Remember That Day

Remember That Day
6



"kenapa bagas belum datang juga ya.. " ujar viola sambil melihat hp nya.


" vivi.. apa mungkin bagas .. sakit lagi" jawab sarah sambil mengeluh.


lalu bagas dan astrid pun datang dari arah tempat administrasi .


mereka langsung menghampiri viola dan sarah yg sedang duduk menunggu .


" kakak.. maaf menunggu lama" ujar bagas sambil mendekati viola.


"untunglah kau datang.. dokter belum juga keluat dari ruangan raka .. " jawab viola .


"apa yg sebenernya terjadi kak vivi " tanya astrid sambil duduk disebelah viola.


"hmm.. jadi begini " jawab viola.


viola pun menceritakan dengan jelas kejadian perampokan di bank tadi , yang membuat sarah sampai syokk dan raka sekarat karna hampir kehabisan darah.


lalu pada saat itu dokter pun keluar dari ruangan pasien .


"keluarga pasien " tanya doker itu.


" ya , saya keluarganya , bagaimana dok keadaanya" tanya kembali viola.


"pasien mengalami beberapa luka tembakan di tubuhnya .. dan yg paling gawat lagi.. pasien kekurangan darah , salah satu peluru ada yg menancap di bagian leher pasien , yg membuat pasien harus di operasi , tapi operasi itu hanya menjamim 20% keselamatan , dan 80%nya , pasien akan mati " jawab dokter itu .


" apa tidak ada cara lain dok" tanya viola.


"tidak ada nyonya.. mohon maaf.. kalian juga harus segera mendapatkan donor darah untuk pasien.. karna darahnya sangat menurun" jawab dokter itu .


"jenis darah apa yg dperlukan oleh pasien dok " tanya bagas .


"jenis nya golongan darah O " ujar dokter.


"aduh.. jenis darahku A " ujar bagas.


"aku juga A " sahut astrid.


"aku juga A" kata viola.


"aku.. sepertinya.. tidak tahu" jawab sarah dengan nada lemas.


setelah itu karna viola dan yg lainnya penasaran darah jenis apa yg dimiliki oleh sarah . viola pun menyuruh bagas mengantar sarah untuk di tes darah di PMR di sebrang rumah sakit .


Bagaspun mengantarkan sarah menuju PMR untuk di tes darah .


Selama diperjalanan bagas hanya diam.


lalu sarah pun memulai pembicaraannya.


"bagas .. kau sudah baikan sekarang " tanya sarah sambil berjalan disamping bagas .


"yah.. aku sudah mendingan ko" ujar bagas sambil senyum .


"syukurlah... aku sangat.. mengkhawatirkan mu" jawab sarah sambil menunduk .


"sarah.. " panggil bagad kepada sarah .


sarahpun langsung melihat ke arah bagas.


"kenapa kau tak pernah cerita tentang keselamatan mu kepadaku " tanya bagas.


"maksudmu apa gas " tanya balik sarah.


"aku.... aku.. tau kamu siapa " jawab bagas.


sarahpun terdiam , dia hanya membisu .


mereka pun sudah tiba di PMR , lalu mereka masuk , dan sarah pun langsung menuju ruang pengecekan darah. bagas menunggu di luar ruangannya .


10 menit kemudian , sarah keluar dengan membawa selembar kertas . dan itu adalah hasil pengecekan darah sarah.


"darahku.. golongan O " jawab sarah .


"hmm.. kamu yakin mau donorin darah kamu buat raka... " tanya bagas .


"raka dah nolongin aku gas , aku gak mungkin sekarang gak nolongin dia" jawab sarah sambil menundukan kepalanya.


"tapi.. badan kamu tuh lemah sarah.." jawab bagas sambil memegang pundak sarah .


"ternyata .. kamu masih ingat yaa" kata sarah sambil menatap bagas .


"kita bicarakan ini di luar saja .. ayo" jawab bagas sambil menarik tangan sarah.


Mereka berduapun menuju sebuah cafe didekat rumah sakit . mereka duduk dan saling tatap tatapan .


"sampai kapan kamu akan menatapku terus" tanya bagas sambil senyum.


