
7 Oktober 2018
Hari ini, aku dan Mey akan belajar memasak di rumahku. Tentu saja Alicia yang akan mengajari kami.
Aku baru pertama kali memakai apron tapi terlihat sangat bagus. Dan, lihatlah Mey, Apron merahnya sangat cocok dengan warna maniknya, Sedangkan Alicia dengan Apron birunya terlihat seperti ibu yang akan mengajari anaknya memasak
"Hari ini kita akan belajar memasak Onigiri dan Tamagoyaki"Ucap Alicia
"Wah, aku suka onigiri-!"Seruku
"Ayo kita siapkan bahan-bahannya"
"Yaaa-!!"
Aku sangat bersemangat hari ini, aku tak sabar memamerkan skill memasakku kepada Mama dan Papa
"Kita akan buat onigiri dulu ya, bahan-bahannya adalah beras, air, lembaran nori, dan Furikake"
"Tunggu-! Furikake itu apa?"Tanyaku, baru pertama kali aku mendengar bahan makanan itu
"Ummm, semacam abon Jepang gitu deh"Jawab Alicia
"Oh baik, lanjutkan"
"Pertama kita nanak nasi dulu"
"Lama dong?"
"Makanya kita akan buat Tamagoyaki selagi menunggu"
"Baik-!"
"Lylia banyak tanya"Celetuk Mey
"Mau bagaimana lagi?! Aku tidak tau, makanya aku bertanya"Teriakku
"Sudah, sudah, ayo buat Tamagoyakinya"Dengan tabah Alicia melerai kami berdua, kalau aku di posisi Alicia, mungkin aku sudah memukulnya menggunakan sendok sayur
"Bahan-bahan Tamagoyaki itu, telur, daun bawang, air jeruk nipis, kecap asin, dan garam" Kata Alicia sambil memperlihatkan bahan-bahannya.
"Pecahkan telurnya ke mangkuk"Sambungnya sambil mencontohkannya
Krek...
"Kyaaa--"Jeritku. Telur yang ku pecahkan malah berhamburan kemana-mana, bahkan ke apron unguku. Baunya amis sekali "Bagaimana ini?"
"Tidak apa, pertama kali mencoba memanglah sulit, tetapi lama-lama akan terbiasa"
"Umm, baik-!"Tak mau kalah dengan Mey yang bisa dalam sekali coba, aku pun berusaha keras hingga akhirnya bisa meski setelah lima buah telur pecah ke apronku
"Akan ku lanjutkan, masukkan garam, air jeruk nipis, kecap asin, garam, dan gula jika kalian suka manis, lalu kocok hingga merata"Yang ini gampang, aku pasti bisa.
"Bagus, aku bisa-!"Gumamku sambil mengocok telur tersebut
"Nyalakan kompor, dan panaskan minyaknya"Lanjut Alicia sambil menuangkan minyak ke teflon. Ini juga pasti bisa-! Semangat-!
"Setelah minyak panas, tuangkan sedikit telur, tunggu matang, gulung, sisihkan di pinggir teflon. Tuangkan telur lagi, tunggu matang, gulung bersama telur yang disisihkan tadi, ulangi hal yang serupa sekali lagi"Sambung Alicia
***
Dengan susah payah, akhirnya aku bisa membuat Tamagoyaki itu. Meskipun milikku berantakan dan juga... sedikit gosong tetapi ini sudah cukup untuk pemula, kata Alicia begitu
Tapi, aku jadi insecure mengetahui bahwa Mey bisa membuat Tamagoyaki itu tidak gosong, meski tidak serapih Alicia tetapi itu sangat sempurna untuk pemula seperti kami.
Huft- ku kira akan gampang tetapi prosesnya sangatlah sulit, apalagi saat memasaknya di teflon, rumit sekali, milikku sampai berantakan bahkan tak berbentuk begitu
"Wah nasinya matang"Sialan, aku lupa kalau kami juga akan memasak onigiri.
Alicia pun mengaduk nasi tersebut lalu meletakannya ke mangkuk yang lumayan besar
"Kita juga butuh cetakan khusus onigiri untuk mencetaknya agar bentuknya sempurna, tenang saja, aku sudah menyediakannya"
Ukh-- Aku bahkan tidak tau bentuk cetakan onigiri itu seperti apa, untungnya Alicia sudah menyediakannya
"Pertama, letakan sedikit nasi ke mangkuk yang lebih kecil"Ucap Alicia, aku dan Mey pun mengikutinya
"Taburkan Furikake ke nasinya, usahakan agar berada di dalamnya"
"Letakkan nasinya ke cetakan onigiri, dan bentuk menjadi nasi kepal"Sambungnya sambil mencontohkannya. Kalau boleh jujur ini sangat sulit, karena mengusahakan agar Furikakenya ada di dalam itu sulit-!
