
Bel sekolah pun berbunyi. Jam menunjukkan pukuk 14:00. Para murid pun berhamburan keluar kelas .
Jimin bersandar di mobilnya sambil menghisap sebarang rokok.
"Woi...ngapain lo..?". Suga mengejutkan Jimin.
"Apaan?" lu samperin gue pasti ada maunya kan?". Dengan nada malas jimin menangapi Suga.
" Tahu aja lu kalau gue lagi ada maunya". Kata Suga sambil ikut bersandar di mobil jimin.
" Bilang aja, mumpung gue lagi baik nih."..
Jimin masih menikmati rokok yang ada di mulut nya itu,
" Kita ke laut yuk"... Jawab Suga dengan cepat.
"Ngapain ke laut.. kalau mau bunuh diri jangan ajak-ajak gue ya." Ledek jimin.
" Siapa juga yang mau bunuh diri". Gue cuma mau ngajak lu nikmati kapal baru gue, Nanti kita sekalian kevila punya lu". Mendengar keinginan Suga jimin pun terdiam sejenak.
"Gimana coy... mau gak...". Dengan tak sabar, Suga mendesak jimin yang sedang berfikir
"Oke tapi kalau berdua aja gak seru. Kira cari patner.". Jimin pun akhirnya mengikuti keinginan Suga.
" Siapa ya..." Suga berfikir , siapa uang akan mereka ajak untuk bersenang-senang.
Tak sengaja Jimin pun melihat Rose dan Irene yang sedang menunggu bus sekolah di depan gerbang sekolah. Jimin pun memanggil nya.
"ROSE......" Jimin berteriak memanggil Ros dengan langkah yang cepat Jimin pun menghampiri Rose dan Irene.
"Ada apa.... lu panggil nama gue. Mau cium lagi...?". Ros masih kesel dengan kejadian tadi pagi.
" Gak kok... gue cuma mau ajakin kalian liburan ke pantai.". Jimin pun wajah yang penuh harapan mengatakan halitu keapda Rose.
" Kepantai"?. Seriyus lo...?"... Ros pun menyambut ajakan Jimin dengan senang.
" Ren kita kepantai ".... ! Ia pun memastikan sahabat nya agar ikut juga.
" Ya lah... gue juga butuh hiburan, Biar gak bete muluk". Sahabat nya pun menyetujui ajakan Jimin.
"Oke... kita cabut sekarang...". tiba-tiba Suga menimburng pembicaraan mereka.
" Sekarang?"... Tanya Ros dengan wajah kagetnya.
"Oke lah...." Irene menyetujuinya
"Gue sama Irene. Lo sama Rose ya .....ji...?". Suga menyarankan kepada Jimin.
" Oke".. cabut sekarang kuyy....". Jawaban jimin membuat Suga makin semangat.
Mereka pun berangkat ke pelabuhan , Dimana kapal keluarga Suga berada. Karena mereka masih mengenakan seragam sekolah Jimin pun membuka baju seragamnya di dalam mobil sambil mengemudi.
Tak ada rasa malu atau pun canggu. Ros pun tanpa rasa malu melihat kelakuan Jimin.
" Ros ambilin baju gue di dalam tas".Perintah jimin.
" Oke..".. Ros pun mengambilkan baju dari dalam tas milik Jimin. Dan memberikan kepadanya.
" Thanks"....kata Jimin sambil mengenakan kaosnya.
" Lo gak bawa baju ganti?" Jimin bekepada ros.
" Ya.. bawa lah....! nih gue mau ganti...". Jawab Ros sambil melepaskan seragamnya.
Jimin melihat tubuh Ros yang begitu menggoda. Ukuran buah dada yang diatas rata-rata dan perut yang ramping. Hal itu membuat mata Jimin enggan berpaling darinya.
"Gila parah....sexy abis....". Jimin bicara dari dalam hati.
Fikiran mesumpun sempat terlintas di dalam otak Jimin. Ros pun menyadari tatapan Jimin yang selalu menatap area dada miliknya itu.
" Eghem....bisa lihat kedepan aja gak?". Entar nabrak baru tahu rasa lu". Perkataan Ros membuyarkan segala fikiran mesumnya .
" Sorry...gue gak tahan sih lihat punya lo itu". Kata Jimin sampik berfokus ke arah jalan lagi.
" Dasar mesum lo"... Ros pun meledek Jimin.
"Mau gak gue mesumin.... gue jamin deh... lu pasti akan ketagiha."..Jimin bicara sambil menatap kearah jalan.
"Apaan sih lo... gue masih suci tau...." Jawab Ros dengan tegas.
" Serius lo...?" . Jimin tak percaya.
"Terserah mau percaya apa gak, Ya kenyataannya emang gitu.". Jawab Ros meyakinkan Jimin.
tak lama pun mereka sampai di pelabuhan. Mereka berjalan kearah pelabuhan bersama.