Remember That Day

Remember That Day
2



setibanya di restoran...


" malam semua.." sapa viola kepada keluarga stefan.


" malam" jawab keluarga stefan.


"stef .. ini adik ku , yg waktu itu diceritakan sama kamu" ujar viola.


" oh hai... saya stefan " sapa stefan.


" saya bagas " jawab bagas sambil senyum dan menyapa keluarga stefan.


"saya sarah .. sahabatnya viola" ujar sarah


"oh iya.. saya tau itu.. ayo semuanya duduk" kata stefan sambil mempersilahkan duduk.


*Stefan adalah anak pertama dari dua bersaudara , adiknya bernama stefani , stefan dan viola seumuran sedangkan stefani seumuran dengan astrid.


keluarga stefan mempunyai perusahaan yg sangat maju dan besar di kota ini , cabangnya sudah meluas hampir disetiap daerah ada nama perusahaan stefan.


stefan adalah orang terpandang karna keluarganya yg sangat dihormati dikalangan para pejabat dan konglomerat.


stefan terkenal dengan sikapnya yg sombong dan angkuh , dia selalu memamerkan kekayaan milik keluarganya.


nama ayah stefan adalah stefanson .


sarah adalah sahabat viola , sarah adalah anak yatim piatu , dia selalu bersama viola sejak masa sma . dan siketahui juga sepertinya sarah memendam rasa terhadap bagas adik sahabatnya.


sarah cenderung konyol dan pintar*.


"ini adalah restoran terbaik , yg ada di kota ini , kau harus coba masakannya bagas , semuanya sangat mahal dan lezat lezat" ujar stefan dengan nada sombongnya kpada bagas.


" oh begitu yaa" jawab bagas .


"oh iya saya hampir lupa mengenalkan adik saya , ini adik saya namanya stefani , dan ini ayah saya " ujar stefan.


bagas pun bersalaman dengan mereka berdua. sarah pun hanya tersenyum melihat tingkah sombong dari stefan.


" ya sudah , malam ini kita pesan makanan yg spesial , untuk kita semua , dan pastinya harganya sangat di atas kkm " ujar stefan sambil senyum kepada viola.


makan malam pun selesai.....


bagas , sarah dan viola pulang langsung menuju rumah . di perjalanan bagas hanya diam. " gas , bagaimana menurutmu stefan , apa dia cocok dengan kakak" tanya viola kpda bagas.


"aku agak risih ma dia kak ... sombongnya bikin emosi" ujar bagas kepada violi.


"hihi... tuhkan vi... kata gua juga apa, adik lo aja.. sampe bilang gitu" kata sarah.


" hmm... dia itu emang gitu.. gas , dia terlalu membanggakan kekayaan orang tuanya , tapi dia baik ko" ujar viola.


"yaelah kak... harta orang tua aja dia banggain , ga yakin kalo dia bakalan beneran sayang ma kakak" jawab bagas.


"hmm.. kakak juga bingung gas ... makanya kakak minta pendapat kamu.. pendapat kamu selalu bener gas .. kakak selalu tenang kalo abis denger pendapat kamu" jawab viola sambil tetap menyetir.


"hmm.. iyalah.. akukan adik paling pengertian " ujar bagas.


"hihi... betul tuh betul" sahut sarah .


sesampainya di rumah....


"aduhh ... abis dari perjalanan jauh , malemnya d ajak diner , cape banget" ujar bagas.


" alay banget sihh... ga gitu juga kali" jawab sarah.


"ayo masuk.. debat mulu" ujar viola.


tiba tiba......


" wey... kalian abis dari mana , ko aku d tinggal sendiri sihh" ujar raka.


"hehe.. maaf ya ka, abis kamu susah banget di banguninnya" jawab viola.


" tenang , nih aku bawain makanan ko buat kamu, nih bawa " ujar sarah.


"aduhh... kalo bukan karna makanan , aku ga bakalan tuh maafin kalian" jawab raka.


00.00 malam itu.....


"tok.. tok.. tok.." suara pintu kamar bagas.


