
Angin kencang menerpa tubuh dan sedikit gemercik deburan ombak yang terhantam badan perahu, membuat Allin memejamkan matanya untuk menikmati suasana.
Tenang, damai, dan tentunya Ia merasakan nyamannya berada di lingkungan yang positif.
Kali ini Allin beserta para sahabatnya dan Abi tour guidenya sedang menaiki perahu menuju pulau kecil dengan sejuta keindahannya, hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai .
Allin tak menyadari bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang setia memperhatikan segala gerak geriknya. Perlahan Allin membuka matanya untuk menikmati perjalanannya, senyuman tipis tercipta di bibirnya. Alana dan Devi sibuk mengfoto pemandangan laut.
Tak lama perahu yang mereka tumpangi sudah bersandar di dermaga kecil namun sangat bersih dan terawat. Allin, Alana, dan Devi menjelajahi pantai, berfoto di berbagai spot yang menarik , hingga melakukan kegiatan basah basahan seperti snorkling untuk melihat ikan ikan kecil dan pemandangan terumbu karang di bawah laut yang indah dan tak lupa juga untuk menjajal banana boot.
Allin dan kedua sahabatnya kini menikmati liburan mereka dengan sangat lepas.
Abi tidak ikut kegiatan snorkling Allin dan teman temannya dikarenakan Ia harus mengkoordinir Bu Ani yang merupakan pegawai restoran seafood yang akan mempersiapkan makan sore sebelum para customernya pergi meninggalkan pulau itu lalu pulang ke villa. Disini Abi tidak hanya diam melihat Bu Ani yang sedang sibuk tetapi juga membantunya, toh Ia tak ada kerjaan juga.
Abi dan Bu Ani juga sudah kenal akrab karena memang mereka bekerja sama, setiap Abi membawa customernya kemari untuk urusan makan selalu Ia serahkan kepada Bu Ani.
"Dik Abi kenapa dari tadi Bu Ani lihat kok ngelihatin si kakak yang itu terus?" tanya Bu Ani dengan mata yang mengarah ke Allin yang saat itu sedang asik bermain air pantai bersama teman temannya.
"Ahh eeaaaee enggak Bu" jawab Abi gugup.
"Dik Abi suka ya sama kakak itu?" Goda Bu Ani yang membuat wajah Abi kini memerah karena menahan malu.
"Dia tuh kaya misterius gitu loh Bu, mungkin ini hanya rasa penasaran" ucap Abi dengan tatapan lurus menuju Allin.
Merekapun fokus melanjutkan persiapan makan sorenya.
.
Merasa sudah puas main main air dan perut juga sudah keroncongan kini Allin, Alana, dan Devi memutuskan untuk membersihkan tubuh mereka lalu makan sore.
"wiiiidiiii masakannya wangi banget" ucap Devi sembari berjalan menuju meja makan yang telah dihidangi berbagai macam masakan seafood.
"Silahkan dimakan hidangannya Dik" ucap Bu Ani sembari melempar senyum ramahnya lalu mempersilahkan Devi dan sahabat sahabatnya untuk makan.
"Terimakasih Bu" jawab Alana ramah.
Allin ikut duduk di kusi yang tersedia sembari melempar senyum ke Bu Ani, lalu Bu Ani pergi ke dalam meninggalkan mereka semua.
"Mas Abi nggak ikut makan sekalian?" tanya Alana saat Abi hendak beranjak dan mengikuti Bu Ani masuk ke dalam dapur.
"emm terimakasih, saya nanti saja" jawab Abi.
"Sekalian makan bareng kita nggakpapa kok Mas Abi" ucap Alana lagi.
Abi yang hanya menurut saja dengan perintah Alana langsung duduk di kursi yang tersedia dan ikut menikmati masakan yang Ia dan Bu Ani hidangkan tadi.
Allin dan Devi mengerutkan dahinya dan saling pandang, mereka heran dengan sikap Alana yang sedari tadi terlihat sangat memperhatikan Abi. Tak mau ambil pusing mereka berdua menggidikkan bahunya bersamaan lalu melanjutkan makan mereka.
Selesai semua makan dan beristirahat Abi berpamitan kepada Bu Ani untuk pulang krena hari juga sudah menjelang gelap.
"Bu Abi pamit dulu" ucap Abi.
Bu Ani mengangguk disertai senyum yang tercipta di bibirnya, sembari berjalan keluar .
"Bu kami pamit dulu ya, masakan Bu Ani enak banget" ucapan terimakasih dari Allin dengan senyuman manisnya.
"Adik ini bisa saja, saya yang terimakasih kalian sudah mampir" jawab Bu Ani.
"sama sama Bu, tapi emang masakan Bu Ani tuh mantap banget loh" sahut Alana.
