Porta Magica

Porta Magica
BAB 30 PENCARIAN RAHASIA DAN PENGORBANAN



PENCARIAN RAHASIA DAN PENGORBANAN


Setelah kembali ke rumahnya, Bastia merasa tenang dan damai. Namun, dia tidak bisa melupakan perjuangan dan petualangan yang dia alami. Dia merasa ada sesuatu yang harus dia lakukan sebelum benar-benar menyelesaikan misinya.


"Bastia (berpikir keras): Ada rahasia yang tersembunyi di balik pintu ajaib ini. Aku harus mencarinya dan mengungkapkannya."


Bastia memutuskan untuk memulai pencarian rahasia tersebut. Dia mengingat kata-kata penyihir tua yang menyebut tentang kekuatan jahat yang ingin menghancurkan pintu ajaib.


Dengan tekad yang kuat, Bastia mulai menjelajahi dunia sihir. Dia mengunjungi perpustakaan tua yang penuh dengan buku-buku kuno dan berbicara dengan penyihir yang bijaksana untuk mencari petunjuk.


Setelah berhari-hari mencari, Bastia menemukan sebuah buku kuno yang berisi catatan tentang sejarah pintu ajaib. Dia membaca dengan tekun dan menemukan informasi yang mengejutkan.


"Bastia (terkejut): Ternyata pintu ajaib ini memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada yang aku bayangkan. Ada energi magis yang bisa digunakan untuk tujuan jahat."


Bastia menyadari bahwa kekuatan jahat yang ingin menghancurkan pintu ajaib ini tidak hanya ingin menghentikannya dari kembali ke rumahnya, tetapi juga ingin menggunakan energi magis pintu ajaib untuk tujuan jahat mereka sendiri.


"Bastia (dengan tekad): Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Aku harus melindungi pintu ajaib ini dan menghentikan kekuatan jahat tersebut."


Bastia melanjutkan pencariannya, kali ini dengan tujuan untuk menemukan cara untuk melindungi dan mengamankan pintu ajaib dari kekuatan jahat. Dia mengunjungi tempat-tempat suci dan berbicara dengan makhluk magis yang bijaksana.


Akhirnya, setelah berbulan-bulan pencarian, Bastia menemukan seorang peri tua yang memiliki pengetahuan tentang kekuatan magis yang bisa melindungi pintu ajaib.


"Peri Tua (dengan bijaksana): Bastia, untuk melindungi pintu ajaib ini, kamu harus mengumpulkan tiga artefak magis yang kuat. Artefak tersebut akan memberikan kekuatan dan perlindungan yang dibutuhkan."


Setelah berjuang dengan gigih, Bastia berhasil mengumpulkan tiga artefak magis tersebut. Dia merasa semakin dekat dengan melindungi pintu ajaib dan mencegah kekuatan jahat mengambil alih.


Namun, sebelum Bastia bisa menggunakannya, dia menyadari bahwa artefak tersebut membutuhkan pengorbanan yang besar. Dia harus melepaskan sebagian kekuatannya sendiri untuk mengaktifkan perlindungan.


"Bastia (dengan ragu-ragu): Apakah aku bersedia mengorbankan sebagian kekuatanku untuk melindungi pintu ajaib ini?"


Bastia berpikir keras dan merenungkan konsekuensi dari pengorbanan tersebut. Dia tahu bahwa jika dia tidak mengambil tindakan, kekuatan jahat akan menghancurkan pintu ajaib dan mengambil alih energi magisnya.


"Bastia (dengan tekad): Ya, aku bersedia mengorbankan diriku untuk melindungi pintu ajaib ini. Ini adalah tugas yang harus aku lakukan."


Dengan hati yang berat, Bastia menggunakan kekuatannya dan mengaktifkan perlindungan dengan tiga artefak magis tersebut. Dia merasakan kekuatannya berkurang, tetapi dia tahu bahwa pengorbanan ini adalah yang terbaik untuk melindungi pintu ajaib.


Pintu ajaib itu sekarang aman dan dilindungi dengan kekuatan magis yang kuat. Bastia merasa lega dan puas dengan apa yang telah dia lakukan.


"Bastia (dengan senyum): Aku telah melindungi pintu ajaib ini. Sekarang aku bisa kembali ke rumah dengan pikiran yang tenang."


Bastia melalui pintu ajaib yang terlindungi dan kembali ke rumahnya di Kalimantan Selatan. Dia merasa lega dan bahagia, mengetahui bahwa dia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.


Meskipun pengorbanannya besar, Bastia tahu bahwa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Dia telah melindungi kekuatan pintu ajaib dan mencegah kekuatan jahat menggunakannya untuk tujuan yang tidak baik.


Bastia melanjutkan hidupnya dengan semangat dan kegembiraan. Dia tahu bahwa dia telah menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana melalui petualangan dan pengorbanannya.