
Gadis itu melemparkan gaun merah berat
dan glamour itu ke lantai, sekarang sudah
tengah malam. Pesta tentu saja sudah
selesai.
Dia mengacak acak rambutnya karna
kejadian tadi, diliriknya kaca raksasa
disamping lemarinya.
Lalu dia mengepang rambut coklat madu
yang sepanjang atas dadanya menjadi
dua kepangan.
Dia memakai piyama berwarna
putih, dia sudah tidak peduli dengan
penampilannya yang berantakan itu.
Mata hazelnya menyoroti rembulan
malam yang indah dan cantik dari
jendela.
Tok tok tok...
Rissa menoleh ke arah suara berasal.
Rissa segera membukakan pintu
kamarnya.
apa tengah malam begini. " Rissa
menatap pria dihadapannya.
Ada
Dia terkejut bukan main.
Elron memakai sebuah piyama yang
mengekspos dada bidang dan perut
sickpacknya.
Namun ada yang aneh, tatapan Raja Elron
tidak seperti biasanya. Kosong dan lurus.
Hoamm...Ivan, izinkan aku tidur disini
sebentar saja. " Elron berjalan ke arah
kasur Rissa dan menjatuhkan dirinya
segera, dan menghabiskan seluruh bagian
kasur.
Risa masih menganga kaget.
Dia bimbang, pasti sekarang semua
orang tentunya sudah tertidur, apalagi
Risa tidak akan merasa enak bila
harus membangunkan Ivan untuk
menolongnya.
Tidak ada pilihan lain, sofa dikamarnya
tentu akan menjadi kasurnya malam ini.
*****
" Mmh..." Risa meregangkan tubuhnya
lalu menarik selimutnya makin dalam.
Tunggu? Selimut?!
Risa mendadak bangun, sesuai
dugaannya. Di tidak lagi berada di sofa!
A-apa yang?! " Risa menoleh ke segala
arah dan tidak menemukan siapa siapa.
и
Ingatannya masih begitu jelas tentang
semalam, itu terlalu nyata untuk sebuah
mimpi.
****
Apa?! Mengigau?! " Rissa tersedak saat
sedang meminum tehnya.
и
Ivan hanya mengangguk singkat.
Dia, memiliki kebiasaan pergi ke kamar
ini sambil mengigau ,karna dulunya ini
kamar Ratu terdahulu." Jawab Ivan.
" Oh." Rissa sedikit nerasa bersalah, karna
tadi dia memang berniat komplain super
cepat pada Ivan.
Ukhm... Bertoleransilah. Karna kalian
akan menikah, tentunya dia akan
memiliki alasan untuk berada dikamar
itu." Ucap Ivan santai.
Онок!
Risa tersedak.
ya ngomong ngomong, pernikahan
beliau dan anda akan dilaksanakan dalam
Oh
3 hari. " Ivan menoleh menghindari
semburan teh dari mulut Risa.
Prrfff!!!
онок нок!
" Ah... Sepertinya anda menaruh gula
terlalu banyak. Saya permisi." Ucap Ivan.
" PRIA SIALAN, SETIDAKNYA BIARKAN
TENANG. " ucap Risa sambil menahan
bibirnya yang tersenyum paksa.
Para putri putri bangsawan
diperintahkan pergi menuju atap
kerajaan segera.
Semua putri bangsawan lainnya sudah
bersiap siap dengan cantik.
Setelah kejadian semalam, mereka
semua ternyata terpana dengan Raja
Elron. Risa melirik teman temannya satu
persatu, beberapa masih sibuk dengan
dandanannya dan gaunnya.
Risa sempat merasa risih, andai kalian tau
betapa manipulatifnya dia. Ucap Risa lirih
dalam hati.
Saat perjalanan di tangga ke atap, Risa
tidak sengaja mendengar beberapa kata
kata para putri bangsawan ini.
Hei, aku tidak pernah menyangka akan
memiliki suami seperti Raja Elron."
и
Iya! Dia sangat tampan!
" bagaimana baju ku hari ini?! Aku
memakai yang terseksi?!"
" Aku sempat iri Pada Tuan Putri Rissa
semalam."
"Hei, kalian jatuh cinta pada orang yang
sama? "
"Bodoh! Kalian artinya harus berbagi
suami
A! Aku tidak akan membaginya! "
O~ poligami itu harus adil sayang "
Kau gila? Bayangkan 25 gadis berbagi 1
pria?! "
Rissa sempat merasa bersalah pada gadis
gadis ini, mereka sepertinya tidak terlalu
pintar bahwa...
Mereka hanya digunakan
Sebagai
Alat pengontrol para bangsawan
Kerajaan Finlane.
Sama seperti aku,
ALAT PENGONTROL
RAJA FINLANE.
Risa memang sudah menyadari semuanya
dari awal. Dari semenjak Raja sialan itu
meminta syarat aneh.
Mereka semua sampai di menara
kerajaan Astonish.
" Wah ... " Semua bergumanm melihat
pemandangan dari atas sini.
Dihadapan mereka ada sebuah ladang
bunga lavender yang luas, air terjun yang
bunga lavender yang luas, air terjun yang
berada sangat jauh pun bisa terlihat.
Gunung gunung berwarna biru nampak
sangat jelas.
Keindahan yang kerajaan Finlane tidak
miliki. Dan diatas menara ini ternyata
penuh dengan bunga bunga mawar liar
yang ditata indah.
Ditengah tengah mimbar menara, seorang
pria berambut emas sedang duduk sambil
membaca sebuah buku tipis dengan
penuh karisma.
Beberapa gadis mendadak beku dengan
ketampanannya.
Diatas sini benar benar sejuk, tidak
seperti bayangan mereka.
Rissa menatapnya dengan tatapan yang
berbeda sendiri.
Raja yang merasakan sedang
diperhatikan melirik kembali.
Wah, bunga bunga hari ini cantik sekali.
" Ucap Raja Elron dengan santai berdiri
dari kursinya.
" Baiklah. Aku akan langsung saja, tujuan
ku mengajak kalian kemari adalah.."
Elron sempat melirik Risa sebentar lalu
hendak kembali membuka suara.