"mari Bu" ucap ketiganya berpamitan lalu berjalan menuju dermaga, karena perahu yang akan mereka tumpangi sudah siap menunggu untuk mengantar mereka pulang.
"Kegiatan hari ini sudah selesai, selanjutkan kami menuju villa untuk beristirahat" jelas Abi kepada Allin dan kedua temannya sembari mengulurkan tangannya kepada para customernya untuk membantunya naik ke perahu.
Di perjalanan menuju dermaga keberangkatannya tadi tidak banyak percakapan, mungkin karena lelah seharian bergulat dengan air laut. Mereka lebih memilih untuk menikmati matahari tenggelam yang indah di ujung sana. Semburat sinarnya terasa hangat menerpa tubuh.
Sesampainya di dermaga mereka langsung diarahkan oleh Abi menuju mobil duluan karena Ia ingin membeli sesuatu dulu. Allin dan sahabat sahabatnya menurut saja himbauan Abi, karena mereka sudah sangat lelah dan ingin segera beristirahat.
"rencana kita mau pulang kapan nih guys?" tanya Devi membuka percakapan sembari menunggu Abi kembali ke mobil.
"Aku sih ngikut aja, tapi baru satu tempat aja aku udah puas banget sih, udah dapet paket komplit sih" jawab Alana.
"mmmm ya udah kita pulang besok aja, pas banget besok Juan ulang tahun. Jadi aku bisa kasi dia surprise dehh" tambah Allin.
"kok kamu malah milih pergi pas dia ulang tahun sih Lin?" tanya Devi.
"Aku udah bilang juga mau ke Bali, tapi pas banget sama ulang tahun dia. Tapi dianya nggak ada protes, ya udah aku berangkat deh" jelas Allin. Kedua temannya kini hanya manggut manggut saja.
Memang agak aneh, selama 4 tahun mereka tak pernah melewatkan satu momenpun untuk merayakan ulang tahun bersama. Tetapi tahun ini Juan tidak ada rencana untuk mereka berdua.
Mungkin karena Juan sedang sangat sibuk bahkan sampai Ia lupa tanggal ulang tahunnya sendiri.
Tak lama kemudian Abi masuk ke dalam mobil dan mengajak semuanya untuk perjalanan pulang.
"Kamu nggak ada rencana apa apa juga buat ulang tahun Juan, Lin?" tanya Alana.
"Tadinya sih enggak, tapi sekarang aku nemu rencana. Gimana setelah sampai di Surabaya kalian ikut aku ke apartemen Juan buat kasi dia surprise! Dua hari ini aku nggak kabaran juga sama dia, aku bilangnya ke dia juga mau lama di Bali, jadi dia taunya aku masih di Bali" jelas Allin kepada sahabat sahabatnya.
"Okedehhh" jawab kedua sahabatnya serentak.
Abi hanya mengerutkan dahinya penasaran.
"Siapa Juan? Apa dia kekasih Allin? Berarti dia sudah punya kekasih? Stop Abi! Allin itu customer kamu! Nggak sopan kamu naksir dia!" gerutu Abi dalam batinnya.
.
.
Allin dan yang lainnya juga berpamitan kepada Bu Asih dan Pak Darma yang telah menerima mereka dengan baik di villa ini. Rencananya mau tinggal di Bali untuk beberapa hari tetapi karena ada perubahan rencana yang membuat liburan di Balinya cukup segini aja, dan dikarenakan perjalanan yang akan memakan waktu lama mereka bertiga memutuskan untuk berangkat pagi harinya.
Selesai makan Devi mengajak para sahabatnya untuk segera berberes lalu istirahat.
.
.
Keesokan pagi pagi sekali seperti biasa Allin bangun lebih dulu dibanding kedua sahabatnya dan mempersiapkan diri lebih dulu baru bergantian dengan Alana dan Devi.
Setelah membangunkan mereka Allin memutuskan untuk keluar kamar, untuk menikmati udara pagi yang segar.
"Dik Allin sudah cantik aja" ucap seorang wanita yang tengah menata meja makan
"Ehhh iya Bu, Bu Asih kok jam segini udah siap semua makanannya?" tanyaku
"hehe iya Dik, kan katanya kemarin kalian bakal berangkat pagi jadi Bu Asih persiapkan lebih pagi lagi agar kalian tetap sarapan" jelas Bu Asih
"makasih banyak ya Bu, Bu Asih udah baik banget selama kita disini" ucap Allin terharu
"sama sama Dik, kan menjamu tamu dengan baik itu wajib" ucap Bu Asih tersenyum.
"Saya juga seneng banget bisa menjamu kalian dengan baik" tambahnya lagi.