"bagas .. kau sudah tau tentang aku.. siapa yg memberi tahu mu.. apa viola" tanya balik sarah sambil tetap menatap bagas dengan lembut.


"tadi .. sewaktu aku mengambil kunci mobilmu.. aku gak sengaja.. liat poto itu" ujar bagas sambil senyum.


"hmm... ku kira kamu akan lupa.. tadinya aku ingin kasih tau kamu.. tapi nunggu waktu yg tepat.. dan viola juga.. sebenernya dah tau dari dulu .. kalo aku.. gak mati " jawab sarah sambil menundukan kepalanya .


"kenapa harus begitu caranya sar.."tanya kembali bagas sambil menggelengkan kepalanya .


" aku ga mau ngerepotin kalian terus , jadi aku memilih untuk tinggal disebuah panti asuhan disini , lalu beberapa bulan kemudian.. panti asuhan itu bangkrut, karna tidak ada yg memberikan donasi kepada panti asuhan itu .. " kata sarah sambil menangis .


"lalu bagaimana dengan nasibmu" tanya kembali bagas dengan nada lembut.


"lalu.. pemilik panti asuhan itu meninggal dunia .. kami para anak anal panti asuhan hidup menderita.. kami semua pergi meninggalkan panti itu.. nasibku bisa di bilang beruntung.. karna aku di adopsi oleh keluarga orang kaya" jawab sarah sambil menangis terus menerus.


"lalu bagaimana dengan orang tua angkatmu sekarang" tanya bagas.


"mereka sangatlah baik , mereka tidak mempunyai anak , dan aku sangat beruntung.. mereka meninggal dunia, sewaktu mereka ingin pergi menuju luar negri untuk menghadiri acara sodaranya , mereka kecelakaan pesawat , dan hidupku mulai rapuh lagi , orang tua angkatku memberikan sebuah warisan kepadaku " jawab sarah sambil terus menangisinya.


"warisan... apa itu " tanya kembali bagas.


"mereka memberikan aku sebuah perusahaan mereka , dan rumah mereka , tapi sodara sodara mereka tidak setuju , karna mereka menganggap aku tidak punya hak apa apa atas itu " ujar astrid sambil menatap penuh kepada bagas.


"jadi .. bagaimana dengan mereka" bagas trus menanyakannya kepada sarah.


" warisan itu tetap menjadi miliku , mereka sempat ingin mencelakaiku , tapi sayangnya semua itu gagal , polisi berhasil meringkus mereka , mereka di tahan selama 10 tahun , dan rumah yg sekarang aku tinggali bersama viola adalah warisan orang tua angkatku, dan urusan perusahaan , aku kurang paham , makanya aku meminta tolong kepada viola waktu itu " kata sarah sambil menyapu air matanya .


"sarah ayuning tias , aku baru tau sekarang nama panjang kamu " ujar bagas sambil membantu menyapu air mata sarah .


"bagas... aku selalu menanyakan kamu kepada viola , dan aku juga berharap , kamu masih mau melihatku" kata sarah sambil memegang tangan bagas yg tadinya menyapu air mata sarah.


"ayu.. aku senang kau bahagia sekarang , aku bahagia dapat melihatmu.. aku tak ingin kau pergi lagi" ujar bagas sambil melepaskan pegangan tangan sarah, dan mengelus kepala sarah .


"bagas...hmmm"kata ayu sambil tertunduk malu dan mukanya memerah .


"kita kembali lagi kedalam , kita terlalu lama disini , ntar kak viola marah lagi" kata bagas sambil menarik tangan sarah.


lalu sipelayan kafe memanggil .


" eh.. mas mas... maaf" kata si pelayan.


"ada apa.. mas" tanya bagas .


"kalian belum membayar minumannya" jawab sipelayan .


bagaspun terdiam menahan malu , lalu sarah tertawa kecil .


"iya maaf mas , ini uangnya.. saya lupa.. ambil aja kembaliannya " kata bagas sambil menyerahkan uang itu.


"makasih mas .. eh.. mas uangnya pas , ga da kembalian" ujar sipelayan .


"mmm... aduh.. sakit perut , makasih ya mas" kata bagas sambil pergi menarik sarah .


pelayan itu hanya menggelengkan kepalanya dan kembali lagi bekerja.