
KEJUTAN TAK TERDUGA
Ryan dan Elara melanjutkan perjalanan mereka ke Pegunungan Abadi, tempat Naga Sakti dikabarkan berada. Mereka telah melewati hutan yang lebat dan melewati sungai yang deras. Matahari mulai terbenam ketika mereka akhirnya sampai di depan pintu masuk gua rahasia tempat tinggal Naga Sakti.
"Mari kita masuk," kata Ryan dengan penuh semangat.
Mereka mengikuti lorong gelap yang terbentang di dalam gua. Suara gemuruh angin dan desiran air terdengar di kejauhan. Setelah beberapa waktu berjalan, lorong tiba-tiba terbuka ke sebuah ruangan yang megah. Di tengah ruangan itu, terdapat Naga Sakti yang sedang beristirahat dengan tenang.
"Dia sungguh menakjubkan," bisik Elara kepada Ryan.
Ryan dan Elara mendekati Naga Sakti dengan hati-hati. Begitu mereka berada di dekatnya, Naga Sakti membuka mata yang besar dan bersinar. "Kalian adalah Ryan dan Elara, bukan?" tanya Naga Sakti dengan suara yang tenang namun menggema di gua.
"Ya, kami datang mencari bimbingan dan kebijaksanaan Anda, Naga Sakti," jawab Ryan penuh hormat.
Naga Sakti tersenyum. "Kalian memiliki tekad yang kuat untuk melindungi Batu Keajaiban. Namun, ada ujian yang harus kalian lalui sebelum kalian bisa mendapatkan kebijaksanaan yang kalian cari."
"Mohon beritahu kami, Naga Sakti," kata Elara dengan antusias.
Naga Sakti mengangguk. "Di dalam gua ini terdapat labirin yang rumit. Di dalam labirin itu terdapat tiga tantangan yang harus kalian selesaikan. Pertama, kalian harus menemukan kunci emas untuk membuka pintu ke tantangan berikutnya. Kedua, kalian harus menghadapi monster yang menjaga kunci perak yang berharga. Dan ketiga, kalian harus menjawab teka-teki yang sulit untuk mendapatkan kunci terakhir, kunci perunggu."
Mereka memasuki labirin dan berjalan melalui lorong yang berliku-liku. Setelah beberapa saat, mereka menemukan pintu berlapis emas yang terkunci. Ryan merogoh dalam tasnya dan mengeluarkan kunci emas yang dia temukan di dalam gua. Pintu itu terbuka, mengungkapkan tantangan berikutnya.
Mereka masuk ke dalam ruangan yang gelap dan tenang. Tiba-tiba, suara gemuruh menggema dan sebuah monster muncul di hadapan mereka. Monster itu memiliki kulit berduri dan mata merah menyala. Ryan dan Elara mengeluarkan senjata mereka dan bersiap untuk bertarung.
Pertempuran sengit terjadi antara mereka dan monster itu. Ryan menggunakan kekuatan dan keterampilan bertarungnya, sementara Elara menggunakan sihir elemen untuk melawan monster itu. Setelah pertarungan yang panjang, mereka berhasil mengalahkan monster itu dan mendapatkan kunci perak yang dijaga olehnya.
Dengan kunci perak di tangan mereka, Ryan dan Elara melanjutkan perjalanan mereka ke ruangan terakhir. Di dalam ruangan itu, terdapat meja kecil dengan teka-teki yang terukir di atasnya. Mereka duduk di depan meja itu dan memikirkan jawaban yang tepat.
Setelah berjam-jam berpikir dan berdiskusi, Ryan dan Elara akhirnya menemukan jawaban yang benar. Mereka memasukkan kunci perunggu ke dalam lubang di meja, dan dengan kilatan cahaya, pintu rahasia terbuka.
Mereka melangkah ke dalam ruangan terakhir dan dihadapkan pada Naga Sakti yang tersenyum puas. "Kalian telah melewati ujian dengan baik. Kebijaksanaan yang kalian cari ada di dalam diri kalian sendiri. Dalam perjalanan ini, kalian telah menunjukkan keberanian, kerjasama, dan ketekunan yang luar biasa."
Ryan dan Elara merasa bangga dengan pencapaian mereka. Mereka menyadari bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada Batu Keajaiban, tetapi juga pada kekuatan dan kemampuan mereka sendiri.
Dengan penuh rasa terima kasih, Ryan dan Elara mengucapkan selamat tinggal kepada Naga Sakti. Mereka keluar dari gua dengan semangat baru dan tekad yang lebih kuat untuk menyelesaikan misi mereka.
Perjalanan mereka berlanjut, dan mereka siap menghadapi rintangan dan tantangan berikutnya. Dalam hati mereka, mereka tahu bahwa mereka adalah pahlawan yang ditakdirkan untuk melindungi dunia ini.