa ya pak.. saya amanah kok.. Rumah teman saya di dalam sana" Ujar Rumaysha sambil menunjuk kan telunjuk ke arah timur.
"Iya gak papa, neng" jawab si Abang cendol percaya.. pikir nya tak mungkin gadis berpakaian tertutup itu akan menipunya.
"Terima kasih, Pak" sambil meraih plastik berisi 2 bungkus es cendol
Rumaysha pun beranjak pergi segera meninggalkan 2 laki-laki yang sedang bertransaksi. Tak ingin berlama2 disana dan berjalan cepat menuju rumah Laila.
Pemuda itu hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali, tetap sambil nyeruput es cendol hingga tandas. Pandangannya mengekor ke arah gadis yang baru saja pergi meninggalkan gerobak Es Cendol hingga tak terlihat dari tikungan.
"Ini pak uangnya, sekalian aja sama punya si mba tadi" Si Pemuda berjaket hitam biru menyerahkan uang pas 18.000 dari dalam dompetnya.
Dan kembali memacu motor ke tempat yang akan dia tuju.
******
Hai Reader.. gimana kelanjutannya.. tinggalkan jejak like dan komen ya🙏🥰