
Irene masih menahan rasa sakit di bagian perutnya. Dan hal itu membuat Sugu begitu cemas dan khawatir.
" Apa begitu sakit?". Tanya Suga dengan cemas.
Irene hanya bisa menjawab dengan anggukan saja. Dia tak bisa berkata-kata karena menahan rasa sakit di bagian perutnya.
Suga pun menyentuh perut Irene yang masih rata. Dia pun mengusapnya lembut. Dengan penuh perhatian Suga berusaha menenangkan Irene, agar tak semakin parah.
"Apa kamu ada obatnya?". Tanya nya kepada Irene.
"Gak ada...". Jawab irene dengan singkat.
Terus gimana?".
"Sentuhan tangan lo sudah cukup membantu kok. Sekarang sudah agak enakan". Jawaban dari Irene membuat Suga sedikit tenang.
Suga pun tiduran di samping Irene sambil mengelus perut Irene. Dia begitu senang , entah apa yang terjadi padanya , dia sendiri tak mengerti, dia begitu senang dengan apa yang dia lakukan sekarang.
"Ren...! apa lo yakin ingin menggugurkannya?".Tanya Suga dengan posisi tangan suga yang masih di perut Irene.
"Gue gak tahu". Jawabnya singkat.
" Lo kontraksi aja seperti ini, apa lagi lo gugurin janin ini, apa gak lebih sakit dari ini? , apa lo siap menanggung nya? , resiko terbesarnya adalah pendarahan hebat Ren, dan itu bisa mengakhiri hidup lo". Perkataan Suga membuat Irene benar-benar takut.
Irene pun hanya diam dan membayangkan apa yang akan terjadi jika dia menggugurkan janin itu,
"Aaakkkkhh..... ". Teriak Irene dengan tiba-tiba.
"Kenapa Ren? kenapa lo teriak , bikin gue kaget aja lo".
"Aku takut, aku gak mau gugurin janin ini ga". Jawabnya dengan raut wajah yang ketakutan.
"Ya , tenang saja aku akan bertanggung jawab". Dengan tegas suga membuat Irene begitu lega.
Sementara itu di kamar yang lain Jimin dan Rose tengah tertidur pulas karena kelelahan . Mereka terlihat seperti suami istri , tidur satu ranjang dan satu selimut.
Tak lama kapal pun berhenti dan menepi si sebuah pulau yang indah, pulau yang masih terjaga , tanpa sampah dan polusi.
Asisten Suga dan dua teman wanitanya pun turun ter lebih dahulu
"Ini benar-benar indah". kata dari salah satu teman wanitanya.
Suga dan Irene pun ikut keluar dan turun dari kapal. mereka pun berjalan menuju villa yang ada di pulau itu .
"Dimana Rose ya?". Tanya Irene kepada Suga
"Mungkin mereka masih tidur, mending kita cari kamar dulu dan istirahat". Kata Suga sambil menarik tangan Irene.
Sedangkan asistennya hanya bisa mengikutinya dari belakang.
Rose pun terbangun dari tidurnya. Sadar kalau kapal sudah berhenti Rose pun membangunkan Jimin.
"Jimin... bangun, kapalnya sudah berhenti nih". sambil menggoyangkan tubuh Jimin.
Jimin pun membuka mata dan menarik Rose dalam pelukannya. "Gue males bangun , badan gue pegel semua nih ". keluhnya dengan nada manja.
"Ayolah... kita ke villa, nanti aku gak bisa pilih kamar yang bagus ".
"Tenang aja , gue bawa kunci kamar utamanya kok sayang, kamar yang paling bagus itu punya lo..". Jawabnya dengan bangga.
Setelah Jimin melepaskan pelukannya , Rose pun bergegas mengenakan pakaian nya dan merapikan dandanannya yang sedari tadi berantakan. Jimin pun hanya memakai celananya tanpa mengenakan baju.
Setelah itu mereka berdua pun menuju ke villa milik jimin.