
" Jadi..tadi dia mengeluh masalah kamar?
" Elron mengangguk angguki kepalanya.
Dihampirinya gadis gemuk dengan
dandanan norak itu.
Dengar. Aku tidak peduli kau anak
siapa, tapi kau sekarang berada di
istanaku... Kau tidak berhak meminta
lebih karna kalian semua sama bagiku,
di istanaku. " Elron menunduk kebawah
lalu mendekati kuping Mimola dengan
perlahan.
Mimola sempat menutup mata, lalu dia
membeku seketika ketika hembusan
nafas Elron berhembus dikupingnya.
" Dan... Kuharap kau lebih tau diri..."
Elron menjauhkan dirinya dari Mimola
lalu memerintahkan kepada pengawal.
" KURUNG DIA DI PENJARA SELAMA 3
HARI. " Elron memerintahkan dengan
segera.
Ivan hanya mengangguk karna tau sifat
rajanya itu.
Elron benar benar benci dengan orang
yang memiliki sifat seperti Mimola.
yang benar saja, aku tidak akan mau
menikahi gadis seperti itu.
Elron keluar dari kamar itu dan lalu
berjalan dan dia sempat berpapasan
dengan seorang gadis yang sedang berlari
menuju kamar Mimola.
Elron melirik mahkota berwarna
perak itu dengan cermat dia langsung
mengetahui siapa gadis itu.
" Berhenti. Putri Rissa. " Elron
menghentikan langkahnya.
Rissa membeku ditempat.
Bagaimana kau bisa.." Rissa menoleh
perlahan sambil menunduk.
" Mahkota. Itu dilarang dipakai disini
kecuali mahkotaku. " Tatapan mata Elron
benar benar tajam sempat membuat Rissa
membeku ditempat.
" Baik. " Risa berusaha tenang, dilepasnya
Mahkota peraknya dari rambut coklat
terang nya. Lalu kembali berlari menuju
kamar Mimola.
Elron hanya memandangi Risa dengan
tatapan dingin.
*****
" OHOHOHOHO!! PANDAI PUTRAKU!!
PANDAII!! " Tawa Jordan, ayah Elron.
" Kau sangat pandai! Dengan begini,
kita sangat untung, dapat kekayaan,
bisa bekerja sama sambil menusuk dari
belakang! " Jordan memegangi perut
buncitnya yang sakit.
Dan pastinya!! Putraku akan menikah!
Whahahah! " Jordan kembali menepuk
nepuk pundak Elron.
Ah...aku sebentar lagi akan jadi kakek,
padahal baru kemarin rasanya aku
kehilangan Ibumu."
Ya, Raja Jordan hanya memiliki 1 istri
seumur hidupnya, dan Elron adalah satu
satunya keturunannya. Setelah kematian
istrinya, Jordan menyerahkan takhta
kepada Elron.
Terkadang Elron terpukau dengan
kesetiaan Ayahnya pada Ibunya.
'Elron, berbahagialah. " Ucap Jordan
dengan sangat tulus.
Elron hanya menganggukan kepalanya.
Elron adalah seorang pria yang gila
dengan kekuasaan. Dia tidak peduli
dengan harta atau gadis, tapi bila hal
itu bisa membuatnya mendapatkan
kekuasaan dia pasti secara sukarela
menerima.
sudah berada di penjara
Mimola
yang
dikumpulkan di acara pesta dansa
Kerajaan Astonish atas kemenangan
mereka di peperangan.
Semua orang penting di kerajaan
Astonish saja yang boleh hadir.
" Tuan putri, apa yang harus kita
lakukan? " Tanya seorang putri lainnya
pada Risa.
" Tentang apa? " Risa menanyai kembali.
Mimola..." Jawab putri itu.
%3D
" Dia akan baik baik saja selama 3 hari...
Dia hanya di penjara, bukan disiksa kan?
Jadikan saja ini sebuah pelajaran untuk
yang lain. " Risa mencoba menenangkan
para putri putri yang lain.
Kondisi mereka nampak seperti orang
yang depresi, mereka meninggalkan
keluarga, teman dan kekasih dan
dijadikan sebagai upeti karna permintaan
Raja Elron.
Risa melirik Elron dari kejauhan dengan
penuh kebencian.
Namun dari kejauhan itu pula, ada
seorang pria tua yang sedang berbisik
bisik pada Elron.
'Itukah dia? Putri Rissa yang baru
berumur 16 tahun itu? " Tanya Jordan
pada Elron.
"Iya, dia sedikit menakutkan tapi juga
penakut. Tidak seperti bayanganku.
Kupikir dia akan memberontak karna
aku memenjarakan temannya." Elron
menoleh ke arah Risa dari kejauhan.
Risa meremas remas gaun merahnya
yang gemerlap, iya, pemberian Elron
sebelum pesta dimulai.
Acara dansa sudah dimulai, sebelum
semua berdansa, Raja akan memilih
salah satu gadis di pesta agar berdansa
dengannya.
Rissa dihampiri oleh Ivan, lalu Ivan
segera menarik Risa ke mimbar raksasa
Aula Pesta.
Suasana sangat sunyi, beberapa tidak
mengenali Rissa dan heran kenapa Raja
memilihnya.
" Perkenalkan. Calon Ratu ku, Rissa
Selina Avendar dari Kerajaan Finlane. "
Seketika keadaan ruangan pesta
meramai, mereka sangat kebingungan.
Dan pada akhirnya satu persatu muali
bertepuk tangan dan mulai paham
dengan situasinya.
Rissa meremas gaun merahnya dengan
kencang, bibirnya dia gigit sekuat tenaga,
bulir air matanya hampir menetes.
"Jangan! Jangan terlihat menyedihkan!
Itu yang dia inginkan, mempermalukan
diriku!
" Rissa..." Elron mengulurkan tangannya
sambil tersenyum picik, Rissa sempat
berpikir akan menyerangnya lalu
mencekik pria itu sampai mati,
namun....
Rissa menerima uluran tangan Elron
sambil tersenyum dengan indahnya,
seakan akan dia sama sekali tidak merasa
dipermalukan dan malah terlihat sangat
gembira.
Elron menelan ludahnya, lalu tersenyum.
Mata Rissa seakan akan berkata,
Baiklah, aku akan bermain di
permainanmu, ********.