Setelah semuanya juga sudah siap mereka sarapan bersama, di temani dengan suara candaan dah guarauan yang memenuhi ruangan. Selesai makan Allin, Alana, dan Devi mengeluarkan barang bawaannya lalu dimasukkan ke dalam bagasi mobil yang dibantu Abi. Bu Asih memeluk Allin dan kedua sahabatnya bergantian dan merekapun bersalaman kepada Pak Darma untuk berpamitan.
Di perjalanan Allin banyak diam dibanding sahabat sahabatnya, Ia harus kembali ke suasana tidak nyaman lagi. Beberapa kali Ia membuka ponselnya, melihat apakah ada pesanpenting yang harus Ia balas. Tapi Allin justru menutupnya kembali, Juan kekasihnya beberapa hari tidak memberinya kabar. Selama Allin liburan di Bali Juan sama sekali tak mengirim pesan kepadanya, pesan yang Ia kirimpun tidak ada satupun yang dibalas. Padahal hari ini hari ulang tahunnya, Ucapan ulang tahun yang Allin kirimkan tepat tengah malam saat pergantian hari hingga saat inipun tidak ada jawaban. "Mungkin dia sibuk banget jadi nggak sempet buka pesan" batinnya.
"nanti Juan pulang kerja pasti seneng aku kasi kejutan" batinku lagi namun kali ini garis lengkung tercipta di sudut bibir Allin.
Tak terasa mereka sudah sampai di Pelabuhan lalu berpamitan dengan Abi dan mengucapkan terima kadih karena telah mendampingi mereka selama di Bali.
"Mas Abi kapan kapan aku ke Bali lagi temenin jalan ya" ucap Alana tiba tiba yang lagi lagi membuat Allin dan Devi saling pandang kebingungan.
Abi hanya mengangguk dan tersenyum.
Barang bawaan sudah dibawa masing masing mereka lalu bergegas memasuki pelabuhan.
Melihat kepergian ketiga sahabat itu Abi merasa kehilangan, tentunya kehilangan Allin yang Ia maksut, gadis yang selalu membuatnya tak bisa tidur setiap malam.
"nggak papa dia pergi, itu malah bagus, jadi kamu nggak semakin bawa perasaan Bi!" ucap Abi kepada dirinya sendiri.
"jodoh sudah ada yang mengatur, jadi kamu tenang saja" batinnya lagi.
Malas bergulat dengan pikirannya yang bercampur aduk Abipun beranjak masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah.
Saat mengendarai mobilpun Abi merasa gelisah ntah mengapa baru kali ini Ia mendapat customer yang hampir membuatnya gila seperti saat ini padahal hanya tiga hari tidak genap bersamanya, dimanapun kapanpun selalu saja kepikiran dia.
"huhhhfff" Abi menghembuskan nafasnya kasar.
"apa sih ini"
" kenapa?"
"kok rasanya nggak nyaman banget kaya gini"
"udahhh, hidup kembali normal yuk!"
Gerutu Abi yang sedang berperang dengan isi kepalanya.
Isi kepala sedang ribut tiba tiba dering ponselnya berbunyi,
"halo selamat pagi"
"iya benar dengan saya sendiri"
"baik bisa, hari ini juga ya?"
"baik saya menuju bandara sekarang, kebetulan lokasi saya sedang dekat dengan bandara"
"iya kak, terimakasih"
"selamat pagi" ucap Abi menjawab telepon dari orang di seberang sana.
Hari ini Ia mendapatkan customer baru, Abi bergegas dengan semangatnya menjemput rejeki itu, hitung hitung buat kesibukan agar tak ada waktu memikirkan Allin yang jelas tidak ada hubungan apapun dengannya.
"kembalilah ke jalan hidupmu Abi" ucapnya sembari menepuk dadanya sendiri.
.
.
Di kapal Allin dan kedua sahabatnya memilih duduk di cafe yang disediakan seperti saat berangkat, karena dari cafe ini mereka bisa menikmati perjalanan dengan melihat lautan lepas sembari menyeruput minuman dan memakan cemilan.
Cuacanya sangat cerah sampai hampir tak terlihat garis perbatasan antara langit dan lautan, sama sama biru.
Tak terasa perjalanan terasa begitu sangat cepat, satu jam telah berlalu dan mereka sampai di Banyuwangi. Allin dan kedua sahabatnya memutuskan untuk naik taksi online untuk ke stasiun, karena waktu keberangkatan mereka sangat mepet. Ya semua pertiketan sudah mereka pesan kemarin malam.
Sesampainya di stasiun mereka mendengar bahwa kereta yang akan ditumpanginya sudah sampai, mereka bertigapun bergegas setengah berlari menuju check in tiket dan masuk ke dalam kereta. Untung saja nasib mereka masih bagus, dan kini mereka bertiga sudah duduk di kursi penumpang di dalam kereta dengan nafas yang tak beraturan.