Porta Magica

Porta Magica
BAB 26 PENGAWAL PANGERAN



PENGAWAL PANGERAN


Setelah menerima tawaran Pangeran Akbar untuk menjadi pengawalnya, Bastia merasa senang dan bersemangat. Dia tahu bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk belajar lebih banyak tentang ilmu bela diri dan melindungi orang-orang yang dicintainya.


Bastia bersiap-siap untuk melakukan perjalanan ke Kerajaan Kristal bersama Pangeran Akbar. Mereka naik kuda yang kuat dan berjalan dengan mantap di jalan setapak yang terjal. Bastia merasa senang bisa berada di samping Pangeran Akbar, sambil melihat pemandangan indah yang melintas di sepanjang perjalanan.


"Bastia (sambil tersenyum): Pangeran Akbar, saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Saya berjanji akan melindungi Anda dengan segala yang saya miliki."


"Pangeran Akbar (tersenyum): Bastia, saya yakin kamu akan menjadi pengawal yang luar biasa. Aku merasa aman dan percaya padamu."


Perjalanan mereka berlanjut dengan lancar, tetapi mereka tiba-tiba dihadapkan pada serangan dari sekelompok perampok yang haus akan kekayaan Pangeran Akbar. Mereka melintas di depan mereka dan menyerang dengan kejam.


"Bastia (siap bertarung): Jangan khawatir, Pangeran Akbar. Aku akan melindungimu!"


Pertarungan pun dimulai. Bastia menggunakan keahliannya dalam ilmu bela diri untuk melawan para perampok yang jahat. Dia melompat dan berputar dengan lincah, menghindari serangan dan memberikan serangan balik yang mematikan. Pangeran Akbar juga berjuang dengan keberanian, menggunakan kekuatan magisnya untuk melawan musuh.


"Perampok (tertawa): Kalian tidak bisa menghentikan kami! Kami akan mengambil semua harta Pangeran Akbar!"


"Bastia (berteriak): Jangan berharap bisa lewat begitu saja! Kami akan melindungi Pangeran dengan nyawa kami!"


Pertarungan berlangsung sengit, tetapi Bastia dan Pangeran Akbar tidak menyerah. Mereka bekerja sama dengan sempurna, saling melindungi satu sama lain. Serangan-serangan mereka semakin mematikan, membuat para perampok merasa terancam.


"Perampok (ketakutan): Mereka terlalu kuat! Kita harus kabur!"


Para perampok itu melihat betapa tangguhnya Bastia dan Pangeran Akbar, dan mereka akhirnya mundur dengan rasa takut. Bastia dan Pangeran Akbar berhasil mengusir mereka dan melanjutkan perjalanan mereka dengan hati yang penuh kemenangan.


"Bastia (tersenyum): Terima kasih, Pangeran Akbar. Saya hanya melakukan tugas saya sebagai pengawal yang setia."


Perjalanan mereka dilanjutkan dengan lebih berhati-hati setelah insiden tersebut. Mereka menyusuri jalan-jalan yang terpencil dan melewati desa-desa yang ramai. Penduduk setempat melihat Bastia dan Pangeran Akbar dengan rasa kagum, tahu bahwa mereka adalah pejuang yang luar biasa.


Di tengah perjalanan, Bastia dan Pangeran Akbar berhenti sejenak untuk beristirahat. Mereka duduk di bawah pohon rindang, sambil menikmati udara segar dan pemandangan yang indah.


"Bastia (sambil tersenyum): Pangeran Akbar, saya sangat bersyukur bisa melakukan perjalanan ini bersama Anda. Saya belajar banyak tentang keberanian dan ketangguhan dari Anda."


"Pangeran Akbar (tersenyum): Bastia, kamu juga menginspirasi saya. Kamu adalah pengawal yang sangat berbakat dan setia. Saya bangga bisa memilikimu di sampingku."


Perjalanan mereka berlanjut, dan setelah beberapa minggu, mereka akhirnya tiba di Kerajaan Kristal. Bastia merasa gembira dan bangga karena telah berhasil membawa Pangeran Akbar dengan selamat.


Di kerajaan, Bastia diterima dengan penuh kehormatan dan dianggap sebagai pahlawan yang melindungi Pangeran Akbar. Dia melanjutkan tugasnya sebagai pengawal dengan penuh dedikasi dan kesetiaan. Pangeran Akbar dan Bastia menjalin persahabatan yang erat, saling mendukung dan melindungi satu sama lain.


Selama bertahun-tahun, Pangeran Akbar dan Bastia melalui banyak petualangan bersama. Mereka melawan kejahatan, membela kebenaran, dan melindungi kerajaan dari ancaman. Bastia terus mengasah kemampuannya dalam ilmu bela diri, menjadi pengawal yang semakin tangguh dan berpengalaman.


Tetapi di balik keberanian dan ketangguhannya, Bastia tetaplah wanita yang penuh kasih dan peduli. Dia selalu memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan orang-orang di sekitarnya. Banyak penduduk kerajaan yang menganggapnya sebagai sosok inspiratif dan teladan.


Akhirnya, setelah bertahun-tahun melayani Pangeran Akbar, Bastia memutuskan untuk pensiun sebagai pengawal. Dia merasa sudah memberikan yang terbaik dalam melindungi Pangeran dan kerajaan. Namun, persahabatan mereka tetap abadi, dan Bastia akan selalu menjadi sosok yang dihormati oleh Pangeran Akbar.


Perjalanan Bastia sebagai pengawal Pangeran Akbar. Meskipun menghadapi banyak rintangan dan bahaya, Bastia tetap setia pada tugasnya dan melindungi Pangeran dengan keberanian dan ketangguhan. Perjalanan ini menguji kemampuan dan kesetiaan Bastia, tetapi dia berhasil melewati semua tantangan dengan sukses.