Pilot Is My Husband

Pilot Is My Husband
Episode 7



Setelah tiba di rumah rey langsung pergi ke kamarnya dan membersihkan diri. Rey pun langsung bergegas ke tempat tidur untuk merentangkan otot ototnya yang cape. Tak perlu menunggu waktu yang lama kini mata rey sudah terpejam dan terdengar dengkuran halus menandakan dirinya sudah tertidur pulas.


Penerbangan tadi merupakan penerbangan terakhirnya karena kedua orangtuanya menginginkan rey fokus kepada perusahaan . Mengingat kini kedua orangtua rey sudah tua dan ingin beristirahat saja di rumah menikmati masa tua mereka.


Kini matahari sudah tergantikan oleh cahaya bulan dan bintang . Tak terasa rey sudah tertidur cukup lama sampai sampai ia melupakan makan siangnya.


" Rey , bangun" teriak sang mama dari lantai bawah.


Seketika rey terbangun karena mendengar suara mamanya yang begitu sangat nyaring. Ia pergi ke toilet dan membasuh mukanya agar terlihat segar dan ia bergegas turun ke bawah.


" Malam mah, pah " ucap rey


" Malam juga sayang" ucap kedua orang tua rey scr bersamaan.


Kini rey dan kedua orangtuanya sedang menikmati makan malam. Tidak sepatah kata pun yang mereka ucapkan hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring.


" Rey , gimana tadi penerbangan kamu? " tanya papa rey


" Lancar pah " jawab rey


" Kamu nggak lupa kan rey keinginan mama?" tanya mama rey


" enggak ko mah rey inget ko " jawab rey


Kedua orangtua rey memaksakan keinginan mereka kepada rey. Mama dan papa rey bersikeras menjodokan rey dengan anak sahabat mereka karena mereka khawatir di usia rey yang tak lagi muda rey belum menikah juga. Sedangkan teman teman seusia rey sudah menikah dan sudah memiliki anak.


" Besok kita akan ketemu sama calon istrimu " ucap mama rey


"Tapi ma .. " belum selesai bicara mama rey sudah memotong pembicaraan rey


" Gak ada tapi tapi an rey" ucap mama nya.


.....


Di lain tempat Cay dan kedua orangtuanya sedang bersenda gurau . Mengingat dulu cay saat masih kecil yang slalu manja kepada kedua orangtuanya.


" Cay , mama sama papa mau bicara sama kamu " pinta sang mama


" Bicara aja kali mah cay denger ko" jawab cay


" Besok kita akan ketemu sama calon suami kamu" ucap sang mama


" Besok ma? " tanya cay


"Iya sayang" jawab sang mama


" Yaudah kalo gitu jam berapa ma? besok cay ada mata kuliah pagi " tanya cay


" sorean sayang, sehabis kamu pulang kuliah"


" Yaudah cay mau tidur ya mah " ucap cay


" Iya sayang tidur nyenyak yah" ucap mama dan papah cay sambil mengecup pipi cay..


Cay pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas. Ia membuka jendela kamarnya dan berdiri menatap langit yang begitu sangat cantik. Bulan seakan senyum kepadanya dan bintang bintang pun berkedip kepadanya. Cay merasakan sesak di dadanya mengingat dia akan di jodohkan oleh kedua orang tuanya.


" Mah pah mungkin ini yang bisa cay lakuin buat mama sama papa . Mungkin dengan cara cay nurutin semua keinginan kalian bisa buat mama papa bahagia. Demi kalian cay akan lakuin apapun asalkan bisa ngeliat mama papa tersenyum " ucap cay sambil terisak..


Setelah berucap seperti itu cay berusaha untuk menahan semuanya berusaha untuk tersenyum karena demi melihat kebahagiaan orang tuanya. Kini malam semakin larut , dan dinginnya angin malam membuat cay kedinginan. Ia segera menutup jendelanya dan bergegas untuk tidur .