"Terakhir, beri lapisan Nori, selesai-!"Katanya sambil mengangkat piringnya. Onigiri buatannya terlihat rapih dan juga menggiurkan, membuatku menjadi lapar.
Onigiri buatan Mey juga rapih, meski ada sedikit Furikake di luar onigirinya. Ya, lebih baik dariku yang bahkan norinya tidak menempel dengan baik di onigirinya.
Tolong, aku insecure....
***
Kami pun membawa makanan yang kami buat ke taman depan rumahku. Taman rumahku sangatlah besar, keluar dari pintu utama akan ada jalan lurus yang menuju gerbang, di sebelah kiri ada tempat untuk Party Tea yang serba pink, dan di sebelah kanan ada bangku taman juga pohon-pohon oak, dan pohon Maple.
Hap...
Nyam... Nyam...
"Ukh-- Tamagoyakiku terasa asin"Keluhku
"Itu karena terlalu banyak garam, bagaimana dengan rasa Tamagoyakimu Mey?"
"Umm... Tidak buruk"
"Benarkah?"Tanyaku tak percaya lalu memotong Tamagoyaki Mey dan memakannya "Umm... E... Enak..."Alicia yang penasaran pun akhirnya mencobanya juga
"Ah, ini enak-! Kau berbakat Mey"Puji Alicia
"Hanya aku yang tidak enak, hiks"Keluhku
"Tak apa, nanti dicoba lagi ya, lama-lama juga akan enak kok-!"
"Terima kasih Alicia... Hiks"
Alicia memang yang paling baik sedunia hiks
"Coba onigirinya, siapa tau onigirimu enak-!"Saran Alicia. Aku pun mengangguk dan memakan onigiriku
"Uwah, lumayan-!"
"Nah... Mungkin itu kelebihanmu"
"Mungkin itu hanya kebetulan"Celetuk Mey
"Alicia.... Mey jahat huweee"Rengekku sambil merangkul Alicia
"Sudah, sudah, kau sudah berusaha"Hibur Alicia sambil mengelus kepalaku
"Alicia sangat cocok jadi seorang ibu ya?"Ucap Mey
"Wah benar Mey-!"
"A... Apa? Tidaklah-!"Sangkal Alicia dengan wajah yang memerah. Hihihi, dia lucu sekali
"Aku akan memanggilmu mama mulai sekarang" Kataku sambil merangkul Alicia lebih erat
"E... Eh... A... Aku memang ingin memiliki anak..." Ucap Alicia
"Benarkah? Kalau begitu aku akan menjadi anakmu ahaha"
"Baiklah, ahahah"
"Hey Mey, kau tidak ingin menjadi anak Alicia juga?" Godaku mengangkat satu sisi bibirku, tersenyum miring.
"Tidak"Jawab Mey datar, tetapi ada sedikit rona merah di pipinya
"Benarkah? Ku rasa kau juga ingin menjadi anak Mama Alicia"Lanjutku menggodanya, ini menyenangkan-!
"Sungguh, aku tidak ingin-!"Bentaknya sambil menyeruput teh chamomilenya
"Fufufu~ Aku tidak percaya itu Mey, kau kan Tsundere"
"A... Aku... Umm..."
"Hummm??"
"Bu.. Bukan Anak... A... Aku ingin menjadi adik Alicia saja"Katanya terbata-bata
"Pftt-- Bwahahahahahaha-!!"Tawaku, ini menarik, dia lucu sekali bahkan untuk mengucapkan bahwa dia ingin diperlakukan Alicia sepertiku
"Ahahaha... Baiklah baiklah, kau adalah adikku mulai sekarang"Ucap Alicia sambil menyeka air mata yang keluar akibat tertawa
"A.. Ah.. Terima kasih... Kak Alicia"Sekarang rona merah di pipi Mey sudah terlihat jelas
"Wah, itu berarti kau adalah tanteku dong"
"A... Apa?"
"Ahahaha Tante Mey-!"Tawaku lagi, disusul wajah Mey pun semakin memerah. Alicia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahku dan Mey
Benar-benar, hari ini menyenangkan-! Aku belajar memasak juga mendapatkan Mama, dan... Tante baru pftt-- ahahaha.
______________
Tsundere : Sifat malu-malu tapi mau