"aduhh.. malem malem gini.. apaan sih ka" sahut bagas . lalu bagaspun membukakan pintu kamarnya.


"eh.. kak , kenapa "tanya bagas.


" disana takut emm... kakak tidur sama kamu yah" kata viola sambil nyelonong masuk kekamar bagas.


"ya..elah, maen nyelonong"jawab bagas sambil menutup pintu kamar.


violapun duduk dikasur , dan mengambil poto bagas dan astrid.


" eh.. ini siapa gas , ko kakak ga kenal"ujar viola. "temennn , siniin ihh kepo banget jadi orang" kata bagas sambil merebut poto itu. "dikamar kakak serem banget ih , kakak ga bisa bobo lagi, kakak disini aja ya" ujar viola sambil memohon.


" emang ada apaan " jawab bagas.


"itu ... tadi tuh.. waktu kakak buka jendela kamar.. kakak kan gerah tuh.. pengen angin segar.. yaudah kakak buka aja, pas gitu.. ada yg loncat masuj ke jendela " ujar viola. " apaan yg loncat.. pocong kah" jawab bagas . "kucing" kata viola.


"hadehh... dari kecil sampe sekarang, masih takut aja sama kucing"jawab bagas.


"yaelah ... tau sendirikan.. dulu pernah di cakar sampe berdarah" ujar viola.


"ya udh sekarang tidur aja"jawab bagas.


"ya udh , kakak tidur sama kamu ya" sahut viola."iyaa kakaku" jawab bagas sambil mematikan lampu kamar.


07.30 pagi.


"gass... bangun... kamu harus kekampus kan sekarang"ujar viola.


"aduhh... wakilin aja kak" jawab bagas.


"kamu yg belajar .. kenapa harus kakak yg datang gas " sahut viola.


"tok.. tok...tok..." sura mengetuk pintu.


"gas , ayo ngampus.. ini hari pertama kita loh " suara raka diluar kamar bagas.


"oh... iya ya sekarang kan hari pertama ngampus" kata bagas dengan suara pelan.


bagaspun langsung bangun dan ke bergegas ke kamar mandi. violapun keluar kamar , dia langsung menuju kamarnya .


"hadehh... ni anak mandi lama banget" ujar raka dengan nada kesal.


"mau kemana nih.. masih pagi dah rapih" sahut sarah kepada raka.


"ngampuslah"jawab raka.


"oh.. iya ya , btw.. bagas mana" tanya sarah. "dia masih dikamarnya" jawab raka.


5 menit kemudian bagas keluar dari kamarnya. dan langsung menghampiri raka yg sudah menunggu dari tadi.


"bagas... hari ini kalian di antar dulu sama sarah... kalian kan belum hapal bener kampus disini" ujar viola.


"iyaaa kak..." jawab bagas.


"ya udah yu.. berangkat..." kata sarah.


bagas , raka dan sarahpun berangkat menggunakan mobilnya sarah.


mereka mengobrol banyak diperjalanan.


" sarah.. umur kamu berapa sih" tanya bagas. " baru juga 20, bulan depan 21" jawab sarah. " udah tua banget.. up..up.. " kata raka dengan mengangkat tangannya


"hahaha... apaan sih lo ka.. pd banget.. lagian sarah mana mungkin suka sama lo" jawab bagas. "hihi... tenang ka.. kamu tuh lumayan ganteng ko.. di kampus juga pasti bakalan ada yg suka sama kamu" ujar sarah. "jangan ditanya lah... itu sudah pasti... seorang raka mana bisa menahan diri dengan kejombloannya ini" ujar raka.


20 menit kemudian...


mereka sudah sampai di kampusnya.


"wahh kehidupan kampus sama sma .. kayaknya benar benar beda banget ya"ujar raka sambil kagum melihat kemegahan kampus itu.


"yu turun" sahut sarah sambil membuka pintu mobil. "apa kamu juga ikut kedalam bersama kami" tanya bagas kepada sarah.


"tentulah.. aku jugakan masih kuliah" jawab sarah sambil senyum.