
Genap satu minggu Geo pulang ke Indonesia. Setelah turun dari pesawat, Ia tidak ada sama sekali komunikasi dengan Clara. Karena seluruh informasi telah Ia berikan kepada Clara.
Hari ini, Geo harus bangun lebih pagi dari biasanya. Bersiap - siap, karena hari ini adalah hari dimana ia harus mengenalkan Clara pada keluarga besar serta seluruh direksi perusahaannya.
Tanpa melupakan rutinitasnya, Ia berolahraga terlebih dahulu. Di gym milik temannya yang secara khusus buka dini hari hanya untuknya.
Selain tampan, Geo juga seorang yang cekatan. Pukul 06.30 pagi Ia sudah selesai dengan dirinya sendiri. Rapi menggunakan setelan berwarna hitam. Menyisir rambutnya yang sebenarnya sedikit agak panjang. Menyekanya dengan pomade yang aromanya memabukkan.
Disisi lain, Clara juga sedang bersiap.
Gadis berusia 26 tahun itu cukup malas dihari libur, namun giat dihari kerja. Ia sudah mengosongkan jadwalnya selama dua bulan kedepan. Untuk mengurusi pernikahan palsu dan mendadaknya itu.
Gaun panjang yang juga berwarna hitam, membalut tubuhnya yang ramping. Bagian atasnya yang membelah sampai ke dada memperlihatkan sedikit bulatan indah miliknya.
Genap lima tahun ini Ia tidak memakai jasa make up artist lagi. Clara sudah terbiasa melakukan make up sendiri dan memahami wajahnya dengan sangat baik. Membuat hasil make up nya terlihat lebih baik daripada saat ia di make up oleh seorang make up artist profesional.
Dering telpon hp memecahkan konsentrasinya. Clara melihat nama Khahatma tertera di layar ponselnya.
"Iya?" Sapanya singkat.
"Dimana rumahmu? Aku lupa menanyakannya bukan?" tanya Geo dari sambungan.
"Aku tinggal di Apartemen AB nomor 140". Clara sembari kembali menghampiri meja riasnya. Kembali mengoleskan lipstik berwarna nude yang menghiasi bibirnya yang plumpy.
"Kau sudah mau menjemput?" lanjutnya.
"Aku sudah dibawah."
"Lalu untuk apa kau bertanya lagi" gerutu Clara. Ia sudah tidak terkejut dengan apapun yang Geo lakukan. Orang kaya itu pasti dengan mudah melakukan apapun. Batinnya.
"Kau masih lama?"
"30 menit. Oh 45 menit lagi" Jawab Clara ragu.
"Kenapa lama sekali" gerutu geo kesal.
"Salahmu sendiri menjemputku awal sekali"
Ia menunggu sambil kembali mengecek persiapan pesta dengan menanyakan secara detail pada sekertarisnya, Agata.
Ya, seorang gadis yang sudah menjadi sekertarisnya selama 10 tahun. Sampai umur Geo sekarang, 31 tahun.
Agata adalah teman kecilnya, yang ia sangat percayai dari dulu. Hubungan mereka lebih dari profesional.
"Hi." Sapa Clara memasuki mobil Geo.
Mobil sport hitam yang berlebihan, batin Clara.
"Oh, tahi lalat yang indah" cetus Geo singkat.
Clara tersentak. Mengingat ia hanya punya satu tahi lalat. Yaitu di dekat ***********.
"Dasar bintang porno" gerutunya pelan.
Mendengar gerutuan Clara, Geo tersenyum kecil. Ia tersadar, ini adalah senyum pertama di pagi hari ini.
***
Agata menjemput didepan ball room.
Gadis itu pun cantik. Tapi sorot matanya tajam. Memandang sopan kearah Clara, namun penuh penilaian.
Clara pun membalas pandangan Agata dengan senyum yang manis.
"Dia sekertarisku. Semoga kalian bisa akrab. Karena Agata akan banyak membantu kita." jelas Geo pada Clara yang disambut anggukan kecil oleh Clara.
Semuanya sudah siap. Clara dan Geo memang sangat serasi. Memakai setelah hitam berkilau yang membuatnya semakin terlihat hebat.
Dan disaat semuanya mulai sunyi, Geo dengan lantang dan suami beratnya mengucapkan kalimat yang ditunggu oleh semua orang.
"Perkenalkan. Clara adalah calon istriku" ucapnya tegas dan disambut tepuk tangan merian pada tamu undangan, tidak terkecuali kedua orang tua Geo yang berdiri di sudut gedung dengan tangan yang memegang champagne.