red rose

red rose
ressa green



Gadis itu melemparkan gaun merah berat


dan glamour itu ke lantai, sekarang sudah


tengah malam. Pesta tentu saja sudah


selesai.


Dia mengacak acak rambutnya karna


kejadian tadi, diliriknya kaca raksasa


disamping lemarinya.


Lalu dia mengepang rambut coklat madu


yang sepanjang atas dadanya menjadi


dua kepangan.


Dia memakai piyama berwarna


putih, dia sudah tidak peduli dengan


penampilannya yang berantakan itu.


Mata hazelnya menyoroti rembulan


malam yang indah dan cantik dari


jendela.


Tok tok tok...


Rissa menoleh ke arah suara berasal.


Rissa segera membukakan pintu


kamarnya.


apa tengah malam begini. " Rissa


menatap pria dihadapannya.


Ada


Dia terkejut bukan main.


Elron memakai sebuah piyama yang


mengekspos dada bidang dan perut


sickpacknya.


Namun ada yang aneh, tatapan Raja Elron


tidak seperti biasanya. Kosong dan lurus.


Hoamm...Ivan, izinkan aku tidur disini


sebentar saja. " Elron berjalan ke arah


kasur Rissa dan menjatuhkan dirinya


segera, dan menghabiskan seluruh bagian


kasur.


Risa masih menganga kaget.


Dia bimbang, pasti sekarang semua


orang tentunya sudah tertidur, apalagi


Risa tidak akan merasa enak bila


harus membangunkan Ivan untuk


menolongnya.


Tidak ada pilihan lain, sofa dikamarnya


tentu akan menjadi kasurnya malam ini.


*****


" Mmh..." Risa meregangkan tubuhnya


lalu menarik selimutnya makin dalam.


Tunggu? Selimut?!


Risa mendadak bangun, sesuai


dugaannya. Di tidak lagi berada di sofa!


A-apa yang?! " Risa menoleh ke segala


arah dan tidak menemukan siapa siapa.


и


Ingatannya masih begitu jelas tentang


semalam, itu terlalu nyata untuk sebuah


mimpi.


****


Apa?! Mengigau?! " Rissa tersedak saat


sedang meminum tehnya.


и


Ivan hanya mengangguk singkat.


Dia, memiliki kebiasaan pergi ke kamar


ini sambil mengigau ,karna dulunya ini


kamar Ratu terdahulu." Jawab Ivan.


" Oh." Rissa sedikit nerasa bersalah, karna


tadi dia memang berniat komplain super


cepat pada Ivan.


Ukhm... Bertoleransilah. Karna kalian


akan menikah, tentunya dia akan


memiliki alasan untuk berada dikamar


itu." Ucap Ivan santai.


Онок!


Risa tersedak.


ya ngomong ngomong, pernikahan


beliau dan anda akan dilaksanakan dalam


Oh


3 hari. " Ivan menoleh menghindari


semburan teh dari mulut Risa.


Prrfff!!!


онок нок!


" Ah... Sepertinya anda menaruh gula


terlalu banyak. Saya permisi." Ucap Ivan.


" PRIA SIALAN, SETIDAKNYA BIARKAN


TENANG. " ucap Risa sambil menahan


bibirnya yang tersenyum paksa.


Para putri putri bangsawan


diperintahkan pergi menuju atap


kerajaan segera.


Semua putri bangsawan lainnya sudah


bersiap siap dengan cantik.


Setelah kejadian semalam, mereka


semua ternyata terpana dengan Raja


Elron. Risa melirik teman temannya satu


persatu, beberapa masih sibuk dengan


dandanannya dan gaunnya.


Risa sempat merasa risih, andai kalian tau


betapa manipulatifnya dia. Ucap Risa lirih


dalam hati.


Saat perjalanan di tangga ke atap, Risa


tidak sengaja mendengar beberapa kata


kata para putri bangsawan ini.


Hei, aku tidak pernah menyangka akan


memiliki suami seperti Raja Elron."


и


Iya! Dia sangat tampan!


" bagaimana baju ku hari ini?! Aku


memakai yang terseksi?!"


" Aku sempat iri Pada Tuan Putri Rissa


semalam."


"Hei, kalian jatuh cinta pada orang yang


sama? "


"Bodoh! Kalian artinya harus berbagi


suami


A! Aku tidak akan membaginya! "


O~ poligami itu harus adil sayang "


Kau gila? Bayangkan 25 gadis berbagi 1


pria?! "


Rissa sempat merasa bersalah pada gadis


gadis ini, mereka sepertinya tidak terlalu


pintar bahwa...


Mereka hanya digunakan


Sebagai


Alat pengontrol para bangsawan


Kerajaan Finlane.


Sama seperti aku,


ALAT PENGONTROL


RAJA FINLANE.


Risa memang sudah menyadari semuanya


dari awal. Dari semenjak Raja sialan itu


meminta syarat aneh.


Mereka semua sampai di menara


kerajaan Astonish.


" Wah ... " Semua bergumanm melihat


pemandangan dari atas sini.


Dihadapan mereka ada sebuah ladang


bunga lavender yang luas, air terjun yang


bunga lavender yang luas, air terjun yang


berada sangat jauh pun bisa terlihat.


Gunung gunung berwarna biru nampak


sangat jelas.


Keindahan yang kerajaan Finlane tidak


miliki. Dan diatas menara ini ternyata


penuh dengan bunga bunga mawar liar


yang ditata indah.


Ditengah tengah mimbar menara, seorang


pria berambut emas sedang duduk sambil


membaca sebuah buku tipis dengan


penuh karisma.


Beberapa gadis mendadak beku dengan


ketampanannya.


Diatas sini benar benar sejuk, tidak


seperti bayangan mereka.


Rissa menatapnya dengan tatapan yang


berbeda sendiri.


Raja yang merasakan sedang


diperhatikan melirik kembali.


Wah, bunga bunga hari ini cantik sekali.


" Ucap Raja Elron dengan santai berdiri


dari kursinya.


" Baiklah. Aku akan langsung saja, tujuan


ku mengajak kalian kemari adalah.."


Elron sempat melirik Risa sebentar lalu


hendak kembali membuka suara.