red rose

red rose
3



Yang benar saja yang mulia. Anda


berlari di koridor tanpa atasan seperti


anak kecil... Itu bukan sikap raja yang


pantas." Ucap ivan setelah memberikan


atasan piyama Erlon di ruang kerjanya.


" Apa yang kau harapkan dari Raja yang


sepertiku? " Tawa Erlon dengan cepat.


" Ya. Usia anda memang 20 tahun, tapi


sikap anda seperti anak anak berumur 12


tahun..." Jawab Ivan dengan santai.


"Jangan lupa, Otak ku ini seperti orang


tua berumur 30 tahun. " Erlon kembali


membalas Ivan.


Ivan hanya tersenyum kecut.


Ivan, siapkan 26 kamar mewah


sekarang. " Erlon menggulung kembali


surat balasan Kerajaan Finlane.


Apa?! Mereka setuju? Sekarang aku


tau mengapa mereka kalah dalam


peperangan... Mereka dangkal. " Ivan


tertawa sinis menerima kembali surat itu


dari tangan Erlon.


" Hoho... Bersyukur saja! Mereka semua


memang dangkal. Kalau tidak, mungkin


kita akan kalah dari dulu. " Elron tertawa


cekikikan.


" Ya, itu artinya anda akan segera


menikahi 26 gadis sekaligus? "Ivan


menatap wajah Elron.


Tidak. Aku hanya menikahi gadis


gadis yang kubutuhkan. Sisanya akan


kujadikan pelayan. " Elron menyoroti


sinar mentari yang sudah sangat terik.


" Tapi itu tidak seperti yang anda tulis. Di


surat. " Ivan mendadak bingung.


Ayolah Ivan.. Kau berlagak seperti


tidak mengenali Raja mu


bibir Elron membuat Ivan sadar dengan


i." Seringai


sesuatu.


" Bagaimana kalau mereka tahu putri


mereka dijadikan pelayan? " Ivan


mengeluarkan wajah datarnya.


Aku sudah memprediksi semuanya


Ivan... Di surat yang kutulis, syaratnya


berbunyi jelas sekali...


Syaratnya, seluruh


putri para bangsawan kerajaan


Finlane akan dijadikan upeti kepada


kerajaan Astonish. Lalu setelah para


putri menginjakkan kaki di kerajaan


Astonish, mereka akan sepenuhnya


berada dibawah kepemilikan Raja


Elron, pihak manapun tidak akan


diberikan hak atas para putri yang


sudah dijadikan upeti termasuk Sang


Raja Kerajaan Finlane sekalipun."


Ivan tersenyum sambil menunduk.


" Jadi? Anda membuat tulisan itu seakan


akan anda akan menikahi mereka?


Padahal sebenarnya..." Ivan tertawa


pelan.


" Darah ayahmu mengalir deras di dalam


tubuhmu..." Ivan menepuk pundak Elron.


Akhirnya kau mengerti. " Elron


tersenyum sambil melirik puluhan kereta


kuda dari kejauhan.


Selamat datang di Kerajaan Astonish,


para Putri..." Sapa Ivan pada seluruh


gadis di Aula raksasa Istana Astonish.


и


Beberapa dari mereka masih menangis


yang sibuk dengan


dandanannya, atau pakaiannya, ada


yang membawa 5 koper. Namun Ivan


memperhatikan gadis Yang nampak


paling kecil diantara mereka.


" Apakah anda putri Rissa Selina


Avendar? " Tanya Ivan kepada gadis itu.


Bu-bukan... tuan putri kami ada


disebelah sana..." Gadis itu menunjuk


wanita dengan mata berwarna


hazel,rambut berwarna kuning madu


kecoklatan, kulit putih dan mulus bagai


porselen, hidung mungil mancung, dan


bibir pink bening yang tipis.


Er." Ivan jelas jelas terkejut bukan


main, putri Risa sebagaimana


dikabarkan adalah putri termuda, namun


penampilannya memang sudah seperti


seorang gadis dewasa.


и


Ada apa mencari saya? " Maju Risa


selangkah agar Ivan menurunkan


pandangannya.


и


Anda akan diantarkan ke kamar


и


anda secara Khusus oleh pelayan,


silakan. " Senyum Ivan demi menutupi


kejanggalannya.


Baik, terimakasih." Risa berjalan sambil


membawa 1 tas kecil dengan dua tangan.


Disitu Ivan juga terkejut,


padahal putri lain membawa 2 sampai


4 koper di keretanya. Namun tuan putri


mereka sendiri sesederhana itu." Gumam


Ivan sambil melirik kepada gadis lain.


Метаng benar, Kerajaan Finlaпe


semuanya dangkal dan terlalu hidup


berglamour." Ivan kembali mengiringi


putri lainnya agar segera sampai di


kamar mereka masing masing.


*****


Apa apaan ini!? " Teriak salah satu putri.


" Dia pikir aku siapa?! Huh! Kamar


ini tidak sesuai dengan selera-ku!


Dindingnya polos, ornamennya murahan,


Kamar sempit! " Ucap seorang gadis


dengan dandanan paling heboh.


Mimola Cranes, 17 tahun, anak pejabat


paling rendah di kerajaan Finlane.


Ivan menggelengkan kepalanya.


Dengar, putri Mimola. Kamar seluruh


putri disini semua sama...dan asal anda


tahu bahwa-"


Ucapan Ivan terpotong saat seorang


pelayan membukakan pintu kamar itu


untuk seseorang.


Pria itu memakai mahkota


kebanggaannya, jubah ungunya yang


gelap menghiasi pundaknya.


Mimola terkejut bukan main, dia tiba tiba


mundur selangkah, raut wajahnya sempat


tenang dan seakan bertanya tanya siapa


pria itu.


" Yang Mulia...ada apa kemari? " Ivan


menunduk hormat di depan Elron.


Kudengar ada keributan, jadi aku kesini


saat sedang berjalan jalan disekitar


koridor..." Elron menatap gadis dendut itu


dengan mata elangnya.