red rose

red rose
w 25



" Jadi..tadi dia mengeluh masalah kamar?


" Elron mengangguk angguki kepalanya.


Dihampirinya gadis gemuk dengan


dandanan norak itu.


Dengar. Aku tidak peduli kau anak


siapa, tapi kau sekarang berada di


istanaku... Kau tidak berhak meminta


lebih karna kalian semua sama bagiku,


di istanaku. " Elron menunduk kebawah


lalu mendekati kuping Mimola dengan


perlahan.


Mimola sempat menutup mata, lalu dia


membeku seketika ketika hembusan


nafas Elron berhembus dikupingnya.


" Dan... Kuharap kau lebih tau diri..."


Elron menjauhkan dirinya dari Mimola


lalu memerintahkan kepada pengawal.


" KURUNG DIA DI PENJARA SELAMA 3


HARI. " Elron memerintahkan dengan


segera.


Ivan hanya mengangguk karna tau sifat


rajanya itu.


Elron benar benar benci dengan orang


yang memiliki sifat seperti Mimola.


yang benar saja, aku tidak akan mau


menikahi gadis seperti itu.


Elron keluar dari kamar itu dan lalu


berjalan dan dia sempat berpapasan


dengan seorang gadis yang sedang berlari


menuju kamar Mimola.


Elron melirik mahkota berwarna


perak itu dengan cermat dia langsung


mengetahui siapa gadis itu.


" Berhenti. Putri Rissa. " Elron


menghentikan langkahnya.


Rissa membeku ditempat.


Bagaimana kau bisa.." Rissa menoleh


perlahan sambil menunduk.


" Mahkota. Itu dilarang dipakai disini


kecuali mahkotaku. " Tatapan mata Elron


benar benar tajam sempat membuat Rissa


membeku ditempat.


" Baik. " Risa berusaha tenang, dilepasnya


Mahkota peraknya dari rambut coklat


terang nya. Lalu kembali berlari menuju


kamar Mimola.


Elron hanya memandangi Risa dengan


tatapan dingin.


*****


" OHOHOHOHO!! PANDAI PUTRAKU!!


PANDAII!! " Tawa Jordan, ayah Elron.


" Kau sangat pandai! Dengan begini,


kita sangat untung, dapat kekayaan,


bisa bekerja sama sambil menusuk dari


belakang! " Jordan memegangi perut


buncitnya yang sakit.


Dan pastinya!! Putraku akan menikah!


Whahahah! " Jordan kembali menepuk


nepuk pundak Elron.


Ah...aku sebentar lagi akan jadi kakek,


padahal baru kemarin rasanya aku


kehilangan Ibumu."


Ya, Raja Jordan hanya memiliki 1 istri


seumur hidupnya, dan Elron adalah satu


satunya keturunannya. Setelah kematian


istrinya, Jordan menyerahkan takhta


kepada Elron.


Terkadang Elron terpukau dengan


kesetiaan Ayahnya pada Ibunya.


'Elron, berbahagialah. " Ucap Jordan


dengan sangat tulus.


Elron hanya menganggukan kepalanya.


Elron adalah seorang pria yang gila


dengan kekuasaan. Dia tidak peduli


dengan harta atau gadis, tapi bila hal


itu bisa membuatnya mendapatkan


kekuasaan dia pasti secara sukarela


menerima.


sudah berada di penjara


Mimola


yang


dikumpulkan di acara pesta dansa


Kerajaan Astonish atas kemenangan


mereka di peperangan.


Semua orang penting di kerajaan


Astonish saja yang boleh hadir.


" Tuan putri, apa yang harus kita


lakukan? " Tanya seorang putri lainnya


pada Risa.


" Tentang apa? " Risa menanyai kembali.


Mimola..." Jawab putri itu.


%3D


" Dia akan baik baik saja selama 3 hari...


Dia hanya di penjara, bukan disiksa kan?


Jadikan saja ini sebuah pelajaran untuk


yang lain. " Risa mencoba menenangkan


para putri putri yang lain.


Kondisi mereka nampak seperti orang


yang depresi, mereka meninggalkan


keluarga, teman dan kekasih dan


dijadikan sebagai upeti karna permintaan


Raja Elron.


Risa melirik Elron dari kejauhan dengan


penuh kebencian.


Namun dari kejauhan itu pula, ada


seorang pria tua yang sedang berbisik


bisik pada Elron.


'Itukah dia? Putri Rissa yang baru


berumur 16 tahun itu? " Tanya Jordan


pada Elron.


"Iya, dia sedikit menakutkan tapi juga


penakut. Tidak seperti bayanganku.


Kupikir dia akan memberontak karna


aku memenjarakan temannya." Elron


menoleh ke arah Risa dari kejauhan.


Risa meremas remas gaun merahnya


yang gemerlap, iya, pemberian Elron


sebelum pesta dimulai.


Acara dansa sudah dimulai, sebelum


semua berdansa, Raja akan memilih


salah satu gadis di pesta agar berdansa


dengannya.


Rissa dihampiri oleh Ivan, lalu Ivan


segera menarik Risa ke mimbar raksasa


Aula Pesta.


Suasana sangat sunyi, beberapa tidak


mengenali Rissa dan heran kenapa Raja


memilihnya.


" Perkenalkan. Calon Ratu ku, Rissa


Selina Avendar dari Kerajaan Finlane. "


Seketika keadaan ruangan pesta


meramai, mereka sangat kebingungan.


Dan pada akhirnya satu persatu muali


bertepuk tangan dan mulai paham


dengan situasinya.


Rissa meremas gaun merahnya dengan


kencang, bibirnya dia gigit sekuat tenaga,


bulir air matanya hampir menetes.


"Jangan! Jangan terlihat menyedihkan!


Itu yang dia inginkan, mempermalukan


diriku!


" Rissa..." Elron mengulurkan tangannya


sambil tersenyum picik, Rissa sempat


berpikir akan menyerangnya lalu


mencekik pria itu sampai mati,


namun....


Rissa menerima uluran tangan Elron


sambil tersenyum dengan indahnya,


seakan akan dia sama sekali tidak merasa


dipermalukan dan malah terlihat sangat


gembira.


Elron menelan ludahnya, lalu tersenyum.


Mata Rissa seakan akan berkata,


Baiklah, aku akan bermain di


permainanmu, ********.