
Dengan keadaan yang masih kesel. Tiba-tiba ada temannya yang duduk di samping nya denga muka suntuknya.
"Hei.. kenapa tu muka lu tekuk gitu..."? Tanya Ros dengan penasaran.
" Gue ada masalah Ros"..... jawab temannya dengan nada lesu.
"Apa suami lo selingkuh". Atau lo dimarahin bonyok lu..?". Ros sedikin memberi candaan ke pada teman nya itu.
"Ikut gue..." . Ros pun di tarik temannya dan mereka pergi ke toilet sekolah.
" Irene ada apa lu bawa gue kesini. Apa lu mau kencing... ?". Oh... jadi dari tadi lu mayun gara-gara pengen kencing..?". Kata Rose dengan muka polosnya.
" Bukan Ros , Bukan itu.... Ada yang mau gua tunjukin ke lu". Jawab teman nya seriyus.
" Oke... apaan..?" Cepetan bentar lagi masuk nih..". Desak rose.
" Sabar dong..." Jawab temannya sambik melangkah masuk kedalam toilet.
Ros pun menunggu temannya. Dia masih setia berdiri di depan pintu. Tak lama temannya pun keluar dari dalam kamar mandi.
"Nih.....".lihat...". Irene tiba-tiba memberikan alat tespek kepadanya.
Ros pun terkejut setelah melihat hasi dari garis merahnya.
" Dua garis merah say...." Jadi lo hamil...Ren.?...Dengan terkejut Ros pun memeluk temannya.
" Hiks....hiks...." Irene pun menangis dalam pelukan Ros.
"Siapa dia Ren...?". Ros pun mulai tersulut emosi.
"Gue gak tahu Ros, Pas waktu itu gue mabuk. Gue gak sadar Ros". Jawab irene dengan muka lesunya,
" Bodoh lu". Kenapa bisa terjadi sih...". Terus lu mau apain itu janinnya, Kalau gak ada bapaknya pasti bonyok lu marah besar Ren,".. Ros pun mulai menghawatirkan temannya itu.
" Itu bocah anak lu Ren, Masak iya mau lu bunuh sih... berdosa lu...Ren". Ros mulai kecewa dengan teman nya itu.
" Udah lah.. Kita fikirin nanti aja, Mending kita masuk kelas dulu.". Teman nya mulai mengalihkan pembicaraan.
"Ya dah ayo......" Ros pun berjalan kearah kelas nya dengan wajah kesalnya.
Di dalam kelas Ros tak berbicara sama sekali dengan Irene. Dia membiarkan sahabatnya itu , Dari pelajaran di mulai sampai selesai, Ros masih saja diam membisu.
"Ros lo marah sama gue?". Sahabat nya pun merasa terbarukan.
"Lo sih ngeselin". Jawab Ros denga kesal.
"Ya deh .. gue minta maaf ya... gue kan bingung Ros , Kalau gitu lo cariin gue jalan keluarnya". Pinta Irene dengan muka melasnya.
" Emang lo gituannya pas kapan sih...? lukan kalu pergi ke bar sama gue...!".
" Waktu itu pas di ultahnya Mina, Lu pulang duluan karena nyokap lu mendadak pulang," Jawab Irene dengan sedikit mengingat kejadian waktu itu.
" Terus siapa aja cowok yang ada di sama?". Tanya Ros dengan serius
"Banyak lah .. semua cowok di kelas kita ada di sana Ros". Jawabnya.
" Ada cctv-nya gak ya...?". Kalau ada kita bisa cek di cctv-nya," Ros mencoba memberi harapan kepada Irene.
" Ide lu bagus juga.".. Irene tersenyum tipis.
ada sedikit titik terang disana. Ros pun mulai berharap kalau ada cctv nya di bar tempat mereka merayakan ulang tahu Mina kemaren. dan sahabatnya bisa bernafas lega.
Ros berusaha meyakinkan sahabatnya dengan keyakinannya walau pun itu cuma sekedar harapan yang belum pasti.sedangkan Irene pun masih berharap dengan cemas dan masih berfikir untuk menghilangkan janinnya saja daripada menikah muda,
mereka pun larut dalam pemikiran mereka masing-masing.