red rose

red rose
2



Apa Ayahanda bilang?! " Rissa


menggebrak meja Raja dengan keras.


R-Raja E-E-Erlon menginginkan semua


putri bangsawan untuk dijadikan


istrinya." Raja memang sedikit penakut


saat berada dihadapan putrinya, berbeda


saat berada dihadapan masyarakat dan


para bangsawan.


2.


Kupikir hanya para menteri Kerajaan


Finlane yang suka mengoleksi wanita.


Ternyata dia juga sama! " Rissa menggigit


bibir bagian bawahnya dengan kesal.


'Rissa..kumohon..." Melas sang Raja ke


arah Rissa.


" Tidak akan! " Risa menekan senua


kalimatnya.


Baiklah.." Raja menundukkan


kepalanya dalam dalam.


'Itu artinya kita harus bersiap lagi


untuk sebuah perang yang tak akan ada


hentinya..." Gumam Raja.


Prajurit kita rata rata berkurang drastis,


masyarakat menderita..." Gumam Raja


kembali.


Dia sangat tau sifat putrinya.


" Itu tidak akan bekerja padaku ayah."


Risa membaca pikiran ayahnya.


Risa, aku hanya..tidak ingin kehilangan


apapun lagi.. Cukup sudah dengan


Ibumu... Jangan kau, kakakmu, atau cucu


cucuku direnggut oleh Astonish lagi."


Ucap Raja dengan tulus kali ini.


DEG!


Rissa kembali mengingat tragedi 10 tahun


lalu, saat Kerajaan Astonish dibawah


kepemimpinan raja ke-7 mereka, Jordan


ayah Erlon.


Jordan menculik Ibunya dan


menjadikannnya tawanan, lalu sebulan


berlalu, ibunya ditemukan digantung di


Gerbang utama dengan mengenaskan.


Pengalaman pahit itu tidak pernah


berubah rasa menjadi hambar atau asam.


Itu terus terasa pahit di hati Risa.


" Ayah, aku.." Risa mengangkat wajahnya.


" Akan kupikirkan." Risa membalikkan


badannya lalu meninggalkan ruang kerja


ayahnya.


Risa berlari dengan cepat menuju


kamarnya lalu menenggelamkan diri di


kasur dengan seprai sehalus bulu angsa


itu.


' Ibu...aku harus bagaimana..." Risa


menahan isakannya.


*****


Bagaimana? Apa sudah ada balasan ?


Tanya Erlon dengan antusias pada Ivan.


' Yang mulia, anda baru mengirim pesan


itu tadi pagi.. Mungkin mereka akan


membalasnya besok.." Ivan menarik


selimut di kasur Erlon lalu menepuk


pundak Erlon sambil berkata, " Tidurlah. "


Ivan menatap Erlon.


" Oh ayolah Ivan!! Aku bukan bocah


cengeng 10 tahun yang lalu! " Erlon


melempar selimut tebal itu kewajah Ivan.


Wah iya, waktu itu umur anda baru 10


tahun. Dan ayah anda berumur 45 tahun.


Sekarang anda sudah 20 tahun dan ayah


anda pensiun.dan aku masih segagah


dulu..."


BLAKK!


Sebuah bantal melayang ke arah wajah


Ivan.


" Ya! Segagah kotoran ****. " Ucap Erlon.


Selina Avendar, sudah memutuskan


bahwa aku akan pergi menerima lamaran


Raja Erlon. Tidak peduli apapun, namun


aku akan melakukan ini demi kedamaian


yang Finlane tidak pernah didapatkan. "


Ucap Risa dengan penuh penekanan dan


mantap.


Semua bangsawan melongo menatap


keputusan Sang putri.


Tentu saja mereka pastinya akan malu


bila tidak mengikut sertakan putri


mereka masing masing padahal sang


putri sendiri sudah berpartisipasi.


Harap ikut serta..." Itu yang sempat


Risa katakan sebelum akhirnya menutup


pidato singkatnya.


Balasan atas surat yang Raja Elron


berikan sudah dikirim siang tadi. Seluruh


putri dari ke-45 bangsawan kecuali


yang sudah menikah dan memiliki anak


mempersiapkan semuanya agar bisa


berangkat besok.


Total dari seluruh gadis bangsawan


itu adalah 50 anak gadis yang umur


berkisaran 16 sampai 32 tahun.


Tentu saja yang paling muda adalah Risa


sendiri.


*****


Risa, kau yakin akan melakukan ini?


Ucap pria berambut hitam gelap.


Rembulan membuat wajah pria itu


nampak sangat indah dan terang.


' Zefan. Maafkan aku, ini semua demi


Kerajaan Finlane. " Risa menepuk pundak


sahabatnya itu.


Itu artinya kita tidak akan bertemu lagi?


Zefan menekan kalimatnya.


" Hei! Santai saja! Aku tentunya masih


bisa berkunjung! " Risa berbohong demi


bisa membuat sahabatnya itu tidak sedih.


Kuharap begitu. " Zefan memaksakan


senyumannya.


Bila ada yang bisa kubantu, panggil


saja aku..." Zefan mengelus pucuk rambut


kepala Risa.


*****


Erlon terbangun dari kasurnya,


didapatinya Ivan yang sedang


membukakan Tirai kamar yang berwarna


merah darah.


yang mulia, anda sudah bangun


rupanya. " Ivan tersenyum lalu berbalik,


Oh


mata biru lautnya benar benar bersinar


pagi ini.


Hoam...iya, ada apa dengan wajahmu?"


Erlon merapikan rambut emasnya yang


gondrong.


Yang mulia, kerajaan Finlane sudah


mengiri-"


SWUSSH!


Erlon berlari keluar kamar, tentunya


menuju ruang kerjanya, lebih tepatnya


ingin segera membaca surat balasan


kerajaan Finlane.


Oh, dia sudah besar, dan sudah berhasil


menghentikan peperangan yang terjadi


berabad abad itu. Ayahnya pasti akan


sangat bangga." Ucap Ivan dalam hati.


" Tunggu. Dia hanya memakai celana


panjang tanpa atasan, belum mandi,


dan akan berlari lari dikoridor... YANG


MULIAA!! " Ivan berlari terbirit birit


membawakan piyama merah Elron.