Porta Magica

Porta Magica
BAB 22 PETUALANG BARU



PETUALANG BARU


Setelah beberapa tahun menjalani kehidupan baru di negara baru, Ryan dan Elara telah menemukan stabilitas dan kebahagiaan dalam pernikahan mereka. Mereka telah beradaptasi dengan lingkungan baru dan mengejar impian masing-masing dengan sukses. Namun, takdir memiliki rencana lain untuk mereka.


Suatu hari, ketika Ryan sedang bekerja di kantor, Elara menerima telepon dari seorang teman lama. Temannya memberitahu Elara tentang kedatangan seorang tamu istimewa yang ingin bertemu dengannya.


Elara merasa penasaran dan tak sabar untuk mengetahui siapa tamu istimewa itu. Setelah menyelesaikan panggilan telepon, dia bergegas memberi tahu Ryan tentang kejutan ini.


"Ryan, ada seseorang yang ingin bertemu denganku. Dia adalah teman lama yang telah lama hilang kontak. Aku tidak sabar untuk mengetahui kabar dari mereka," ujar Elara dengan antusiasme.


Ryan mendengarkan dengan perhatian. Dia juga penasaran tentang identitas orang tersebut. "Apa kamu tahu siapa mereka, Elara?"


Elara menggelengkan kepalanya. "Tidak, mereka tidak memberi tahu saya siapa mereka dalam panggilan telepon tadi. Tapi mereka mengatakan bahwa mereka memiliki berita penting untukku."


Keesokan harinya, Elara menunggu di kedai kopi tempat pertemuan dengan tamu misteriusnya. Hatinya berdebar-debar dengan antusiasme dan rasa ingin tahu. Akhirnya, seorang wanita berambut pirang memasuki kedai kopi itu dengan senyuman hangat di wajahnya.


"Elara!" seru wanita itu dengan penuh kegembiraan. "Apa kabar, teman?"


Elara terkejut melihat wanita itu. "Bastia? Apa kabar? Aku tidak percaya aku bisa bertemu denganmu lagi setelah sekian lama."


Bastia, teman lama Elara, dan Elara berpelukan erat. Mereka menghabiskan waktu untuk saling bertukar cerita dan mengenang masa lalu yang mereka lewati bersama.


"Elara, aku mendengar tentang petualanganmu di dunia fantasi dulu. Aku tidak bisa menahan keinginan untuk melihat dunia itu sendiri," ujar Bastia dengan antusiasme.


Elara tersenyum. "Aku tahu betapa kamu penasaran tentang dunia itu. Aku senang kamu datang mengunjungi. Tapi apakah kamu yakin? Dunia itu tidak seperti yang kita bayangkan."


Bastia mengangguk tegas. "Aku tahu ada risiko di dalamnya, tapi aku siap menghadapinya. Aku ingin merasakan petualangan yang kamu alami."


"Mari kita pergi ke dunia fantasi sekali lagi, Bastia," kata Elara dengan semangat. "Aku akan memperkenalkanmu pada teman-teman lama dan memperlihatkan tempat-tempat ajaib di sana."


Mereka berdua mengatur perjalanan mereka ke dunia fantasi. Elara menghubungi teman-teman lamanya untuk memberi tahu mereka tentang kedatangan Bastia, dan mereka dengan senang hati menyambutnya.


Setibanya di dunia fantasi, Bastia terpesona oleh keindahan dan keajaiban yang ada di sekitarnya. Dia merasa seperti berada di dalam cerita dongeng yang hidup.


Elara memperkenalkan Bastia kepada teman-temannya, termasuk makhluk ajaib dan peri yang mereka temui dalam petualangan mereka sebelumnya. Bastia terpesona oleh keunikan masing-masing karakter dan dunia yang mereka tinggali.


Mereka menjelajahi tempat-tempat indah, menghadapi tantangan dan melalui petualangan yang menegangkan. Bastia merasakan adrenalin dan kegembiraan yang Elara ceritakan sebelumnya.


Namun, di tengah petualangan mereka, mereka menemui sebuah masalah yang mengancam kehidupan mereka. Sebuah kekuatan jahat yang kuat sedang mengancam untuk menghancurkan dunia fantasi itu.


Ryan, yang telah mengikuti Elara dan Bastia dalam petualangan mereka, berjuang bersama mereka untuk melawan kekuatan jahat tersebut. Mereka berusaha keras untuk menghentikan rencana jahat dan menyelamatkan dunia fantasi.


Melalui keberanian dan kekuatan mereka bersama-sama, mereka berhasil mengalahkan kekuatan jahat itu dan menyelamatkan dunia fantasi dari kehancuran.


Pada akhir petualangan mereka, Elara, Bastia, dan Ryan berdiri bersama di bawah sinar matahari terbenam yang indah. Mereka merasa puas dan bersyukur telah melewati semua rintangan dan bahaya bersama.


"Terima kasih, Elara, karena membawa aku ke dunia ini. Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan," kata Bastia dengan tulus.


Elara tersenyum. "Sama-sama, Bastia. Aku senang kamu bisa merasakan keajaiban dan petualangan ini juga. Kita akan selalu memiliki kenangan yang luar biasa."


Mereka bertiga kembali ke dunia nyata dengan hati yang penuh kebahagiaan dan kenangan yang tak terlupakan. Mereka tahu bahwa kehidupan mereka akan terus dipenuhi dengan petualangan dan keajaiban, baik di dunia nyata maupun di dunia fantasi.