Remember That Day

Remember That Day
5



"kapten , kita langsung menerobos masuk


.. di dalam sudah ada suara tembakan , ini bukan lagi sebuah ancaman.. ini sudah tingkat pembunuhan " ujar salah satu polisi itu.


"hmm... bergerak semuanya.. masukk" kata kapten itu sambil masuk menerobos kedalam bank.


DORR.. DORRR.. DORR...


"dua perampok sudah di lumpuhkan "ujar salah satu polisi itu.


"laporan di terima, salah satu perampok itu menembak sandra laki laki.. dan dia menyandra seorang wanita sekarang" jawab polisi itu .


keadaan semakin rumit di dalam bank itu.


"sarrr....ahh.... maafkan akkku.. " ujar raka. " ******** kalian... " ujar viola.


" diam dan jangan bergerak.. jika berani mendekat.. kau akan senasib dengan pria ini " jawab perampok itu.


sarah dijadikan sandra , sementara raka dalam keadaan sekarat , karna terkena tembakan perampok itu.


"angkat tangan kalian .. kalian sudah terkepung " ujar polisi itu sambil menodongkan senjatanya.


"hahahaha... kalian sungguh ingin menembak ku.. bagaimana dengan sandra ini... dia juga akan ikut tertembak dengan ku.." jawab si perampok sambil merangkul sarah .


"kaliann sudah menembak seorang warga.. dan itu.. sudah melanggar batas , kami tidak akan tinggal diam, kalian sudah di kepung.. kalian tidak akan bisa lolos " jawab kapten polisi itu .


" hahahaha.. candaanmu sangat lucu.. sampai sampai aku muak mendengarnya , kalian semua ... akan mati disini bersamaku " ujar perampok itu sambil menunjukan sebuah bom waktu di badannya.


"hah.. apaa... " kata polisi itu dengan kaget .


tiba tiba...


DORR... DORR.. DORR...


si perampok tertembak dari belakang.


mereka berhasil dilumpuhkan oleh raka , walaupun keadaan raka sangat mengenaskan , tapi dia berhasil membuat tembakan dengan senjata yg di jatuhkan si perampok saat memperlihatkan bom waktu itu.


"semuanya bergerak..." ujar polisi itu.


polisi mendekat kepada para perampok untuk memastikan keadaannya.


" mereka sudah tewas... panggil penjinak bom .. dan bawa seluruh warga keluar dari bank.. dan bawa dia juga ke rumah sakit.. cepat laksanakan" kata kapten polisi itu sambil teriak.


" sarah kamu baik baik ajakan" tanya viola


" iya .. vi.. kita harus cepat.. bawa raka.." jawab sarah sambil panik.


" raka akan segera di bawa oleh ambulan , kita tunggu saja , setelah ambulan datang kita akan ikut bersama raka " ujar viola.


akhirnya ambulan tiba , raka pun di bawa oleh ambulan , viola dan sarah mengikuti ambulan itu dari belakang dengan mobilnya.


"ambilkan hp ku sar.. di belakang kursi di dalam tas" kata viola.


sarah pun mengambilkan hp viola . lalu viola menelpon bagas.


" hallo bagas... bagaimana keadaanmu" tanya viola.


" agak membaik ka .. ada apa kak.. kenapa kakak kayak yg panik" tanya balik bagas.


" raka.. gas.. raka kena tembakan .. dia dibawa ke rumah sakit sekarang" jawab viola .


" apa.. tembakan apa.. ka.. aku gak paham" jawab bagas.


"iyaa kak .. aku pasti kesana.. tapi.. aku naik apa kesananya" tanya lagi bagas.


"itu.. mobil sarah ada garasi.. pakai saja .. kuncinya ada di kamar sarah.. cepat, kakak tutup dulu telpon nya.. kakak lagi nyetir " kata viola sambil menutup telpon dan mencoba fokus pada jalan.


Bagas sangat panik , lalu bagas keluar kamar , dan masuk kedalam kamar sarah , untuk mengambil kunci.


lalu bagaspun melihat sesuatu yg tak asing bagi bagas didalam kamar sarah.


