
Dibawah teriknya matahari wanita cantik sedang mengemudikan mobil sport mewah miliknya. Dengan lihai ia membelah jalanan ibu kota yang tengah padat, kurang dari setengah jam pun ia sudah sampai ke tempat tujuannya. Penjaga butik membuka kan pintu dan membungkuk tanda hormat kepada wanita itu. Ya, semua orang di dalam butik sudah mengetahui siapa wanita cantik yang sedang berjalan dengan anggun. Ia adalah Cayla Aditya Pratama putri dari pengusaha terkaya Seasia.
" maaf mah udah buat mamah nunggu lama. Biasalah jalanan macet" cay menghampiri mamanya sambil mengecup kedua pipi mama tersayangnya itu.
" Iya sayang nggak apa apa, mama juga baru aja dateng " mamanya pun menepuk sofa di sebelahnya yang kosong agar cay segera duduk didekatnya.
" Cay, kita tunggu rey sebentar nggk papa kan? barusan aja rey ngabarin kalo dia bakalan telat datang karna tiba tiba ada klien yang minta ketemuan. Palingan juga setengah jam lagi dia sampe." Dengan senyuman yang tiada henti ibu rey berusaha agar calon mantunya itu lebih dekat kepadanya. Dia berharap calon mantunya itu tidak ngerasa canggung berada didekatnya karna walau bagaimanapun ibu nya rey akan menjadi ibu nya cay juga.
" Iya tante, gak papa ko . Cay juga ngerti pasti dikantor sibuk " cay berusaha membuka diri untuk ibu nya rey, karna tak dapat dipungkiri meskipun baru saja bertemu cay merasa nyaman dekat dengan calon ibu mertuanya.
Ketiga wanita cantik itu sedang sibuk memilih gaun gaun yang akan dikenakan cay di hari bahagianya nanti. Meskipun ada kecekcokan diantara ibu dan anak itu tapi tetap saja bagi yg melihatnya akan merasa gemas bagaimana tidak cay merengek ingin gaunnya itu simple tp ibunya memaksakan keinginannya agar cay memilih gaun yg glaumor. Diselang perdebatannya itu akhirnya datanglah rey dengan setelan kantornya yang membuatnya sangat terlihat dewasa dan juga tampan. Rey baru saja sampai pun tercengang karna baru juga ia sampai ia sudah di suguhi dengan keributan keributan yang dilakukan oleh calon istrinya itu.
" Mah, tante, cay bisa nggak gak usah debat?" ucap rey dengan tegas. Dan akhirnya setelah rey berbicara mereka bertiga diam. Mereka tidak melawan perkataan rey. Bagaimanapun seharusnya mereka tak berdebat karna hal gaun .
" Tolong bawakan gaun yang ini " Tanpa aba aba pelayan itu pun mengambilkan gaun yang dipilih oleh rey dan mempersiapkan semuanya agar cay bisa mencoba gaun itu.
" Maaf nona gaun sudah siap , silahkan ikut saya" Tirai pun menutup ruang ganti yang didalamnya ada cay. Dengan ragu ragu akhirnya cay mencoba gaun pilihan rey . Dan ya siapa sangka gaun yang dipilihkan oleh rey pas di tubuh cay yang ideal. Cay memiliki tubuh yg tidak terlalu kurus dan juga tida gemuk.
Tanpa berkedip rey memandang lekat cay. Cay terlihat semakin cantik dan anggun. Jantung rey pun berpacu dengan cepat. Sebelumnya rey tidak pernah merasaka hal yg sama. Bahkan dulu saja rey ketika berpacaran tak pernh merasakan hal ini. Namun ketika melihat cay hati rey begitu terenyuh dan bersyukur bahwa ia mempunyai calon pendamping yg begitu sangat cantik. Gaun yang digunakan pun sangat pas melekat ditubuh cay . Gaun tersebut sangatlah cantik, simple namun elegant.Tanpa sadar ibu rey memperhatikn rey yg sedang menatap cay.
" Biasa aja kali liatinnya gk takut apa tuh mata keluar" goda ibu rey. Tanpa sadar pipi rey bersermu merah karna ia merasa malu krn sudah ketangkap basah memperhatikan cay sambil senyum senyum
*****
Jangan lupa untuk tinggalin jejak ya 😍 coment ,like and voting