
" Dorrr" Ucap cyntia membuyarkan lamunan Cay. Cay hanya memutar bola matanya jengah menghadapi sahabatnya yang terkadang membuatnya kesal.Namun tak dapat dipungkiri meskipun sahabatnya itu selalu membuatnya kesal tapi mereka berdua saling menyayangi. Jika salah satu dari mereka ada yang mengusiknya maka keduanya akan menghadapi musuh itu. Prinsip mereka jika berani ngusik salah satu diantara ya siap siap saja berlawanan dengan most wanted , pikir mereka.
" Tumben nih pagi pagi udah cemberut, kenapa lo key " tanya Cyntia
" Gue mau nikah minggu depan, gue dijodohin bonyok gue. Sebenernya, Gue gak mau tapi gue juga gak mau ngecewain orang tua gue. " Ucap Cay yang sebentar lagi akan meluncurkan kristal beningnya.
" Hah? serius lu? " Cyntia syok karna sebelumnya cay belum menceritakan apapun tentang hal ini.
" Iya lah gue serius. Gue nerima ini karna gue pikir mungkin dengan ini gue bisa balas budi ke orang tua gue . Dengan melihat mereka bahagia gue bakalan lakuin apapun ya termasuk sekarang ini meskipun gue gak mau" Pikir cay
" Percaya aja cay orang tua pasti memilih mana yang terbaik buat lo. Mereka juga gak mau lihat lo sengsara. Pastinya perjodohan lo ini yang terbaik menurut orang tua lo " ungkas cyntia
Cay hanya mengangguk menanggapi ucapan cyntia. Setidaknya cay mengurangi beban di pundaknya yang terasa amat beratnya. Ya begitulah persahabatan mereka. Mereka akan saling menguatkan dan saling mensupport.
" Eh btw siapa cowo yang beruntung dapetin lu? secara gitu ya lu most wanted kampus ini, lu cantik , baik dan juga cerdas, cowo mana coba yg gak antri sama lu"
Belum lagi Cay menjawab tiba tiba dosen sudah masuk kelas dan akan memulai pelajaran.
" Lu utang penjelasan ma gue" ucap cyntia
Kini Cay dan cyntia sedang fokus memperhatikan dosen yang sedang sibuk menjelaskan materi baru. Dengan penuh semangat mereka berdua terus saja memperhatikan penjelasan dosennya itu. Belum juga dosen menyelesaikan soal namun cay sudah memahami arah jawaban soal itu akan kemana. Bagi cay belajar itu sangatlah penting meskipun kini cay sedang diterpa masalah tapi tetap saja cay akan fokus belajar. Baginya masalahnya itu tidak ada sangkut pautnya dalam hal belajar maka dia pikir tidak worth it jika dia mengaitkan pelajaran dan juga pelajaran.
Tak terasa waktu sudah hampir selesai dan kini saatnya mereka keluar dari kelas untuk pergi ke kantin mengisi cacing cacing diperutnya yang memberontak sejak tadi.
Cay dan cyntia melanjutkan obrolan yang tadi pagi. Cay menceritakan bagaimana awal pertemuan keluarga mereka tadi malam. Bermula dari Hamish dan juga Djulian yang sejak dari masih muda bahkan belum mempunyai anak sudah berjanji bahwa mereka akan menjodohkan kelak anak mereka . Ya setelah mereka berdua menikah secara langsung tuhan memberikan mereka keturunan lawan jenis sehingga mereka membulatkan tekadnya untuk menjodohkan anaknya itu. Meski dibilang umur keduanya terpaut sangat jauh namun tak melunturkan niat Hamish dan juga Djulian bagi mereka umur tidak ada apa apanya.
Ketika cay dan cyntia sedang asik bersenda guraw tiba tiba handphone Cay berdering menandakan panggilan masuk. Cay melihat dilayar utama yang bertuliskan My angel . Nama kontak My angel merupakan kontak Mamanya cay. Cay menyimpan No hp mamanya dengan my angel karna baginya mamanya seperti malaikat tanpa sayap yang akan terus menyayangi dan melindunginya. Mamanya tersebut memberitahukan bahwa sepulang nanti kuliah Cay langsung ke butik yang sudah mamanya tentukan.