"inikan... dari mana dia dapatkan poto ini.. ini ... gak mungkin dia kan ... sarah.. sarah ayuning tias " ujar bagas sambil mengingat masa kecilnya.


" bagas... jangan lari lari.. nanti aku jatuh" ujar sarah semasa kecilnya dalam ingatan bagas.


"enggako.. aku pelan pelan... ayo ayu.. kamu lama banget " jawab bagas.


sarah adalah teman masa kecilnya bagas.


namun waktu itu , sarah hanya menyebutkan namanya sebagai ayu , karna kebanyakan orang memanggilnya ayu .


" ayu.. ternyata .. kamu masih hidup.. " kata bagas sambil terdiam .


dulu .. ayu dan bagas sempat diculik oleh seseorang.... lalu mereka berdua di tahan. tapi mereka berhasil lolos , tapi sarah atau ayu.. ditabrak oleh perampok itu dalam sebuah pengejaran. ayu atau sarah di bawa ke rumah sakit terdekat , lalu karna rumah sakit .. tidak mampu untuk menanganinya.. ayu pun dibawa keluar kota . dan bagaspun menerima surat dari pihak rumah sakit yg viola berikan , kalau ayu , tidak bisa diselamatkan. ayu dan viola juga berteman sangat baik bahkan mereka seperti sodara kandung , dikarnakan ayu adalah anak yatim piatu , ayu tinggal sendirian , makanpun selalu diberi oleh keluarga bagas.


" ayuuu.... kenapa.. yu "ujar bagas .


lalu datang astrid menghampiri bagas di kamar ayu .


" gas , kamu lagi ngapain.. kenapa kamu di kamar sarah" tanya astrid.


"aku ... hanya mengambil kunci mobil ayu" jawab bagas .


" ayu.. siapa ayu " tanya kembali astrid.


" sarah ayu... nama panjangnya kan sarah ayu.. jadi aku kebiasaan manggil ayu." jawab bagas sambil panik karna keceplosan.


" lalu kunci mobil itu untuk apa" tanya kembali astrid sambil mendekati bagas.


"aku akan pergi ke rumah sakit.. raka masuk rumah sakit.. kamu mau ikut " jawab bagas .


"raka .. masuk rumah sakit.. kenapa gas " tanya lagi astrid sambil panik.


" nanti kak viola bakal jelasin semuanya di rumah sakit.. aku juga kurang paham.. ayo pergi " ujar bagas sambil merangkul astrid dan meletakan poto itu secara diam diam .


bagas dan astridpun sudah siap siap. mereka sudah ada di garasi untuk mengambil mobil.


"coba cek hp ku.. apa kak viola sudah mengirim lokasinya " tanya bagas .


" sudah.. aku tau ko rumah sakit ini" jawab astrid sambil membuka pintu mobil.


" baguslah... ayo.. berangkat." kata bagas .


mereka pun berangkat menuju rumah sakit , di perjalanan bagas hanya diam , dan astrid mulai merasa aneh kepada sikap bagas . yg dari tadi hanya mengeluh dan diam .


"gas.. kamu baik baik aja kan" tanya astrid.


"hmm... aku baik baik aja ko.. aku cuma takut .. kalo raka dalam keadaan kritis" jawab bagas .


" iya .. aku ngerti ko... tapi kamu juga harus perhatiin keadaan kamu sekarang , kamu juga lagi sakit" ujar astrid sambil menyenderkan kepalanya ke bahu bagas.


bagas hanya diam dan terfokus kepada jalan yg dilaluinya .


" ayu.. apa kau baik baik saja... aku takut.. yu.. jangan pergi lagi.. aku bingung yu.. dulu aku ... mungkin orang pertama yg tak percaya akan kematianmu.. tapi semuanya itu benar benar tidak terjadi.. aku rindu kamu yu.. tapi aku juga harus memahami keadaan sekarang.. sekarang astrid bersamaku.. aku juga sangat sayang pada astrid.. dan kamu juga yu" kata bagas di dalam hatinya .