
Tiada kata yang lebih indah untuk menggambarkan acara pernikahan Geo dan Clara. Bagaimana tidak. Semua orang terkenal, pejabat negara bahkan banyak orang luar negara kenalan Geo datang untuk memberi selamat.
Teman Clara dari dunia permodelan pun tak luput absen dihari pernikahannya, termasuk Farhan dan photographer lain yang pernah bekerjasama dengannya.
"Apa kalian benar-benar check in malam lalu?" tanya Farhan penasaran. Saat melihat Geo yang sudah mengenakan jas rapi ala pernikahan eropa, Farhan teringat bahwa laki-laki itulah yang ia dan Clara lihat saat di LA beberapa minggu lalu.
"Gila kau ya!" jawab Clara yang masih berbisik.
Farhan hanya terkekeh dan memeluk sahabat fotonya itu sembari memberi selamat dengan tulus.
Semuanya bahagia dan penuh senyum pagi itu.
Clara yang mengenakan baju putih dengan potongan dada yang rendah menambah kesan mewah dan seksi dalam gaun pernikahannya. Bukan baju yang membuatnya cantik, namun dirinya lah yang membuat gaun itu menjadi sangat menarik.
Pernikahan itu terasa sangat nyata bagi Geo dan Clara. Merekapun tentu berusaha se profesional mungkin. Bergenggaman tangan bahkan memeluk satu sama lain.
Dan dipenghujung acara, MC dan semua orang berteriak memberikan arahan agar mereka melakukan ciuman yang hot.
"kiss her! kiss her! kiss her!" seru semuanya.
Geo mengedipkan satu matanya kearah Clara. Ingin menggodanya.
Dengan lembut, Geo menarik pelan pinggang Clara yang disambut pelukan kecil Clara di lehernya. Mendaratkan ciuman kecil namun dalam. ******* bibirnya Clara yang penuh, untuk kedua kalinya.
***
"Sepertinya kau sangat ahli berciuman!" gerutu Clara saat mereka sudah sepenuhnya masuk kedalam kamar hotel.
"Enak ya? syukurlah kalau kamu menikmatinya." jawab Geo penuh canda.
Clara melepaskan gaunnya perlahan. Meninggalkan pakaian dalam berwarna hitam dan pergi menuju kamar mandi.
"Kamu melepas bajumu didepanku?" Geo menatapnya kaget. Bisa-bisanya ada gadis yang melepaskan pakaiannya dengan mudah dan tidak khawatir didepan pria berusia matang seperti Geo.
"Aku lelah. Jangan ajak aku berdiskusi lagi dong" jawab Clara dan menutup pintu kamar mandi.
Menyiram semua peluh dengan air hangat dan menyapukan sabun mandi berbau mawar keseluruh tubuhnya.
Saat Clara keluar dari kamar mandi, Geo sudah menunggunya dengan bertelanjang dada. Memperlihatkan otot sempurna dibagian perut, dada dan lengannya yang begitu indah.
Clara mencoba menahan diri. Menyadarkan pikirannya kembali dan menuju kursi untuk mengeringkan rambutnya yang masih setengah basah.
"Sudah? aku mandi dulu." ucap Geo dan segera menghilang dibalik pintu kamar mandi.
Clara tak menghiraukan. Ia masih fokus mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Mengusapkan vitamin dan parfume di rambutnya. Bukan suatu hal yang aneh, karena Clara sangat sangat merawat dirinya sendiri.
"Kamu nggak minta aku pindah kamar? atau tidur di sofa? Seperti yang ada di drama-drama korea?" Geo segera menyisir rambutnya yang juga setengah basah. Kini pakaiannya lengkap. Geo yang selalu terlihat rapi, kini ia hanya menggunakan celana pendek dan kaos polos berwarna putih.
"Kenapa? kamu juga lelah kan? kalau kamu macam-macam, aku akan lapor polisi"
"Melaporkan suaminya? Ha .. mana mungkin bisa" tawa kecil menghiasi jawaban Geo.
Clara meletakkan handphonenya dan membaringkan tubuhnya di kasur. Menarik selimut dan memandang Geo yang berdiri diujung kasur.
"Aku tau kamu punya pacar yang sedang sakit. Jadi kalau kamu setia, seharusnya kamu nggak akan menyentuhku." Clara melihat perubahan ekspresi diwajah Geo yang masih berdiri.