
Sementara itu Ros sedang menikmati pemandangan di luar kapal. Tanpa dia sadari Jimin berada di belakangnya.
"Hei....".. Jimin tiba-tiba bicara dari belakang. Membuat Ros terkejut dan sontak berbalik badan.
"Ah lo kagetin gue aja ..". Jawabnya.
"Sorry "... kata Jimin. " Perjalanan masih jauh apa lo gak ingin beristirahat dulu". kata jimin dengan memberi pengertian kepada Rose
"Istirahat..?" dimana gue bisa istirahat..." tanya Ros sedikit bingung.
"Kan ada banyak kamar Ros".. Kita bisa istirahat di sana...." Mungkin kita sampainya malam." Bujuk Jimin.
"Oke.... gue juga gerah mau mandi. Perkataan Ros membuat hati Jimin lega
"Yuk kita ke kamar." Ajak Jimin.
Ros pun mengikuti Jimin kerena tangannya yang di tarik oleh Jimin. Merekapun menuju kamar kosong yang masih tersisa.
"tinggal kamar ini yang tersisa". kata Jimin.
" gak masalah yang penting gue bisa istirahat, gue capek banget." sambil membuka bajunya Ros menjawab Jimin.
" gue mandi dulu.". sambil berjalan kearah kamar mandi.
"oke mandi lah... gue tungguin lo di sini." Jawab Jimin.
Rose pun pergi ke kamar mandi, sedangkan Jimin memainkan ponselnya sambil rebahan di atas ranjang.
beberapa lama pun Ros keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang begitu mini, hal itu membuat Jimin merasa sedikit tergoda.
" lo gak tidur". Ros pun bertanya kepada Jimin yang sedari tadi memandangi tubuhnya.,
"gue tungguin lo". "glek"... sambil menelan Selvinya dengan berat,
Jimin pun berdiri dan mendekati Ros yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi, dengan mata yang enggan berpaling dari diri Ros, Jimin makin mendekati Ros
" apaan sih lo...". eh... atau lo lagi tergoda sama tubuh gue..?'". kata Ros sambil menggoda Jimin.
"ya... Ros tubuh lo bikin gue panas-dingin." Kata jimin dengan mata yang masih melotot memandang tubuh Rose
mendengar kata-kata dari Jimin Ros pun tiba-tiba membuka handuk yang masih menutupi sebagian tubuhnya, dan menjatuhkannya kelantai. Seluruh tubuh Ros pun terekspose , hal itu membuat mata jimin melotot, seakan engan melewatkan satupun kesempatannya,
Ros pun mendekati Jimin, dan menarik kerah baju milik jimin.
"apa lo mau?". Tanyanya sambil melepas kan kerah baju milik Jimin Ros menggodanya,
tanpa basa-basi Jimin menarik tubuh Ros dan mencium bibirnya dengan lembut. setelah dari bibir jimin pun turun ke leher dan mengecup leher Ros sampai meninggalkan bekas di sana.
Ros pun mendorong tubuh Jimin sampai terjatuh di atas ranjang dan menindihnya. Ia tak mau kalah dari Jimin , sambil melepaskan pakaian milik Jimin ia pun mencium bibir Jimin dengan ganasnya,
Jimin menjamah seluruh tubuh rose. dengan ***** yang begitu memburu ia membalikkan posisi, sekarang ia pun menindih tubuh Ros, dengan begitu dia lebih mudah untuk menikmati tubuh Ros
"aaakkkhhhh".....desaham demi ******* keluar dari bibir Ros,
" Ros lo yakin mau melakukannya?" sama gue..". Jimin memberikan kesempatan Ros untuk mundur.
" selagi gue masih bisa menahannya, berhenti sekarang atau lo akan menyesal".
Ros pun menjawab dengan gelengan kepala. dengan begitu Jimin pun melanjutkan kegiatan panasnya dengan Ros,
Jimin pun mulai menyatukan miliknya dengan memasukan miliknya kedalam milik Ros,
"aaaagghhhhhh....". pekik Ros karena merasakan sakit,
dengan pelan-pelan Jimin pun makin menusuk ke dalam , sambil memandangi wajah Ros yang meringis menahan rasa sakitnya , Jimin pun mencium bibir Ros untuk membuat nya sedikit rileks.
Jimin menggerakkan miliknya, memaju - mundurkan miliknya dengan pelan, dan makin lama ia makin menambah durasi , Jimin melakukan hal itu berulang kali.
sampai dirinya merasa puas, selagi ada kesempatan ia melahap habis seluruh tubuh Ros.