Our Targets

Our Targets
KENAPA BASAH?



"Selamat malam om, tante" sapa Clara kepada kedua orang tua Geo yang tersenyum simpul padanya.


Clara yang diantar Geo menghampiri kedua orang tua Geo untuk menyapa. Dengan suasana yang riuh dan meriah diantara para tamu yang datang, suasana antara orang tua dan anak itu terkesan cukup sunyi dan menyeramkan.


Senyum keduanya tidak terlihat cukup ikhlas, begitu pula senyum Geo pada orang tuanya.


"Panggil saja papa dan mama" ucap mama Geo sembari memegang tangan Clara dengan hangat dan melanjutkan,


"Sebelumnya kami tidak pernah tau kamu berpacaran dengan anak mama, Geo. Apakah kamu di hanya dibayar untuk menjadi istrinya?" tanya bu Falas, mama Geo.


Mendengar kalimat itu, Clara merasa bingung dan takut. Ada kekuatan yang sangat besar yang ia rasakan pada mama Geo. Dengan canggung dia hanya menoleh pada Geo dan tersenyum kecut.


"Kami akan menikah ma. Jangan begitu." ucap singkat Geo pada mamanya.


"Haha, baiklah. Mama hanya bercanda. Mama juga sudah melihat semua latar belakang kamu, Cla. Mama turut berduka ya dengan kepergian orang tua mu" sambung bu Falas dan disambut tawa papa Geo.


Tidak banyak berbicara, Clara dan Geo hanya berbicara tentang hal hal dasar dengan kedua orang tua Geo. Terlihat sangat akur, namun nyatanya tidak. Dalam pembicaraannya tidak satupun kehangatan yang dilihat oleh Clara.


Geo dan orang tuanya benar-benar canggung dan tidak memiliki hubungan baik.


***


"Kamu banyak minum!" gerutu Clara.


"Kenapa kamu minum sih!" gerutunya lagi.


"Aku tidak mabuk Cla" ucap Geo yang terpejam di mobilnya.


Clara hanya bisa melihatnya bingung. Entah mengapa Geo tiba-tiba minum champange beberapa gelas pada saat pesta akan selesai dan dengan terpaksa mereka harus diantar oleh supir pribadi Geo.


Basah namun manis. Bibir Clara yang plumpy membuat Geo tidak bisa menahan untuk terus **********. Menyesap tiap manisnya bibir Clara dan membuatnya perlahan tersadar, bahwa wanita yang sedang ia cium itu bukanlah orang yang sebenarnya ingin ia cium.


Geo melepaskan ciumannya dengan pelan dan terpaksa. Memandang Clara yang masih tertidur dengan nyenyak.


Ini bukanlah dirinya. Geo bukanlah laki-laki yang dengan mudah mencium seseorang. Namun dorongan mencium Clara sangatlah hebat. Membuatnya tidak bisa menolak pikirannya itu.


"Mungkin aku sedikit mabuk" ucapnya lirih yang membuat Clara terbangun dan membuka matanya pelan.


Clara terkejut. Betapa dekatnya ia dengan Geo saat ini dan selama beberapa detik mereka hanya saling pandang.


"Istirahatlah. Besok hari pernikahan kita" bisik Geo lembut.


"Kenapa tiba-tiba perhatian? kamu mabuk ya?" gerutu Clara dan menjauhkan badannya dengan Geo.


"Bye. Sampai jumpa besok!" lanjutnya dan masuk ke apartemen miliknya.


Geo melambaikan tangannya dengan lembut kearah Clara yang sudah berjalan memunggunginya.


***


Clara melepaskan semua bajunya dan mengambil handuknya. Mengingat kejadian hari ini yang melelahkan. Sepintas ia merasa menyesal telah terlibat dengan permasalah keluarga Geo.


Ia tuangkan cairan pembersih make up ke kapas pembersih dan menyapukan dengan lembut kesemua permukaan wajahnya.


Ia melihat cermin dan seperti biasa, mengagumi wajahnya itu. Beberapa kali ia merasa sangat berterimakasih pada ibunya karena memang ia sangat mirip dengan ibunya. Cantik dan wajahnya menarik.


"Kenapa bibirku basah ya" ucapnya pelan saat menatap bibirnya yang basah dan lipstiknya yang sedikit hilang.