
Yang benar saja yang mulia. Anda
berlari di koridor tanpa atasan seperti
anak kecil... Itu bukan sikap raja yang
pantas." Ucap ivan setelah memberikan
atasan piyama Erlon di ruang kerjanya.
" Apa yang kau harapkan dari Raja yang
sepertiku? " Tawa Erlon dengan cepat.
" Ya. Usia anda memang 20 tahun, tapi
sikap anda seperti anak anak berumur 12
tahun..." Jawab Ivan dengan santai.
"Jangan lupa, Otak ku ini seperti orang
tua berumur 30 tahun. " Erlon kembali
membalas Ivan.
Ivan hanya tersenyum kecut.
Ivan, siapkan 26 kamar mewah
sekarang. " Erlon menggulung kembali
surat balasan Kerajaan Finlane.
Apa?! Mereka setuju? Sekarang aku
tau mengapa mereka kalah dalam
peperangan... Mereka dangkal. " Ivan
tertawa sinis menerima kembali surat itu
dari tangan Erlon.
" Hoho... Bersyukur saja! Mereka semua
memang dangkal. Kalau tidak, mungkin
kita akan kalah dari dulu. " Elron tertawa
cekikikan.
" Ya, itu artinya anda akan segera
menikahi 26 gadis sekaligus? "Ivan
menatap wajah Elron.
Tidak. Aku hanya menikahi gadis
gadis yang kubutuhkan. Sisanya akan
kujadikan pelayan. " Elron menyoroti
sinar mentari yang sudah sangat terik.
" Tapi itu tidak seperti yang anda tulis. Di
surat. " Ivan mendadak bingung.
Ayolah Ivan.. Kau berlagak seperti
tidak mengenali Raja mu
bibir Elron membuat Ivan sadar dengan
i." Seringai
sesuatu.
" Bagaimana kalau mereka tahu putri
mereka dijadikan pelayan? " Ivan
mengeluarkan wajah datarnya.
Aku sudah memprediksi semuanya
Ivan... Di surat yang kutulis, syaratnya
berbunyi jelas sekali...
Syaratnya, seluruh
putri para bangsawan kerajaan
Finlane akan dijadikan upeti kepada
kerajaan Astonish. Lalu setelah para
putri menginjakkan kaki di kerajaan
Astonish, mereka akan sepenuhnya
berada dibawah kepemilikan Raja
Elron, pihak manapun tidak akan
diberikan hak atas para putri yang
sudah dijadikan upeti termasuk Sang
Raja Kerajaan Finlane sekalipun."
Ivan tersenyum sambil menunduk.
" Jadi? Anda membuat tulisan itu seakan
akan anda akan menikahi mereka?
Padahal sebenarnya..." Ivan tertawa
pelan.
" Darah ayahmu mengalir deras di dalam
tubuhmu..." Ivan menepuk pundak Elron.
Akhirnya kau mengerti. " Elron
tersenyum sambil melirik puluhan kereta
kuda dari kejauhan.
Selamat datang di Kerajaan Astonish,
para Putri..." Sapa Ivan pada seluruh
gadis di Aula raksasa Istana Astonish.
и
Beberapa dari mereka masih menangis
yang sibuk dengan
dandanannya, atau pakaiannya, ada
yang membawa 5 koper. Namun Ivan
memperhatikan gadis Yang nampak
paling kecil diantara mereka.
" Apakah anda putri Rissa Selina
Avendar? " Tanya Ivan kepada gadis itu.
Bu-bukan... tuan putri kami ada
disebelah sana..." Gadis itu menunjuk
wanita dengan mata berwarna
hazel,rambut berwarna kuning madu
kecoklatan, kulit putih dan mulus bagai
porselen, hidung mungil mancung, dan
bibir pink bening yang tipis.
Er." Ivan jelas jelas terkejut bukan
main, putri Risa sebagaimana
dikabarkan adalah putri termuda, namun
penampilannya memang sudah seperti
seorang gadis dewasa.
и
Ada apa mencari saya? " Maju Risa
selangkah agar Ivan menurunkan
pandangannya.
и
Anda akan diantarkan ke kamar
и
anda secara Khusus oleh pelayan,
silakan. " Senyum Ivan demi menutupi
kejanggalannya.
Baik, terimakasih." Risa berjalan sambil
membawa 1 tas kecil dengan dua tangan.
Disitu Ivan juga terkejut,
padahal putri lain membawa 2 sampai
4 koper di keretanya. Namun tuan putri
mereka sendiri sesederhana itu." Gumam
Ivan sambil melirik kepada gadis lain.
Метаng benar, Kerajaan Finlaпe
semuanya dangkal dan terlalu hidup
berglamour." Ivan kembali mengiringi
putri lainnya agar segera sampai di
kamar mereka masing masing.
*****
Apa apaan ini!? " Teriak salah satu putri.
" Dia pikir aku siapa?! Huh! Kamar
ini tidak sesuai dengan selera-ku!
Dindingnya polos, ornamennya murahan,
Kamar sempit! " Ucap seorang gadis
dengan dandanan paling heboh.
Mimola Cranes, 17 tahun, anak pejabat
paling rendah di kerajaan Finlane.
Ivan menggelengkan kepalanya.
Dengar, putri Mimola. Kamar seluruh
putri disini semua sama...dan asal anda
tahu bahwa-"
Ucapan Ivan terpotong saat seorang
pelayan membukakan pintu kamar itu
untuk seseorang.
Pria itu memakai mahkota
kebanggaannya, jubah ungunya yang
gelap menghiasi pundaknya.
Mimola terkejut bukan main, dia tiba tiba
mundur selangkah, raut wajahnya sempat
tenang dan seakan bertanya tanya siapa
pria itu.
" Yang Mulia...ada apa kemari? " Ivan
menunduk hormat di depan Elron.
Kudengar ada keributan, jadi aku kesini
saat sedang berjalan jalan disekitar
koridor..." Elron menatap gadis dendut itu
dengan mata elangnya.