
Laki-laki itu menunduk perlahan dan mengucapkan suatu kalimat dengan perlahan.
"Menikahlah denganku!"
Bukannya terharu seperti lamaran pada umumnya, Clara malah merinding. Bergidik dan menyeringai bingung. Tidak percaya apa yang laki-laki dihadapannya itu ucapkan.
"Siapa? ... Kamu?" tanyanya terbata-bata.
"Oh, namaku Geo" Jawabnya singkat dan menyelinap masuk kedalam kamar. Meninggalkan Clara yang masih mematung di depan pintu.
"Aku ingin kamu menikah denganku." Lanjutnya tanpa ragu.
"Kamu penguntit? Bagaimana kamu tau nomor kamarku?" Clara yang tersadar menghiraukan lamaran dadakannya dan mendekati laki-laki yang tanpa sopan santun itu masuk kedalam kamarnya.
"Hotel ini adalah milik temanku. Aku melihatmu kemarin. Saat kamu berfoto." Jawab Geo santai.
"Lalu?"
"Aku ingin kamu menjadi istriku. Kurasa perusahaan akan menyetujuinya"
"Apasih maksudmu?" desak Clara yang semakin pusing dan tidak mengerti dengan apa yang Geo katakan.
"Aku sedang mencari istri. Agar aku dapat memimpin perusahaanku. Tapi mereka ingin aku mendapatkan istri yang sepadan. Agar hidupku tertata. Begitu kata mereka. Huh.. kolot bukan" jelasnya panjang.
Kini ia membaringkan punggungnya ke ranjang. Masih tanpa memperdulikan Clara yang semakin kebingungan.
"Lalu, kenapa aku? kamu mengenalku sebelumnya? Atau ayahku ada hutang ke keluargamu?" Clara yang sudah tidak mengerti lagi mulai berfantasi. Mengarang cerita - cerita fiksi yang pernah Ia baca.
"Tidak. Hanya saja menikahlah denganku. Tidak untuk aku tiduri. Tapi hanya untuk menjadi istriku. Tapi kalau kamu mau having *** denganku, ya akan aku layani dengan baik".
"Gila kamu yah!" Ucap tegas Clara pada Geo.
"Siapa namamu? Geo? Mohon maaf Tuan Geo. Aku nggak tahu kamu sekaya apa atau seaneh apa. Tapi aku menolak lamaran ANEH mu itu. Sekarang pergi dari sini. Aku perlu beristirahat!"
"Apa??? Apa keuntungannya untuk ku?" Geram Clara mendengar laki-laki aneh menurutnya itu.
"Aku ganteng, kaya.."
"Aku juga cantik dan kaya!" ucap Clara memutus kalimat penjelasan Geo.
"Aku akan menemanimu kapanpun kamu ingin ditemani! aku tau kamu sangat kesepian."
Mendengar kalimat terakhir Geo, membuat Clara terdiam. Benar kata Geo. Dia sangat kesepian. Diantara banyaknya teman Clara, dia masih sangat merasa kesepian. Entah mengapa, Clara sedikit tertarik. Memikirkan sepintas saja, memang tidak ada salahnya menerima tawaran laki-laki itu.
***
"Ge! Dengarkan aku. Pertama, kamu nggak boleh menyentuh tubuhku." ucap Clara memulai.
"Bagaimana kalau kamu jatuh atau pingsan?"
"Em, maksudnya harus dengan seizinku atau dalam keadaan darurat!" lanjutnya.
"Kedua, kamu harus menemani kalau aku meminta. Kapanpun itu. Seperti janjimu."
"Tentu saja." Balas Ge tenang.
"Lalu, walaupun ini hanya mainan, tapi aku ingin pesta pernikahan nanti seperti kenyataan. Aku ingin mengundang semua teman dan orang yang berjasa bagiku."
"Tentu saja Cla. Aku adalah laki-laki kaya raya. Tentu saja pernikahan kita nanti akan menjadi pernikahan terhebat sepanjang masa" ucap Geo santai sembari memejamkan matanya dan bersantai.
Mereka sedang bersama dalam pesawat. Pulang ke Indonesia.
Setelah Clara menerima lamaran Geo yang mendadak itu, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang bersama.
Clara sudah cukup puas melakukan stalking dan mereset semua tentang Geo Khahatma. Memang luar biasa. Dia adalah penerus perusahaan teknologi terhebat di Asia. Menjadi penerus perusahaan saja sudah begitu hebatnya sama seperti Presiden. Karena selain kaya, Geo juga memang tampan dan berkharisma.