
HAPPY READING 😊
Setelah memandikan Biru, Andra membawa Biru ke ruang keluarga. Dengan Biru yang menonton televisi dan Andra yang memeriksa e-mail dari sekretaris nya melalui handphone nya.
"Ayah, di hepon na Ayah ada ulal-ulal?" tanya Biru sambil mengalihkan pandangannya dan melihat ponsel Ayah nya.
Andra yang mendengar pertanyaan anaknya menyengit heran.
"Maksudnya itu permainan ular gitu ya dek?" tanya Andra tak mengerti.
"Iya Ayah, ulal-ulal na nanti emam telus ambah gede Ayah, walna-walni ugak Ayah. Ada tan ayah?" tanya Biru girang.
"Kamu tahu dari mana itu?" tanya Andra santai.
"Dali Sinta Ayah. Kemalyn sole Bilu main te lumah na Sinta, terlus Bilu lihat Sinta main ulal-ulal itu di hepon na Ayah," jawab Biru antusias.
"Bilu mau main juga Ayah," lanjutnya.
"Di handphone Ayah enggak ada sayang." jawab Andra sambil mengusap rambut sang anak.
Andra tahu game yang sedang booming itu, tetapi di handphonenya memang tidak ada. Lagi pula siapa yang mau memainkannya? Diri nya? Yang benar saja!
Lagipula Andra tidak akan mengizinkan anak nya bermain handphone kalaupun ada, bahaya jika sudah kecanduan.
"Ya nonglod don Ayah," geram sang anak.
"Hah? Apa? Nonglod?" tanya Andra ulang. Kosakata apa itu dia baru mendengarnya, lagipula biasanya istri nya yang menerjemahkan ucapan anak nya yang masih semrawut. Tapi siang ini, sang istri masih di dapur sedang menyiapkan makan siang.
"Iya nonglod Ayah. Nanti kalau udah di nonglod pasti ada Ayah."
Ayo berfikir! Ayo berpikir! Kira-kira apa yang di maksud anak nya itu. Ge yang tadi tidak ada akan ada bila di...!!!
"Hmff ... download maksud kamu Dek?" tanya Andra sambil menahan tawa.
"Iya nonglod!" sewot anak nya.
Nonglod dan download? Oke ada kesamaan wujudnya, tapi tetap saja anak nya itu benar-benar.
"Ayah nggak ada pulsa Dek," ujar sang Ayah masih dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.
Dia hanya berbohong mana ada seorang CEO perusahaan besar tidak punya pulsa. Sunguh memalukan!
"Beli pulca don," paksa Albiru dengan mengerucutkan bibir nya sebal.
"Dimana beli pulsanya?" tanya Andra menggoda Biru yang seperti nya sebentar lagi akan ngambek.
"Di tukang baju!!" gereget Biru menjawab pertanyaan sang Ayah.
Lagi Dan lagi Andra tertawa mendengar jawaban anak nya. Dasar Biru!
"Mana ada beli pulsa di tukang baju dek,"
"Lagian Ayah nggak ada uang," lanjut Andra.
_Sepertinya menggoda Albiru menjadi kesenangan tersendiri bagi Ayah anak satu itu, hihihi_
"Ih beli doceng aja," paksa biru menarik-narik kaos Ayah nya.
"Doceng? Dari mana lagi kata itu Dek?" tanya Farhan heran mendengar kosakata baru itu.
"Damat!! Bilu marah sama ayah!! Lama banet. Bilu lapolin cama Bunda." ujar Biru yang sebal karena Ayah nya itu.
Andra tertawa melihat wajah menggemaskan Albiru yang marah. Cukup menghibur di Minggu yang panas ini.
"BUNDA!!" Albiru berlari memutari sofa dan keluar dari ruang keluarga menuju dapur untuk menghampiri Bunda nya.
Sementara Farhan berdecak melihat kelakuan anaknya itu.
"Dasar tukang ngadu," gerutu nya melihat kelakuan anak nya.